Hanvitra wrote:
Assalamualaikum
Wa 'alaikumus salaam warahmatullahi wabarakaatuh,
Serangan bom bunuh diri di Dhahran
dan Khobar yang menewaskan sejumlah cleaning service
AS ternyata dilakukan oleh penganut Syiah di Arab
Saudi.
Dhahran dan Khobar adalah kota-kota di negeri Muslim dan orang-orang
kafir di sana adalah orang-orang yang dalam perjanjian dengan pemerintah
negeri Muslim tersebut. Bukankah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa
sallam telah melarang umat Islam membunuh orang-orang kafir yang
memiliki perjanjian dengan umat Islam?
Berkenaan dengan topik e-mail ini, tidaklah mungkin bersatu ahlus sunnah
dengan syi'ah rafidhah sebagaimana tidaklah mungkin bersatu yang haq
dengan yang bathil. Bagaimana mungkin orang-orang yang menjelekkan
bahkan mengkafirkan para shahabat yang mulia diajak bersama menegakkan
Islam?
Lihatlah ucapan orang-orang yang diklaim syi'ah rafidhah sebagai imam
mereka:
Ali bin Abi Thalib radhiallahu 'anhu berkata: "Tidaklah seseorang
mengutamakan aku daripada dua syaikh (Abu Bakar dan Umar) melainkan aku
dera dia sebagai pendusta."
Ja'far bin Muhammad (Ash-Shadiq) rahimahullah berkata: "Allah 'azza wa
jalla membenci siapa saja yang membenci Abu Bakar dan Umar."
Ali bin Abi Thalib radhiallahu 'anhu juga memerangi dan membakar
orang-orang ekstrim yang menuhankan dirinya.
Tujuan tidaklah menghalalkan cara. Ya Allah, tunjukkanlah kami kepada
jalan yang ditempuh Rasul-Mu dan teguhkanlah kami di atasnya serta
ampunilah dosa dan kesalahan.
Allahu a'lam.
Wassalaamu 'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh,
--
Ahmad Ridha ibn Zainal Arifin ibn Muhammad Hamim
(l. 1980M/1400H)
_____________________________________________________
Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke:
http://rantaunet.org/palanta-setting
------------------------------------------------------------
Tata Tertib Palanta RantauNet:
http://rantaunet.org/palanta-tatatertib
____________________________________________________