Assalamualaikum.W r.Wb.

Perjalanan berlanjut sampai sore hari kita mutar-mutar
dengan mobil zip ditengah padang sahara, angin mulai
kencang, tiupannya lumayan menghilangkan rasa hangat
yang tinggi. Kita duduk-duduk di pasir padang sahara.
Sang sopr melakukan atraksi kehebatannya bersopir
ditengah padang sahara, yang ditumpangi mati
ketakutan. Memang sopir padang sahara ini di latih
khusus bukan sembarangan orang, karena ia selain
melewati sahara juga bukit terjal. Dan sang sopir
tidak mau melayani kita dengan bahasa Arab, tetapi
dengan bahasa Inggris. 

Pernah saya kebingungan saat ia katakan : Thumb atau
apa, bukan mount, saya bilang apaan maksud kamu..? dia
langsung tunjukkan bendanya. : ? Oh..jabal,..( gunung
rendah itu, maksudnya bukit..? ) ? yes,.sopirnya jawab
?.

Nasib saya satu rombongan dengan ibu-ibu yang diplomat
ngak pula bisa bahasa Arab sama sekali, bahasa Inggris
setengah2. Ada yang jago, tapi karena ketakutan ia
bawa tidur saja dalam mobil tersebut, terpaksalah saya
yang cerewet tanya sana-sini, pakai bahasa Inggris
yang setengah belut setengah ular, karena sang sopir
ngak mau bahasa Arab. Mereka jago masak, masakan
mereka sungguh enak, jago Inggrisnya, karena memang di
training untuk itu. 

Kita melihat gunung Inggris, yang bentuknya lumayan
aneh, batunya setengah merah, setengah hitam. Saya
tanya, kenapa gunung itu disebut gunung Inggris,
bukankah ini negeri Mesir? Ia jawab, karena Orang
Inggrislah yang pertama sekali menghubungkan daerah
bahariyah ini dengan kereta api sampai ke Kairo, dan
dimulainya penelitian orang Inggris itu dari gunung
ini, disebut ?gunung Inggris?.

Akhirnya saya bilang : ? kalau andaikan saya pertama
sekali menemukan harta qarun yang ditenggelamkan oleh
Allah di mesir ini, bisa ngak disebut ? Emas harta
qaarun Rahima ?? ( sopir itu ketawa, ia bilang orang
Indonesia kecil-kecil jai sattah= mirip cabai ), kecil
tapi pedas. Yang tidur tadi sering kebangun karena
canda saya sepanjang jalan. Saya bercanda sebenarnya
untuk menghilangkan ketakutan dan agar sang sopir ngak
kencang-kencang nyopirnya. Saya katakan ? Pak sopir
saya belum mau mati, anak saya empat orang kecil-kecil
lagi, ?.
Eh,.dijawab sopir dengan santainya : ? I?ve four
children too?. 

Begitulah disepanjang jalan sahara dan bukit terjal,
sampai sorenya kita duduk-duduk menunggu matahari
tenggelam, sementara lima orang sopir masak makanan
buat kita, mereka masak ayam bakar,nasi uduk, juga
sayuran salathah terbuat dari timun dan tomat, juga
kentang tumis. Sambil menghidupkan api unggun
ditengah-tengah padang sahara dan berkemah, sementara
kita menunggu tersebra-sebar di bawah naungan batu
karang.

Dekat magrib masakan sudah siap saji, kitapun makan
bersama-sama, selesai makan sambil istirahat terkadang
menyanyikan shalawat nabi ciri khas Mesir. Sedang
enak-enaknya istirahta, dating segerombolang
serigala,..wow?pada berteriak semuanya. Lampu tak ada
di sahara, kita masing-masing bawa senter, maka
remang-remang senterlah suasana. Persi kayak pramuka
aja. 

Kalau lagu pramuka : ? Ditengah-tengah hutan, dibawah
langit biru, tenda terpancang ditiup sang bayu, api
menjilat-jilat menerangi rimba raya, membuat kelana
didalam impian?dst,..? 
Kalau lagu padang sahara lain lagi : ? Ditengah-tengah
sahara, dibawah langit putih, tenda terpancang di tiup
sang angin,..api menyala-nyala menerangi padang pasir,
membuat hati semakin rindu Kairo?

(ingat suami masing-masing maksudnya, karena semua
yang pergi ibu-ibu kecuali dua orang pak Muzammil
Basyuni, adik Menag kita, juga stafnya).

 Ketika saya menyanyikan lagu itu semua pada kaget,
ternyata saya mantan pramukawati. Yah,.jelas
donk,.saya suka berpetualang semasa gadis, suka naik
turun gunung, menepangi hutan belantara dan
sungai-sungai, pokonya segala rintangan di pramuka,
sangat suka saya jalani.
Begitulah sampai malam mulai menampakkan gelapnya,
kitapun kembali pulang, sang serigala ternyata hanya
menginginkan tulang-tulang juga sisa makanan ayam dari
kita.

Sampai di hotel, berhubung karena buk Dubes tadi
paginya dipanggil ke Kairo, maka tinggallah kamarnya.
Kamar saya digedor petugas hotel, mengatakan ada kamar
bagus. Saya bilang : ? Saya lihat dulu AC nya jalan
ngak,.kalau ngak jalan sama saja dengan kamar saya ini
?. ? Jalan ! ? ktsang petugas, maka masuklah saya
kekamar dan memang nasib baik buat saya, saya
satu-satunya yang kedapatan kamar Ac. Saya panggil
semua yang sekamar saya 9 orang itu untuk tidur
dikamar tersebut, tapi ternyata sudah pada terlelap,
kecuali dua orang adik kelas saya semasa di Diniyyah
Puteri itu. Kasur ada dua kecil-kecil, ckp untuk satu
orang, namun karena badan saya dan adik yang satu lagi
lumayan kecil bisa ditampung oleh kasur tersebut.
Malam itu barulah enak sedikit tidur dikamar yang ber
AC.

Sayang sekali enak-enak dapat kamar ber Ac tidurnya
cumin sebentar dan pagi sekali pukul 6 kita sudah
harus melanjutkan perjalanan ke Al Fayyum, sekaligus
pulang ke kairo.

Al Fayyum adalah kotanya nabi Yusuf as. Beliaulah yang
mendirikan kota tersebut selama seribu.Makanya disebut
dengan ? Alfa yaumi = 1000 hari?.
Nabi Yusuflah yang pertama sekali mengajarkan pada
dunia akan metode kincir air, sampai saat ini masih
ada dan dipakai di mesir. Juga metode irigasi sawah,
bagaimana cara mengairi air kepelosok daerah. Air
sungai Nil,oleh nabi Yusuf diari kemana-mana sehingga
suburlah kota tersebut dengan pertanian sampai
sekarang. Banyak hasil tani disana.

Sayang sekali sejarah dunia melupakan jasa nabi Yusuf
kita ini. Kalau jasa orang Barat disebut-sebut, namun
jasa para nabi, ulama Islam disembunyi-sembunyikan
dari sejarah. Padahal jelas sekali Irigasi dan Kincir
air adalah ide cemerlang nabi ummat islam yaitu nabi
Yusuf As. Apakah manusia bisa hidup tanpa pertanian,
tanpa makan, apakah manusia hanya bisa dengan bom
nuklir ciptaan manusia yang buntutnya hanyalah
membunuh puluhan juta manusia.

 Mana yang lebih bermanfaat hidupnya didunia ini buat
manusia banyak, apakah yang menghidupkan dan
meramaikan kehidupan itu sendiri, ataukah yang merusak
atau mematikan manusia itu sendiri? Jawabannya pasti
ada dibenak kita masing-masing.

Demikian dulu kisah perjalanan saya selama dua malam
tiga hari. Kita sampai di kairo pukul 9 malam ditunggu
oleh suami masing-masing.

Wassalam. Rahima. Kairo 16 Juni 2005









                
__________________________________ 
Discover Yahoo! 
Find restaurants, movies, travel and more fun for the weekend. Check it out! 
http://discover.yahoo.com/weekend.html 


_____________________________________________________
Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://rantaunet.org/palanta-setting
------------------------------------------------------------
Tata Tertib Palanta RantauNet:
http://rantaunet.org/palanta-tatatertib
____________________________________________________

Kirim email ke