du tampek ambo manyawah, nan dakek malakukan shalat
jumahaik adolah di basement sabuah gereja.
rami nan datang, multi kultural jemaahnyo.
kutubah dilakukan (13:30) paliang lamo 10 minik,
lalu shalat mulo. jadi sabalun pkl 14, lah usai urang
bagageh baliak ka sawah masiang�.

ah, nan ambo indak segeh adolah, katubah salamo
tu, sia juo khatiknyo,mambacokan dalam bahaso arab.
bukankah katubah tu isinyo nasihaik untuak jemaah nan
paralu ka di inok�an; dibao pulang sbg oleh� juo untuak
keluarga.

batanyo ambo ka dunsanak kasado alahe disiko, lai
ado rukun/peraturan katubah musti dalam bahaso
arab?

takana lo ambo jolong tibo di banduang thn 60-an, shalat jumahaik di musajik
aguang di alun� banduang, eh bahaso sunda khatib na.
teu peuguh atuh euy.

wassalam,





----- Original Message -----
From: "zul amri" <[EMAIL PROTECTED]>

======ba potong=======

 Perlu diketahui bahwa dinegari yang bernama Saok Laweh tersebut telah
berdiri sebuah mesjid raya negari yang lumayan besar , tiangnya / tonggak
macunya tidak bisa dipagut dengan dua
>  orang . namun banyak dari jamaah , khususnya generasi muda dan para
pembaharu merasa jengah , karena setiap hari jumat , penyampaian kotbah
selalu disampaikan dalam bahasa Arab yang  saya yakin tidak semua jamaah
bisa mengerti dan menghayati dan khatib khatib yang berkatubah itu ke itu
saja .  Maka berembuklah para pembaharu yang saya sebutkan diatas untuk
merancang suatu skenario untuk mendirikan suatu mesjid yang lainnya , dan
tentunya berbeda dengan mesjid yang ada , khususnya dalam penyampaian
kothbah Jumaat .   Rapat demi rapat telah dilakukan , dan tempat  untuk
mendirikan mesjid telah pula didapatkan yakni tanah wakaf bekas surau di
jorong Jambu (Jambatan Bulakan) . Pembangunan tahap demi tahap telah dimulai
dengan pengurukan tanah dibekas surau tersebut . Sedang modal awal didapat
dari iuran  para penggagas , karena semua mereka itu adalah termasuk orang -
orang yang mampu di zaman itu , ada yang sebagai pemilik toko emas , dan ada
pula yang sebagai Andemar bangunan . Dan
>  sebagai penasehat masalah keagamaan diangkatlah  bapak B.D Chatib Batuah
yang juga seorang Ulil Amri di Negari Saok Laweh ,  saat ini beliau ini
masih hidup dan aktif .

======= singgan siko===


_____________________________________________________
Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://rantaunet.org/palanta-setting
------------------------------------------------------------
Tata Tertib Palanta RantauNet:
http://rantaunet.org/palanta-tatatertib
____________________________________________________

Kirim email ke