Assalamualaikum, wr,wb.

Partamo-tamo ambo ucapkan salamaik babaliak ka palanta nan samo2 kito cintoi
ko. Semoga Ima, ketahanan mental dan spiritualnyo samangkin kuek bilo alah
pulang dari gurun sahara nantik. Anggap sajo gurun sahara tu tampek kawah
candradimuka nan manggodok emosi dan keimanan kito dimano disakuliliang kito
kasiak nan terbentang luas nan marupokan cerminan ketek padang mahsar.

Pabilo jadinyo pai ka sinan, apo alah dicatat pesanan ambo untuak mambaokan
oleh2 kasiak tujuah muaro tu. Sakali lai ambo mintak maaf alah mengecap Ima
sebagai seorang nan parajuak, indak ado mukasuik lain agar Ima ngarati
bahaso sosok Ima di RN masih tetap dibutuhkan. Kan iyo coi tu dak dunsanak
warga RN lainnyo ..... ???

Dengan kumbalinyo Ima ka RN baliak sakaligus manyahuik himbauan dari
dunsanak kasadonyo, berarti tingkek kedewasaan Ima sebagai seorang Muslimah
sejati dapek kami acungkan jempol (maaf...iko bukan mamuji apolagi marayu
!).

Syukran ....


Wassalam,
HM Dt.MB (48 +)

----- Original Message -----
From: "Rahima" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[email protected]>
Cc: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Wednesday, June 15, 2005 12:42 AM
Subject: Re: [EMAIL PROTECTED] Re: Welcome back Uni Ima( Assalamualaikum
semuanya)


> Waalaikumsalam.Wr.Wb.
>
> Hmm,..ngak enak juga dipanggil ngak nyahut,
> seolah-olah istileh kerennya : " Pantang diarok".
> Naudzubillahi mindzalik, saya ngak punya sifat semacam
> itu, insyaAllah saya bersedia diminta bantuan apa
> saja, ditanya, atau apa saja, selagi saya mampu akan
> saya jawab, akan saya bantu.
>
> Mulanya sih, tujuan saya pertama unsubscribe,
> sejujurnya, seperti kata da Mulyadi, emang hebat da
> Mulyadi ini, sangat faham watak perempuan, "Ima lagi
> merajuk" yah,.bener sih, sungguh, saya perempuan
> perajuk.
>
>  Tegas, berani seperti kata da Syahril, dan itu benar,
> berani menegakkan kebenaran pada siapapun, tanpa
> pandang bulu, yang tua, muda, atasan, pejabat, bahkan
> menteri sekalipun, pernah keberanian saya ini sampai
> disana(ditingkat menteri), kalau yang benar itu tetap
> benar, salah tetap salah, tapi saya sangat takut
> dengan binatang menggigit( nantik saya ceritakan,
> insyaAllah perjalanan saya ke Padang Sahara, yang
> berhadapan dengan binatang, padang pasir, dllnya,
> insyaAllah), tetapi tetap saja watak keperempuanan
> saya ada, perajuk. Bukan marah, atau emosi,kalaupun
> emosi, saya cepat redanya, tapi watak yang sulit saya
> hilangkan itu dianya merajuk.
>
> Lantas kenapa saya merajuk ? Yah,..sekali-kali merajuk
> ngak papakan..? Saya menganggap orang-orang di milist
> RN ini sudah seperti saudara saya
> sendiri,ayah/ibu,uda, uni adik, mamak dsbgnya.
>
> Saya menginginkan RN selain silaturrahmi, bicara
> tentang kemajuan Sumbar, bukan NATO, dan jangan sampai
> dilupakan agama, ajarannya, didalami benar agar
> berjalan sebagaimana yang diperintahkan oleh Allah dan
> RasulNya.tempat curhat, canda/gurau, walau gurau yang
> santai, tidak menyinggung hati orang lain, juga tidak
> terlalu lama, sampai menghabiskan waktu, pokonya
> sebagai rileks sajalah canda itu.
>
> Saya inginkan siapa saja yang bisa/ pintar dalam
> agama, walaupun bukan sekolah/tammatan, ataupun
> specifik agama, pokonya apa saja ia bisa memberikan
> ilmu agamanya, dituangkan dimilist ini sebagai siraman
> ruhani setiap hari.
>
> Saya melihat diskusi saya dengan Taufik malin,
> sepertinya menghabiskan waktu saya, kalau habis waktu
> saya ngak papa, asal ada gunanya buat semua, terutama
> lawan diskusi itu. Tapi ini tidak, tetap juga ditulis,
> ngotot atas pendapatnya yang salah itu. OK,.yang sudah
> mengikuti diskusinya bisa faham dan mengerti mana yang
> benar.
>
>  Yang saya khawatirkan, tulisan2 ia selanjutnya kalau
> tetap memakai yang salah, anggota yang baru masuk,
> tentu akan membaca yang salah itu, dan bisa menganggap
> itu benar, karena pakai ayat dan hadist, padahal ngak
> benar hadistnya, ngak nyambung apa yang disampaikan
> dsbgnya.
>
> Dan pendapat-pendapatnya yang salah itu terus di
> kirimkannya dimilist lain, padahal sudah dikritik oleh
> kita. Cobalah kita renungi, bentuk semacam apakah
> orang ini? Tidak lain dan tidak bukan punya tujuan
> tertentu. Kalau orang bodoh, diberitahu ia sadar,
> karena kebodohannya, dan akan merubahnya, tetapi ini
> lain. Sulit bagi saya menjelaskan pada netter, siapa
> orang ini, saran saya hanya, cobalah benar-benar
> dengan hati yang tenang, dingin dan lama memperhatikan
> semua tulisannya, sekarang ia ada di Hidayatullah
> dengan nama lain lagi, dan saya membalas postingannya
> disana, belum ada sahutan.Ya Alah jauhkan diriku dari
> berniat gunjing,ngak lain dan tidak bukan sebagai
> penjelasan kenapa aku keluar tadinya.
>
> Tapi ada satu mail masuk dijapri saya dengan ID lain
> lagi, dan saya bisa menebak siapa orangnya, karena isi
> mailnya. Dan saya tidak jawab,yang pasti dari isi di
> japri jelas orang itu adalah yang baru berdiskusi
> dengan saya dan mengatakan berteman saja. Sayang
> sekali saya bukanlah type perempuan yang gampang
> dirayu,dipuji2 oleh orang yang aneh, tapi gampang
> sekali dirayu, digodain, dan suka dipuji oleh suami
> saya sendiri.
>
> Allah sudah mengingatkan kita ciri-ciri hamba
> 'ibadurrahman' sebagaimana yang tercantum dalam surah
> Al Furqan, kalau saya tidak salah ada disurah itu : "
> Dan orang-orang yang berpaling dari sesuatu yang
> sia-sia, (canda, pembicaraan, diskusi, perdebatan,
> dllnya yang sia-sia hasilnya). Bukan sekedar sia-sia,
> tetapi bisa berdampak merusak agama bagi yang belum
> tahu, dan tidak mengikutinya. Itu saja.
>
> Semoga dapat difahami penjelasan saya ini, dan akan
> saya copykan postingan saya yang ada di Hidayatullah.
>
> Wassalam. Rahima.



_____________________________________________________
Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://rantaunet.org/palanta-setting
------------------------------------------------------------
Tata Tertib Palanta RantauNet:
http://rantaunet.org/palanta-tatatertib
____________________________________________________

Kirim email ke