Assalamu'alaykum wr.wb
Saya memang lama dirantau, kurang umur satu tahun saya pergi
merantau ke Jawa (Jakarta), sehingga orang menganggap saya hanya
'numpang lahir' menjadi orang minang.
Saya hanya sekali-sekali pulang ke kampung, juga tidak begitu
kenal betul dengan kota Padang, mungkin saya hanya kenal kota
ini perihal bandara, terminal, pantai dan hanya tempat
pariwisata lainnnya.
Tinggal dan bersosialisasi yang cukup lama belumlah pernah, jadi
saya hanya mengenal sumbar lewat buku-buku dan tulisan, yang
menggambarkan keharmonisan masyarakat minang dengan filosofis
hidupnya adat bersendikan syariat, dan syariat bersendikan
kitabullah, dan hal ini mungkin yang ada dalam benak pikiran
saya, dan inilah yang saya bangga-banggakan sebagai seorang
minang di perantauan.
Banyaknya orang-orang minang yang menjadi tokoh nasional dan
internasional ikut menambah keyakinan saya bahwa memang
masyarakat minang memiliki peradaban tinggi dan kualitas
intelektual , bisa dilihat juga dari segi bahasanya yang
melahirkan sastera Indonesia
Oleh karena itu mendengar kejadian dalam masyarakat minang
tentang berlangsungn yakemaksiatan sex,judi, minuman keras
menjadi sesuatu yang aneh.
Mungkin bagi orang-orang yang tinggal di Padang dan telah lama
mengetahuinya menganggap hal yang biasa saja, sama dengan saya
yang tinggal di Jakarta mendengar berita semacam itu, karena
terlalu sering diberitakan.
Padahal dalam agama Islam kalau kita sudah menganggap berita
tentang kemaksiatan menjadi hal-hal yang wajar saja, sehingga
mengakibatkan tak ada gerak hati untuk menolak, maka kita akan
dianggap bagian dari kelompok mereka yang berbuat maksiat.
Oleh karena itu terngiang kembali ditelinga akan ucapan
sebagiaan pihak yang pesimis yang mengatakan prinsip adat
bersendikan syariat dan syariat bersendikan kitabullah dalam
masyarakat minang pada saat ini hanyalah isapan jempol saja.
Seandainya hal ini benar, dapatkah kita menisbahkan begitu saja
atas kerusakan ini sebagai akibat kebijaksanaan pemerintah pusat
( penghapusan nagari menjadi desa seperti di Jawa) pada masa
pemerintahan orde baru, karena pada akhirnya yang lebih berperan
bukan perangkatnya tapi adalah orang.
Padang sebagai bagian dari ciri khas sebuah kota modern, dapat
dianggap sebagai korban dari 'class civilization' dimana budaya
lama telah terkalahkan dan tergantikan oleh budaya luar, budaya
minang menjadi tidak exist lagi secar de facto , telah kalah dan
tidak mampu membendung penetrasi budaya dari luar walaupun pada
simbol-simbol tertentu masih kelihatan.
Sejalan dengan upaya 'mambangkiekkan batang tarandam' yang terus
menerus didengungkan, terlepas apakah yang dimaksudkan dalam hal
ini adalah segi intelektual (dan moral) didentikkan dengan
langkanya pada saat ini intelektual dan ulama minang, maka
proses tersebut akan menjadi suatu rekontruksi budaya
membutuhkan integritas, keseriusan dan keterlibatan semua pihak.
Pada sisi lain saya ingin mengatakan bahwa yang terjadi bukanlah
langkanya intelektual dari minang , karena terjadinya
brain-drain kewilayah lain merupakan hal yang wajar sebagai
tuntunan hidup, bukankah orang minang yang bersekolah di Jawa
(dan tempat perantauan lainnya) tidak mungkin kembali
kekampungnya apabila lapangan yang sesuai dengan pendidikan
mereka tidak tersedia, sehingga pada akhirnya menetap dan
tinggal dirantau dengan tidak lagi membawa bendera minang,
sehingga banyak tokoh-tokoh nasional yang tidak lagi dikenal
keminangannya.
Selanjutnya menjadi pertanyaan pula apakah maksud dari
membangkitkan batang tarandam ini, apakah karena sekedar
romantika masa lalu, atau karena kehilangan jati diri pada saat
ini sehingga terasa existensi kita tidak berdiri tegak dan
sejajar, hal ini perlu dievaluasi sehingga menjadi niat yang
bersih dan benar dimata Allah S.W.T
Wassalamu'alaykum wr.wb
Arnoldison
Friday, June 17, 2005, 10:23:55 AM, you wrote:
SBwc> Assalamualaikum Wr. Wb.,
SBwc> Cukuik sadiah ado peristiwa iko, ambo kebetulan tingga dilingkungan IKIP
SBwc> dan saketek banyaknyo tahu kondisi rato2 mahasiswa/i, adolah masalah
SBwc> ekonomi.
SBwc> Wass, syb.
_____________________________________________________
Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke:
http://rantaunet.org/palanta-setting
------------------------------------------------------------
Tata Tertib Palanta RantauNet:
http://rantaunet.org/palanta-tatatertib
____________________________________________________