Assalamu'alaikum.w.w. ... aa lah barangah kito, mari kito sambuang...
MakNgah, contoh dalam Qur-an sudah ada. Dalam hadits cerita tentang Al-Qamah juga sudah ada. Tapi sabalun kita berbicara ke arah sana, nan jadi pokok pangka pertanyaan mak Ngah rancak kita sarikan dulu. Anak dengan bini, adalah tanggung jawab kita sebagai bapak. Memang susah mak Ngah,tuan-tuan, saya betul-betul konsen dengan urusan ini terhadap anak dan isteri saya. Berhasil atau tidak itu perkara lain, usaha kita nan paralu. Mengapa pula mereka bisa jadi musuh ?. Kalau ditinjau asbabun nuzul ayat surat nan mak Ngah sabuik tu. Adalah bercerita tentang sahabat yang pergi hijrah tapi tidak diikuti oleh anak dan isterinya. Karena masa itu jumlah orang-orang beriman masih sedikit sehingga anak isteri entah pro kepada yang banyak entah ragu-ragu al-hasil isteri dan anak menjadi lawan, diajak tidak mau. Dan akhirnya memutuskan pergi hijrah mengikuti Nabi saw. Meninggalkan kampuang halaman, anak dan isteri. Dapat dibayangkan mak Ngah, isteri yang dicintai, anak kandung si biran tulang, terpaksa ditinggalkan demi memenuhi panggilan jiwa yang sedang disinari iman kepada Allah dan Rasul-Nya. Anak dan isteri tidak mau mengikuti entah karena ragu entah karena pro kepada yang menentang (tak dijelaskan dalam buku asbabun nuzulnya, mungkin di kitab hadits atau sirah ada dijelaskan). Tapi diantara yang berhijrah, ada pula yang berhasil membawa anak dan isteri. Perempuan-peprempuan seperti ini tentu dapat penerangan lanjutan tentang agama ini dari Rasulullah saw. (Istilah keren sekarang mendapat pencerahan). Melihat hal itu tambah dukalah hatinya, dan akhirnya terbit marahnya, karena ketika keadaan berpihak kepada orang-orang beriman barulah anak dan isterinya hijrah pula ke Madinah. Kemarahan dia karena orang-orang yang dahulu sudah lebih paham tentang agama ini dari yang baru datang. Di sini terbit marah dan penyesalannya kepada anak dan isterinya. Sehingga ia enggan menerima mereka. Lalu turunlah ayat ini yang berbunyi seperti itu. Supaya mereka dimaafkan dan memperlihatkan bahwa Allah swt. Maha Pengasih dan Penyayang dan Maha Pengampun kepada orang-orang yang ingin bertobat walaupun terlambat hijrah dan yang paling penting adalah mau mengikuti jalan Allah dan Rasul-Nya. ....Itu asbabun nuzul.... Bahasan lebih jauh begini. Tanggung jawab pendidikan anak memang besar pada ayahnya, demikian juga tanggung jawab pendidikan isteri. Kalau kita membiarkan saja anak-anak kita dan isteri kita, dan hanya sedikit-sedikit diajari, kalau tak boleh dikatakan ditinggalkan tanpa peduli sama sekali, ini akan berkibat mereka berpikir dengan cara mereka sendiri, mereka bertindak dengan cara mereka sendiri. Biasanya pengaruh lingkungan paling dominan mempengaruhi tindak tanduk mereka. Bila kemudian mereka lama dalam keadaan itu, yang dulu rebung kemudian sudah jadi betung, ... susahlah untuk ditarik kembali ke arah kita. Tak dapat dibengkokkan sedikitpun. Ketika kita sadar akan hal itu, mereka sudah menjadi lawan kita. ... Aaah... abak kuno,.. aaah uda ketinggalan jaman. Ketika itu ndak dapat beringsut setapakpun juga untuk menarik mereka kembali ke arah kita. Keadaan ini menunjukkan bahwa masih di dunia mereka sudah menjadi lawan. Lalu kemudian di padang mahsyar nanti mak Ngah, tuan-tuan, ketika semua hisab diri kita telah selesai dan kita hendak melangkah ke sorga, saat itulah dipegangnya kaki kita. Kita harus mengikuti persidangan mereka pula karena kita terkait di dalamnya. Ketika ditanya Allah swt. mereka menjawab Ayah tidak pernah mendidiknya, atau terlambat mengingatkan mereka, dan tak mau pula bersikeras ketika sudah terlanjur untuk membawa mereka surut. Kalau kita bayangkan persidangan di dunia, ndak usah jauh-jauh kita pergi saja ke jalan Khatib Sulaiman di Padang melihat sidang pengadilan di sana. Nampak betapa beratnya bila keadaan seperti itu terjadi. Anak dan isteri menyalahkan kita dan menumpukkan semua kesalahan pada kita. Jadi musuh dalam persidangan Allah ta?ala. Karena tanggung jawab ini tidak dipenuhi, atau terlambat dan akhirnya pasrah, ujung-ujungnya kaki kita tidak diizinkan melangkah ke sorga. Kita menjadi termasuk orang-orang seperti dalam surah Yaasin "Wamtazu yauma ayuhal mujrimuun". Masuklah kita ke dalam golongan orang-orang yang mujrimuun dan disuruh memisahkan diri dengan segera untuk dihalau ke neraka jahanam. Kita, isteri dan anak-anak kita kena halau. Mereka juga ikut karena kesalahan yang tertumpuk di kita tidak dapat membebaskan mereka karena mereka telah diilhami dua jalan oleh Allah, yakni jalan baik dan buruk, tetapi meeka memilih jalan yang buruk karena pengaruh orang lain. Maka dari itu mak Ngah, dari awal-awal lagi kita sudah harus siapkan agenda atau planning yang tepat untuk merentangkan busur panah tadi, kemana akan diarahkan, seberapa jauh rentangannya, mana sasaran yang akan dicapai, sesuai tidak dengan jalan yang diredhai Allah. Ini tugas kita sebagai bapak. Memang berat..., jangankan untuk mengaplikasikannya karena sekian banyak kendala zaman, .... untuk membacanya saja buku "Pedoman Pendidikan Anak Dalam Islam" itu yang tebalnya hampir 700 halaman, kita harus berperang melawan kemalasan yang dibisikkan setan ke kuping kita. Belum lagi pengaruh lingkungan serta opini-opini yang mulai diserap oleh anak dan isteri dari pengetahuan yang mereka peroleh dari bahan bacaan atau menampak dengan mata kepala. Apalagi zaman dengan emansipasi barat yang sudah sedemikian diserap dan diadopsi oleh perempuan-perempuan kita dan dipercaya pula, akan membuat kita berhadapan dengan mereka dan membuat kita akhirnya malas dan menyerah. Sehingga munculah kata-kata dari orang tua-tua yang sebaya dengan kita "...aaah..anak-anak kini.. ndak dapek dek awak doh". ..haa.. ini kan satu kekalahan mak Ngah, tuan-tuan. Saya setengah mati menanamkan pada jiwa anak dan isteri saya bahwa emansipasi yang benar untuk perempuan itu adalah emansipasi yang dibawa dan diajarkan oleh Nabi Muhammad saw. Bahwa kalau Islam tidak ada maka perempuan-perempuan tidak akan pernah berjumpa dengan emansipasi yang ada sekarang. Lalu yang ada sekarang adalah emansipasi ala musuh-musuh Islam untuk menghancurkan akhlak Islam yang tinggi. Setengah mati mak Ngah,... berbagai cerita barat dan teknologinya serta perbandingan dengan cerita dan teknologi Islam diberikan pada mereka. (Kalau masih ingat cerita bagaimana Leibnitz mendapatkan teori Limit yang saya postingkan sekitar th 1996 di RN ini, dan apa-apa pesan buya M. Natsir juga diceritakan pada mereka). Memperlihatkan pada mereka bahwa emansipasi yang ada sekarang yang diagung-agungkan oleh barat tiada lain dan tiada bukan adalah alat untuk mengeksploitasi kaum perempuan untuk memenuhi selera dan nafsu mereka kaum lelaki. Sehingga seluruh tingkah laku kaum lelaki barat terhadap perempuan yang tergambar dari filem-filem mereka dan kebiasaan budaya mereka menunjukkan bahwa mereka telah membawa kaumnya kembali kepada zaman jahiliah sebelum Nabi Muhammad saw menjadi Rasul. Bila melihat kegilaan mereka terhadap perempuan maka itulah gambaran zaman jahiliah dulu. Tapi kepada umum masyarakat dunia mereka mengatakan mereka membebaskan perempuan dari belenggu. Kita jangan mau tertipu bahwa sesungguhnya mereka malah membelenggu perempuan di dalam kerangkeng hawa nafsu mereka. ... Ooo... macam-macam mak Ngah, tuan-tuan, keterangan dan pelajaran yang diberikan ka anak-anak ko, Dengan harapan mereka mengikuti jalan yang diredhai Allah swt. Belum lagi persoalan hukum Islam, kesenjangan teknologi dan keterpurukan ummat Islam saat ini yang mereka dapat dari cerita dengan kawan-kawan mereka dan bahan-bahan bacaan. Memang sampai hari ini semua pertanyaan itu dapat dijawab, dan seterusnya Insya Allah dapat dijawab, dan bisa enak karena oral secara langsung. Mudah-mudahan mereka mendapat hidayah dari Allah swt. Aaamiiin. Tapi hidayah ini memang bergantung kepada Allah swt, seperti bunyi ayat... ... aaa lah panjang pula mak Ngah, tuan-tuan... ...beresok lagi... Wabilahil hidayah wat taufiq Wassalam St. Sinaro __________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com _____________________________________________________ Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting ------------------------------------------------------------ Tata Tertib Palanta RantauNet: http://rantaunet.org/palanta-tatatertib ____________________________________________________

