Assalamualaikum.Wr.Wb.

=== PENDIDIKAN TSAQAFAH (PENGETAHUAN BAGI ANAK-ANAK).

Memberikan Tsaqafah keilmuan bagi anak-anak adalah
merupakan tanggung jawab dari seorang ayah. Ada empat
hal yang perlu diperhatikan dalam pendidikan anak ini.
Pertama Keluarga, kedua Masjid, ketiga Peranan ilmu,
keempat media massa.

1)      Keluarga :

Keluarga mempunyai peranan yang penting dalam mendidik
kesadaran seorang anak. Baik dalam hal keilmuan,
ataupun agamanya. Bagi seorang ayah, wajiblah baginya
untuk duduk bersama-sama anaknya setiap hari dalam
berapa jam , baik untuk bermain, bercanda juga
memberikan ilmu kepada mereka. Memberikan penjelasan
akan buah pikiran cemerlang dari seorang ayah.
Janganlah sekali-kali seorang ayah beralasan bahwa
tidak ada waktu darinya untuk duduk bersama
anak-anaknya, karena kesibukannya sehari-hari.. Wajib
bagi seorang ayah mengkhusukan waktu buat mereka,
walau hanya sekejap saja, karena anak-anak adalah
tanggung jawab ayah.. Dalam hadist yang diriwayatkan
oleh Bukhari disebutkan : Dan bagi keluarga kamu ada
hak mereka atas kamu ?. Jadi anak-anak punya hak atas
ayahnya dalam hal waktu ini..

Dan beban ini jauh lebih besar kepada seorang ibu,
karena jelas sekali waktu yang banyak buat anak-anak
adalah seorang ibu, itu sebabnya pertama sekali dalam
pembahasan kita adalah husnul ikhtiar istri ( baik
dalam memilihkan calon ibu bagi anak-anak
kita).Pilihannya adalah berasaskan pada agama,
sebagaimana hadist yang telah kita sebutkan
sebelumnya. Wajib bagi seorang ayah menjelaskan pada
istrinya apa-apa yang pantas bagi istri dalam mendidik
anak-anaknya.

Dalam hal ini RT yang broken home akan sangat sulit
melaksanakannya. RT dimana kedua orang tua sering
berantam, bertengkar dan sang ayah atau sang ibu sibuk
diluar rumah tanpa memikirkan anak-anak mereka.
Tinggallah anak-anak bagai anak ayam kehilangan induk.
Ngak jelas kemana mereka harus berpegang. Kepada sang
ibu yang sibuk dengan urusannya sendiri, atau sang
ayah yang sibuk dengan kerja, atau pergaulannya baik
dengan teman dikantor, lingkungan, tetangga, apalagi
kalau punya  wanita lain, hal ini sangat-sangat
mengganggu mental sang anak.

2). Masjid.

Masjid dizaman rasulullah SAW bukan hanya sekedar
tempat shalat saja, tetapi banyak fungsi masjid ketika
itu. Masjid merupakan sumber pemikiran, pengetahuan
ummat islam. Disanalah di gembleng ummat untuk
berjihad di jalan Allah. Disana juga tempat
bermusyawarah akan urusan kaum muslimin, berkumpulnya
para umara dan ulama, tempat sumber keilmuan baik umum
ataupun agama. Dan rasulullah SAW tidak pernah
melarang anak-anak untuk kemasjid. Rasulullah SAW
membawa anak dari anaknya Zainab, Umamah, maka beliau
meletakkannya dimasjid.

Imam Abu Hamid Al Ghazali rahimahullahu mengatakan : ?
Tidak apa-apa anak-anak kecil masuk masjid, apabila
mereka bukan untuk bermain, dan tidak pula diharamkan
bagi mereka apabila mereka bermain, tapi sebaiknya
dijaga agar mereka terbiasa menghormati mesjid.
Apabila bermain menjadi kebiasaan mereka di mesjid
barulah dilarang. Dalil kehalalannya.

Didalam shaihaini Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW
berdiri karena ?Aisyah ra, sehingga ?Aisyah melihat 
kaum Habsyah berlari, dan mereka bermain di halaman
mesjid pada saat hari raya, dan tak diragukan lagi,
kalau saja Habsyah mengambil mesjid itu untuk tempat
permainan, pasti akan beliau larang.
Ada sebuah hadist yang melarang anak-anak bermain di
mesjid mereka mengambil dalil dari wasilah hadist
marfuu?an : ? jauhilah anak-anak kamu dari mesjid ?.
Hadist ini lemah dan bertentangan dengan hadist yang
shahih sebagaimana yang kita sebutkan sebelumnya.

Boleh bagi seorang ayah membawa anak-anaknya kemesjid
untuk shalat jamaah, dan menyuruhnya untuk duduk
dengan tenang, dan jangan mengganggu orang-orang yang
sedang shalat, dan boleh saja bagi seorang ayah
memberikan permainan(mainan) untuk anaknya agar dia
duduk tenang dan bermain didalam mesjid dengan
mainannya itu..

Kehadiran anak-anak yang sering-sering di mesjid
mempunyai faedah yang cukup banyak, diantaranya : 

A ). Akan menimbulkan prinsip-prinsip dasar pengajaran
tentang islam didalam jiwa anak sejak dari kecilnya.
Anak akan sering menyaksikan shalat jamaah, melihat
muslimin berdiri saling dekat dalam bermunajat kepada
Allah SWT. Tidak ada perbedaan antara sikaya dan
simiskin, atau yang pejabat dan yang bawahan, kecil
atau besar. Semua dihadapan Allah sama. Disamping
menanamkan dalam jiwa sang anak akan ukhuwah keimanan
didalam Islam, pengajaran ilmiyah bagaimana cara
mencintai muslimin dan orang-orang yang shalat,
sebahagian sesama mereka saling mencintai dalam
ukhuwah Islamiyah, ukhuwah keimanan, ukhuwah yang
benar, mengunjungi sisakit, menolong bagi yang
membutuhkan.

Rasulullah SAW bersabda : ?  Perumpamaan mukminin
sebahagian sesama mereka dalam hal kasih sayang dan
kecintaan juga kelembutan, seumpama jasad yang satu,
apabila sakit anggota tubuh yang satu, maka akan
merasa sakitlah anggota tubuh lainnya ?.

Inilah asal ummat Islam itu. Sebahagian ada yang
mengatakan, bahwa mesjid hari ini, tidak sama dengan
fungsi mesjid zaman dahulu kala. Mesjid zaman sekarang
hanya sekedar untuk shalat kemudian masing-masing
pergi sesuai dengan jalan masing-masing, tanpa ada
saling bertanya akan keadaan sesama muslimin lainnya,
apakah sakit atau bagaimana. Namun tentu masih ada
mesjid yang berpegang sebagaimana mesjid dizaman
rasulullah SAW, dan itu sangat sedikit sekali
jumlahnya.

B ). Anak-anak akan terbiasa kemesjid semenjak
kecilnya, dan sudah menjadi darah dagingnya untuk
shalat berjamaah dan selalu kemesjid  itu. Apabila
anak-anak semenjak dari kecil tidak terbiasa kemesjid,
maka akan susah besarnya kelak untuk membiasakan
dirinya kemesjid.

Benarlah apa yang dikatakan pepatah : ? Pemuda akan
tumbuh berkembang sebagaimana yang dibiasakan oleh
ayahnya semenjak kecil lagi ?.

Didalam hadist yang diriwayatkan oleh Bukhari dan
Muslim. Tujuh yang mendapat naungan Allah kelak dihari
kiamat, dimana tidak ada perlindungan selain naungan
Allah SWT, salah satunya adalah : ? Seseorang yang
hatinya terpaut dengan mesjid?..

Alangkah indahnya bila sang anak sejak kecilnya hati
telah terpaut dengan mesjid, selalu mendengarkan azan,
mungkin inilah sebabnya tatkala anak lahir yang
pertama sekali dilakukan oleh ayahnya adalah
mengazankannya.Ini berfungsi untuk menjauhkan syetan
dari dalam diri sang anak. Yang demikian karena syetan
apabila mendengar azan akan berlari terbirit-birit ?.
Dalam hadist shahih disebutkan ? Apabila dipanggil
waktu shalat oleh muadzzin, maka syetanpun akan
berlari ..?.

C ) Kehadiran anak-anak di mesjid merupakan suatu
pengajaran baginya dalam menuntut ilmu agama, halaqah
tahfidzulQuran, juga masuk didalam pustaka mesjid akan
membiasakan anak-anak membaca buku-buku agama yang
bermanfaat melalui kisah-kisah yang ada dalam AlQuran,
sejarah Rasulullah dan para sahabat/shahabiah,
sebagaimana kehadiran anak-anak lelaki dalam shalat
jumat , membiasakan mendengar khutbah khatib, juga
akan menimbulkan perasaan bahwa muslimin itu mempunyai
kekuatan dalam persatuan, dan hal ini akan tertanam
dan tertancap didalam sanubari sang anak, yang mana
sulit menerapkannya secara teori, karena bukanlah ia
ilmu teori, tetapi amaliyah yang diaplikasikan
langsung dengan perbuatan.

D ). Membiasakan anak kemesjid merupakan membiasakan
dirinya dalam pemilihan teman yang baik, menjauhi
teman yang buruk. Dalam hadist disebutkan : ?
Seseorang itu dilihat dari temannya ?. Juga menjauhi
hal-hal yang membawa perbuatan haram dan syubhat,
pelanggaran dan pelecehan sexual dari segala macam
segi. Terbiasa dengan berteman dengan orang-orang yang
baik akan memberi manfaat baginya dunia dan
akhiratnya.

3 ). Peranan TK dan Sekolah.

Dari hal-hal yang harus diperhatikan oleh sang ayah
adalah pendidikan anaknya semasa TK dan juga SD-PT.

Tk dan Sekolah mempunyai peranan penting dalam
pembentukan pribadi sang anak. Oleh sebab itu wajib
bagi sang ayah memilihkan anaknya tempat atau sekolah
yang baik dari segi keilmuan dan langkah dalam
membentuk kepribadian dan akhlak anak-anaknya
disekolah tersebut.

Sudah menjadi kebiasaan anak-anak meniru dari yang
lebih dewasa padanya. Oleh sebab itu pilihkanlah oleh
sang ayah seorang guru yang baik, yang berakhlak, yang
berilmu dan tahu agama, karena guru merupakan contoh
tauladan bagi sang anak didik. Sekolah bagi anak
merupakan ibu kedua setelah ibu kandungnya dirumah.
Terutama bagi anak-anak yang masih TK.

Wajiblah bagi sang ayah memberikan seorang guru bagi
anak-anaknya guru yang mengajarkannya agama, bacaan
AlQuran dan menghafalkannya, karena inilah yang
dilakukan oleh para sahabat zaman dahulu, baik umara,
ataupun ulamanya melakukan penggemblengan anak
semenjak kecil lagi  akan pendidikan AlQuran dan
menghafalnya, setelah itu hadist-hadit rasulullah SAW.
Sehingga tak heran anak-anak zaman dahulu kala banyak
yang hafal AlQuran dan hadist semenjak umur mereka
belum mencapai 10 tahun lagi.

?Utbah bin Abi Sufyan memberikan pengajaran pada
anak-anaknya dengan perkataannya yang cemerlang : ?
hendaklah yang pertama sekali engkau lakukan dalam
perbaikan dan pengajaran serta pendidikan anak-anak
kamu adalah perbaiki dulu diri kamu. Maka sesungguhnya
mata mereka tertuju pada apa yang dilihat didepan mata
mereka, maka apa yang baik menurut mereka adalah apa
yang baik engkau lakukan, dan buruk menurut mereka apa
yang buruk menurut kamu, ajarkanlah pada mereka kitab
Allah(AlQUran), jangan sekali-kali mereka membenci
AlQuran, dan sampai mereka bosan membaca dan
mendalaminya, sehingga mereka meninggalkannya,
kemudian ajarkan mereka sya?ir yang baik, dan
hadist-hadist rasulullah SAW, dan jangan sampai engkau
mengeluarkan mereka dari cinta keilmuan, sehingga
mereka berhukum pada selain AlQuran dan Hadist , semua
ini akan membawa kesesatan pada mereka bila tak
membiasakan mereka berhukum pada hukum Allah ?. 

Diriwayatkan bahwa Mufaddal bin Zaid suatu kali
melihat  anak seorang perempuan dari Arab Badui. Dan
ia terkagum, kemudian ia bertanya pada perempuan itu
akan keadannya, maka dijawab oleh perempuan itu. : ?
Jika sampai umur lima tahun, maka aku serahkan ia pada
seorang pendidik, kemudian ia mulai menghafal AlQuran,
diajarkan hadist, maka tatkala sampai ia baligh aku
serahkan ia pada seorang guru untuk belajar berkuda,
mempergunakan pedang, senjata, dan terbiasa dengan
suara bom ?.

Sungguh benar apa yang dikatakan seorang penyair : ?
Adab akan bermanfaat bagi seorang anak semenjak
kecilnya, dan tidak akan bermanfaat bila diajarkan
sudah besar. Sesungguhnya dahan pohon apabila engkau
telah meluruskannya sejak kecil lagi, maka ia akan
lurus sampai dewasa kelak, dan bila telah besar pohon
itu, maka engkau tak akan bisa melunakkannya kembali,
sebagaimana pohon kalau sudah besar sangatlah keras
batangnya, susah untuk diluruskan, kalau sudah tumbuh
bengkok dari kecilnya. ?.

Apabila anak kamu telah baligh dan mencapai
kedewasaan, maka masukkanlah ia keperguruan yang baik,
yang berpotensi, jangan engkau masukkan ia kesekolah
Kristen, maka ajaran Kristenlah yang melekat
didadanya, biasakanlah anak-anak untuk rajin membaca
buku yang bermanfaat dunia dan akhiratnya,
mendengarkan siaran yang menimbulkan gairah keilmuan
dan keagamaannya, bukan siaran porno dan merusak jiwa
dan akhlaknya.

4 ). Media lainnya, seperti media massa.

Bacaan yang dibaca seorang anak haruslah diperhatikan.
Jangan sang anak terbiasa membaca cerita si kancil
yang suka mencuri ketimun, maka akan terpatrilah dalam
jiwanya sifat licik yang suka mencuri, suka berbohong,
rakus dan sebagainya. Biasakanlah anak-anak membaca
buku keilmuan, buku sejarah nabi, para rasulullah dan
sahabat, serta ulama yang mulia. 

Bacaan sangatlah berpengaruh dalam pembentukan
kepribadian sang anak.
Wajib bagi orang tua untuk lebih mendahulukan anak
mencintai bacaan, sebelum ia mengenal komputer. Anak
yang suka membaca buku akan sangat gampang baginya
untuk memilih program di komputer, memilih yang baik
untuknya, ketimbang anak yang belum terbiasa membaca
buku, langsung komputer, maka akan terpatri bagi
dirinya untuk membuka game, situs-situs yang tak
bermanfaat sama sekali, bahkan merusak jiwanya. Lemah
dalam bidang komputer maka akan gampang mengobatinya,
ketimbang lemah dalam kebiasaan membaca buku, sulit
untuk pengobatannya. Karena godaan di komputer  jauh
lebih besar lagi.

Maka membiasakan anak-anak untuk mengunjungi
pustaka-pustaka dan membiasakan mereka untuk membaca
buku, majalah yang baik akan sangat penting untuk
keilmuan mereka kelak. Begitupun membiasakan mereka
dalam rihlah(perjalanan) ilmiyah sangatlah penting
untuk membuka wawasan mereka akan negerinya, juga alam
yang diciptakan Allah ini. Memperlihatkan pada mereka
filim-filim akan penemuan tentang rahasia alam,
langit, bumi, laut, bintang dan lainnya. Alam hewan,
semua ini bisa dicapai dengan cepat dengan media
komunikasi melalui televisi ataupun video. Janganlah
anak diberikan tontonan yang tak senonoh, tapi
biasakan mereka menonton kekayaan alam dan ciptaan
Allah ini. 


Rasulullah SAW telah mencontohkan media foto atau
gambar dalam menjelaskan suatu hal. Dari Abdullah bin
Mas?ud ra, ia berkata : ? rasulullah menggambarkan
pada kami akan garis persegi empat, juga garis yang
diluar itu, kemudian dalam garis tersebut dibuat lagi
garis kecil-kecil, yang mana di tengah-tengahnya.
Beliau bersabda : ? Garis Yang ini manusia, sementara
garis yang satu lagi adalah ajalnya yang selalu
meliputinya, dan yang diluar ini cita-citanya, dan
garis-garis kecil ini adalah tantangan manusia,
kejadian-kejadian yang akan dihadapinya, baik yang
secara tiba-tida ataupun yang telah teratur rapi?.dst
?.(H.R Bukhari). 
Demikianlah Rasulullah mencontohkan pengajaran dengan
gampang melalui gambaran.

Bagaimana sifat seorang ayah yang berhasil???

Bersambung?..


__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

_____________________________________________________
Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://rantaunet.org/palanta-setting
------------------------------------------------------------
Tata Tertib Palanta RantauNet:
http://rantaunet.org/palanta-tatatertib
____________________________________________________

Kirim email ke