Dari dulu sampai saat ini, sepertinya pesta demokrasi selalu diwarnai dengan 
ungkapan dukungan dari orang-orang yang dianggap " tokoh". Itu bisa kita lihat 
dalam pelaksanaan pilkada cagub-cawagub yang berlangsung di daerah tercinta ini.
 
Beberapa waktu lalu, mentri pertanian telah menyampaikan sebuah pernyataan yang 
secara gamblang bisa kita artikan bahwa " Masyarakat Sumbar Rugi Tidak Pilih 
Irwan" . Pernyataan ini memperlihatkan bahwa Irwan didukung oleh seorang 
'pejabat', yang pada akhirnya memiliki goal mempengaruhi keputusan masyarakat 
untuk memilih Irwan. Hal ini makin memperluat kepercayaan diri Irwan bahwa 
pencalonan dirinya didukung oleh kalangan "atas". Apalagi sebelumnya pengukuhan 
gelar datuknya juga dihadiri oleh Wakil Presiden dan beberapa mentri. Mungkin 
bagi masyarakat yang tidak mengerti, diharapkan akan mengatakan " wah....hebat 
ya...wapres dan menteri aja suka ama Irwan ". 
 
Nah, berikutnya kita kemudian membaca komentar seorang " tokoh " Minang Azwar 
Anas yang mengatakan " saya udah mengatakan pada Irwan bahwa kita butuh tokoh 
untuk tingkat nasional dan internasional, dan Irwan disiratkan mampu mencapai 
itu. Oleh karena itu, sebaiknya Gamawan yang memimpin untuk regional atau 
daerah ini. Kalimat ini bisa dibaca sebagai sebuah sanjungan dan harapan untuk 
Irwan agar meneruskan kiprahnya di tingkat yang lebih besar, bukannya malah " 
turun"  lagi ke level "bawah" yaitu daerah. 
 
Namun di sisi lain kalimat ini bisa jadi terbaca sebagai sebuah kampanye 
dukungan kepada Gamawan yang dinilai masih menjual, apalagi Azwar Anas dianggap 
sebagai " tokoh " Minang. Apalagi Gamawan disebut adalah calon terbaik.
 
Pertanyaan kita....apakah murni pernyataan Azwar ini adalah bentuk dukungannya 
kepada Gamawan, atau hanya memenuhi sebuah permintaan atau bagian dari sebuah 
skenario memenangkan sebuah pesta demokrasi?  Kalau memang itu murni sebuah 
dukungan, pertanyaan berikutnya adalah masih menjualkah  pernyataan seorang 
Azwar Anas untuk meraup suara masyarakat sebanyak-banyaknya untuk Gamawan? 
Apakah masyarakat kita adalah masyarakat yang sangat fanatik terhadap seorang 
tokoh seperti di daerah lainnya di Indonesia?
 
Jawabannya bisa ya bisa tidak. Tetapi belajar dari pelaksanaan pemilu beberapa 
waktu lalu, bisa kita lihat jelas bahwa masyarakat kita ternyata tidak mudah 
terpengaruh dengan opini-opini semacam ini. Yang terlihat adalah bahwa 
masyarakat cenderung memberikan suara atau dukungannya kepada orang yang memang 
dipercaya atau memberikan dukungan kepada orang baru ketimbang kembali 
mempercayakan negara ini pada orang yang sudah dinilai gagal berbuat.
 
Jadi kalau begitu, buat apalagi komentar-komentar seperti diberikan? Bukankah 
justru pada akhirnya akan menimbulkan preseden buruk di kemudian hari, seperti 
" Wah...Pak Gamawan harus berterima kasih nih pada Pak Azwar Anas karena beliau 
sudah memberikan opini yang membuat masyarakat memilih Gamawan". Apa ya 
kira-kira ucapan terima kasihnya pada Pak Azwar? 
 
Mungkinkah pertanyaan ini muncul dari masyarakat? Bisa ya bisa tidak, 
tergantung bagaimana nantinya Gamawan memimpin dan membuktikan bahwa ia memang 
Jujur Dalam Pengabdian kepada masyarakat, sebuah jargon kampanye yang sangat 
berat untuk kondisi Indonesia saat ini. Apalagi Gamawan yang diklaim banyak 
orang tidak punya modal besar dalam kampanye, dan hanya mengandalkan bantuan 
dan sukarela dari masyarakat yang peduli dengannnya. Makin banyak orang yang 
merasa berjasa kepadanya, makin banyaklah tuntutan yang harus dipenuhinya pada 
suatu saat nanti. 
 
Pertanyaan yang sama juga berlaku untuk Irwan yang juga menjadikan opini tokoh 
sebagai salah satu cara meraup dukungan. Bahkan menariknya lagi, Irwan bahkan 
menggunakan tokoh yang bukan tokoh Minang.
 
Jawabannya dikembalikan ke kita, analisa kita, penilaian kita, karena demokrasi 
adalah kesempatan dimana setiap orang bebas memiliki pendapat sendiri. Tetapi 
ada sisi lain yang mungkin masih bisa kita cermati, yaitu Azwar Anas sebagai 
tokoh Minangkabau. Kalau boleh berpendapat, harusnya Azwar Anas cukup 
memberikan himbauan saja kepada masyarakat untuk tepat memilih pasangan, 
bukannya justru menyebutkan sebuah nama, jika ia ingin dianggap sebagai mamak, 
bapak, kakak oleh semua calon. Tentu saja terlepas bahwa sebenarnya ini juga 
sebuah kebebasan berpendapat yang dimiliki oleh Azwar Anas untuk berkata apa 
saja yang ia mau. Tetapi perku diingat, semua calon adalah orang minang yang 
jika terpilih adalah juga menjadi tugas Azwar Anas untuk membimbing, sebagai 
mamak, bapak atau kakak tadi. Harusnya Azwar memanggil semua calon, memberikan 
nasehat, dan kemudian jika ingin membuat pernyataan di koran, ia bisa sebutkan 
bahwa ia mendukung calon tertentu, tanpa perlu menyebutkan nama calonnya.
 Karena penyebutan nama justru akan mengecilkan hati calon lainnya, kecuali 
memang Azwar berada pada posisi sebagai bagian dari tim sukses Gamawan. 
 
Kenapa catatan ini muncul, karena sudah mendengar masyarakat berpendapat dan 
bertanya " kenapa pak Azwar Anas ngomong begitu ya, pakai nyebut-nyebut nama 
calon lain segala. kalau mau dukung Gamawan bilang aja, ga usah sebut-sebut 
nama calon lainnya, itu seakan-akan menyanjung Irwan, padahal sebenarnya 
bermaksud melecehkannya dan menyesalkan pencalonan irwan, udah gitu..kata-kata 
calon terbaik adalah Gamawan mengartikan bahwa calon lain tidak terbaik, tau 
darimana dia bahwa calon lain ga terbaik ".
 
Bagaimana kita menyikapi kondisi ini, semua kembali berpulang pada kita. Yang 
pasti harapan kita adalah siapapun yang terpilih, berarti masyarakat telah 
memilih calon yang terbaik, baik itu Leonardi, Kapitra, Gamawan, Irwan, maupun 
Jeffrie. Selanjutnya kita tinggal lihat apakah pilihan masyarakat itu tetap 
yang terbaik setelah mereka bekerja. Jadi saat ini kita belum bisa mengatakan 
bahwa calon saya yang terbaik, karena mereka belum berbuat kok. Track Record 
yang sudah terbangun sebelumnya belum menggambarkan track record yang 
sesungguhnya sebelum mereka membuktikan setelah bekerja nantinya. 
 
 
 

                
---------------------------------
Yahoo! Sports
 Rekindle the Rivalries. Sign up for Fantasy Football
_____________________________________________________
Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://rantaunet.org/palanta-setting
------------------------------------------------------------
Tata Tertib Palanta RantauNet:
http://rantaunet.org/palanta-tatatertib
____________________________________________________

Kirim email ke