Assalamualaikum Wr. Wb.,

Nah lho, tapi kenyataannyo RS. Tetap sajo mintak pitih dulu, sabalun
masuak kamar perawatan satalah dari UGD.
Raso ambo sosialisasi ka RS. nyo ko yang alun, kalau baitu kalau ado
pasien indak mampu yang alah cegak cukuik tando tangan sajo dan lampiran
KTP. Lalu pihak RS. Bisa klaim biaya pengobatan tu ka Asuransi yang
ditunjuak pamarintah, ha ha iko kalau awak Humas Dep. Kes nyo, ha ha,
dan juo kalau premi yang dibayia indak fiktif.

Wass, syb.





RS Swasta Wajib Layani Penduduk Miskin
Jakarta, Rabu
Rumah sakit (RS) swasta wajib memberikan pelayanan kesehatan kepada
penduduk miskin, karena pemerintah mulai 1 Januari 2005 memberikan
asuransi kesehatan (askes) kepada 60 juta jiwa penduduk miskin
se-Indonesia dengan premi sebesar Rp3,6 triliun. RS tidak semata-mata
mencari untung, tapi melaksanakan fungsi sosial, yakni menyediakan
sedikitnya 25 persen tempat tidur untuk penduduk miskin. 
    
"Jadi, tidak dibenarkan jika penduduk miskin ditolak berobat ke RS
swasta karena tidak memiliki biaya, padahal biaya kesehatannya telah
dibayar pemerintah melalui premi askes," kata Dirjen Pelayanan Medik
(Yanmedik) Depkes Sri Astuti Suparmanto saat mewakili Menkes Siti
Fadilah Supari meresmikan operasional RS Swasta Gading Pluit, Jakarta,
Utara, Selasa (7/6).
    
"Pelayanan kesehatan bagi warga miskin tidak akan merugikan operasional
RS karena di samping mereka ditangguang askes dari pemerintah, RS
memberikan "subsidi silang" dari sebagian keuntungan pelayanan kelas I,
II dan VIP kepada pasien miskin," katanya dalam acara yang dipandu artis
Ferry Salim.
    
Pada kesempatan itu, Dirjen menyampaikan pesan Menkes agar RS Gading
Pluit menyusun peraturan internal berisi kewajiban dan hak, dokter tamu,
tetap, konsultan, perawat, karyawan dan direksi/komisaris, sehingga
setiap ada permasalahan dapat segera diselesaikan.
   
Sebelumnya, Depkes menerima laporan sejumlah RS yang sedang mengalami
perselisihan antara pengelola dan pemilik RS karena RS tidak memiliki
peraturan internal, sehingga menghambat pelayanan kesehatan kepada
masyarakat. (Ant/Mbk)

-----Original Message-----
From: asnelly dewiyanti [mailto:[EMAIL PROTECTED] 
Sent: 8 June 2005 13:32
To: [email protected]
Subject: Re: [EMAIL PROTECTED] Balada Jenazah Anak Seorang Pemulung

Ya Allah .....
Sudah separah itukah jakarta...
Benar-benar tragis........
Kemanakah hati nurani kita.....



_____________________________________________________
Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke:
http://rantaunet.org/palanta-setting
------------------------------------------------------------
Tata Tertib Palanta RantauNet:
http://rantaunet.org/palanta-tatatertib
____________________________________________________

Kirim email ke