Mahasiswi-Dosen Tertangkap di Hotel
* Aksi Pol PP Libas Pekat
Oleh admin padek 1
Jumat, 17-Juni-2005, 11:21:03   467 klik

Padang, Padek?Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Padang berhasil
menggerebek sembilan pasangan illegal di beberapa hotel melati di Kota
Padang, Rabu (15/6). Dari sembilan pasangan tersebut satu pasang
diantaranya merupakan mahasiswi dan dosen sekaligus ketua jurusan di salah
satu perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Kota Padang.

Pasangan-pasangan digerebek masing-masing, dua pasang di Hotel P Jalan Kis
Mangunsarkoro Padang, enam pasang di Hotel S & S Tabing Padang dan
sepasang di Hotel D Jalan R Damar Padang. Penggerebekan malam tersebut
dikomandoi Kompi B dengan Komandan Kompi Jhoni Amir berkekuatan sekitar 55
orang, juga di Back Up Tim Sk 4 serta ditambah anggota informant. Hal itu
dikatakan Kepala Kantor Pol PP Padang Drs Budi Erwanto kepada koran ini
Kamis (16/7).

?Ironisnya, kesembilan pasangan illegal yang berhasil kita grebek tersebut
ada yang sedang begituan dan ada yang selesai begituan dengan kondisi ada
yang bugil dan separoh bugil. Pasangan illegal yang tertangkap di Hotel S
& S yakni MS dan CD, MR dan NL, OH dan NY, LMS dan AL, MT dan MA serta BD
dan SV, sedangkan yang tertangkap di Hotel P masing NR dan Z dan IN dan IC
sementara yang tertangkap di Hotel R adalah YP dan AL,? urainya.

Menurutnya, penggerebekan yang dilakukan kali ini cukup mendatangkan hasil
yang luar biasa, dan akan terus berlanjut dalam rangka pemberantasan
penyakit masyarakat (Pekat). ?Dengan operasi ini diharapkan Pekat di Kota
Padang bisa ditekan sehingga falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi
Kitabullah (ABS-SBK) benar-benar terujud seperti yang diharapkan,?
ujarnya.

Penggerebekan yang dimulai sekitar 22.00 WIB tersebut dimulai dari Hotel S
dilanjutkan ke Hotel I, seterusnya berlanjut ke Jalan Diponegoro. Tidak
menemukan hasil, operasi diteruskan ke Pantai Padang lanjut ke Hotel R dan
ditemukan satu pasangan illegal. Setelah berlanjut ke Hotel P dan
menemukan dua pasang, satu pasang di antaranya sedang melakukan perbuatan
haram alias zina. Selanjutnya ke Hotel S & S dan berhasil meringkus enam
pasang illegal.

Melarikan Diri

Dikatakan Budi, salah satu lelaki yang berhasil ditangkap dengan pasangan
illegalnya yakni BD yang juga Dosen sekaligus Ketua Jurusan melarikan diri
dari Kantor Pol PP setelah sempat ditahan. BD minta izin ke kamar kecil
untuk buang air, setelah itu yang bersangkutan langsung menghilang. Ketika
ditelepon ke HP-nya, yang bersangkutan berjanji akan datang ke Pol PP
sekitar pukul 09.00 WIB, dengan perjanjian jika sampai oukul 09.00 WIB BD
tidak datang, Pol PP akan melaporkan ke Rektor PTN tersebut.

Nyatanya sampai pukul 11.00 WIB BD tidak menampakan batang hidungnya ke
Pol PP, sesuai dengan kesepakatan, Pol PP terpaksa melaporkan hal tersebut
ke Rektor. ?Jika BD tidak juga muncul, untuk sementara kita akan tahan
pasangan illegalnya yakni SV, hal itu sesuai dengan ketentuan yang
berlaku,? ucapnya. Saat koran ini mencoba menghubungi BD via HP, ternyata
HP BD tidak aktif.

* Pengakuan sang Mahasiswi: ?Bapak Penuh Kasih-Sayang?

?Saya mau dengan bapak itu, karena bapak itu penuh kasih sayang, perhatian
dan lainnya dan saya tidak mendapatkan hal itu dari bapak kandung saya,
karena bapak kandung saya pergi entah kemana. Sementara ibu sudah
meninggal dunia dan saya butuh uang untuk bisa terus kuliah. Saya tobat
dan tidak lagi mau seperti itu, dengan catatan menunggu kuliah saya
selesai atau wisuda pada Bulan September mendatang karenya saya masih
butuh biaya,?.

Ungkapan blak-blakan itu dilontarkan SV salah seorang mahasiswi UNP yang
tertangkap oleh Pol PP saat berduaan dengan sang dosen sekaligus merupakan
Pembimbing Akademik (PA) SV dalam sebuah kamar di salah satu Hotel Melati
di Kota Padang pada hari Rabu (15/6) sekitar pukul 23.00 WIB.

Ditemui pada salah satu ruangan di kantor Pol PP saat akan diperiksa, SV
mengenakan baju kaos warna hitam, tas warna krem dan rambut yang
acak-acakan serta wajah terlihat cukup lelah. SV yang mengaku anak pertama
dari dua bersaudara tersebut, sempat menutup mukanya dengan tas saat
difoto oleh wartawan foto yang juga datang ke kantor Pol PP.

Menurutnya SV, kedekatannya dengan BD dimulai sejak dirinya duduk ditahun
II, ditahun I, tidak ada hubungan apa-apa antaranya dirinya dengan sang
dosen, memasuki tahun ke II barulah terjalin hubungan tersebut. Kedekatan
antara dirinya dengan sang PA karena merindukan kasih sayang dari sang
ayah, dan hal itu justru didapat dari sang PA.

?Bapak itu sangat baik pada saya, saat digerebek Pol PP kami tidak
melakukan apa-apa, kami hanya makan-makan dan nonton TV, tahu-tahu datang
Pol PP dan kami dibawa ke sini (Pol PP-red). Saya malu dengan teman-teman,
jika ibu kost saya tahu, saya pasti akan diusir dan saya tidak ingin hal
itu terjadi, saya masih ingin menyelesaikan pendidikan saya. Dan saya juga
bukan Wanita Tuna Susila (WTS), saya lakukan itu karena harap dapat kasih
sayang dari bapak,:?ucapnya seraya menekurkan kepala.

Dikatakannya, dirinya dengan sang dosen masuk hotel sekitar pukul 22.00
WIB, sesampai dikamar, ngobrol-ngobrol, nonton TV seraya makan-makan. Dan
yang dibicarakan hanyalah seputar perasaan atau curahan hati (Curhat). SV
curhat ke BD dan BD mendengarkannya dengan tekun seraya memberi jalan
keluar dan sebaliknya. Sehingga tidak menyadari jika Satpol PP sudah
berada di depan pintu kamar dan langsung menggerebek serta menggelandang
ke Pol PP

?Saya sudah nelepon bapak untuk menjemput saya di sini (Pol PP-red) bapak
bilang sebentar lagi akan ke sini menjemput saya, karena bapak ada urusan
diluar dan bapak juga bilang, saya tidak usah cemas, karena bapak pasti
akan bertanggungjawab dan membawa saya keluar dari kantor Pol PP,?
terangnya lagi dengan penuh harap.

* Mawardi: Keduanya Bakal Ditindak Tegas!

Sikap dan tingkah laku oknum dosen UNP ?BD? yang tertangkap oleh Pol PP
dalam sebuah penggerebekan, dinilai Rektor UNP Zawardi Effendy merupakan
sebuah sikap yang sangat tidak pantas dilakukan oleh seorang pendidik. Apa
lagi pasangannya adalah mahasiswi sendiri. BD telah mencoreng nama baik
institusi dan UNP tidak akan mentolerir perbuatannya. Terhadap keduanya
akan diberi tindakan tegas.

Hal itu dikatakan Z Mawardi Effendy kepada koran ini Kamis (16/6) saat
dikonfirmasikan seputar tertangkapnya BD dengan SV di sebuah kamar pada
salah satu hotel Melati di Kota Padang.

?Kejadian ini betul-betul sangat memalukan sekaligus mencoreng wajah kami
dan isntitusi. Kami benar-benar prihatin. Seorang dosen sekaligus ketua
jurusan berbuat tidak senonoh, apa lagi dengan mahasiswinya sendiri.
Peristiwa ini betul-betul menampar muka UNP secara keseluruhan, jangan
karena ?nila setitik rusak susu sebelanga?. BD adalah ketua jurusan Bahasa
Indonesia Fakultas Bahasa Sastra dan Seni dan SV adalah mahasiswi yang
bersangkutan,? ucapnya gusar.

Menyikapi persoalan ini, dirinya mengaku sedang merapatkan dengan Pembantu
Rektor (PR) I seputar tindakan apa yang akan diberikan kepada yang
bersangkutan menyangkut kejadian yang sangat memalukan tersebut.

Yang pasti tindakan tegas akan diberikan. Saat ini sedang dipelajari
tentang aturan kepegawaian sekaligus tata tertib institusi guna memberikan
sanksi terhadap BD dan SV.

Pihaknya akan berkoordinasi dengan dekan yang bersangkutan, di samping
juga akan meminta keterangan dari BD. Karena baru menerima laporan dari
Pol PP sementara dari BD belum ada.

?Selama ini IKIP yang saat ini berganti dengan Universitas Negeri Padang
(UNP) belum pernah terjadi peristiwa memalukan seperti saat ini. Jangankan
dosen atau ketua jurusan yang berbuat, pegawai biasa saja belum pernah
kita dengar, ini dosen lagi!, untuk pasti kita akan beri tindakan tegas,
untuk siapa saja yang berbuat kesalahan,?janjinya. (ita)


_____________________________________________________
Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://rantaunet.org/palanta-setting
------------------------------------------------------------
Tata Tertib Palanta RantauNet:
http://rantaunet.org/palanta-tatatertib
____________________________________________________

Kirim email ke