Assalamu'alaikum,

Sanak kasadonyo, kok di ambo tarimonyo dari palanta-request, bukan dari 
palanta sajo, trus subjectnyo pakai digest bagai. 
Ba'a caroe bia normal soman daolu pak moderator?
On N/A, [EMAIL PROTECTED] wrote :

> Send palanta mailing list submissions to
>       [email protected]
> 
> To subscribe or unsubscribe via the World Wide Web, visit
> 
        http://minang.rantaunet.org/mailman/listinfo/palanta_minang.rantaun
et.org
> 
> or, via email, send a message with subject or body 'help' to
>       [EMAIL PROTECTED]
> 
> You can reach the person managing the list at
>       [EMAIL PROTECTED]
> 
> When replying, please edit your Subject line so it is more specific
> than "Re: Contents of palanta digest..."
> 
> 
> Today's Topics:
> 
>    1. Re:  Penulisan al Quran, kapan?  (zul amri)
>    2. Re:  Amien Rais Tak Ingin Menjadi "Kancil Pilek"   (zul amri)
>    3. Re:  Re: Kodak MIA ([EMAIL PROTECTED])
>    4.  Ternyata, Biaya Pendidikan tidak Semuanya Gratis (zul amri)
>    5.  Dukuangan ka GAMMA samangkin maningkek (Mulyadi)
>    6. RE:  Amien Rais Tak Ingin Menjadi "Kancil Pilek"   (HRM.Jambak)
>    7. RE:  Amien Rais Tak Ingin Menjadi "Kancil Pilek"   (HRM.Jambak)
> 
> 
> ----------------------------------------------------------------------
> 
> Message: 1
> Date: Wed, 15 Jun 2005 18:33:53 -0700 (PDT)
> From: zul amri <[EMAIL PROTECTED]>
> Subject: Re: [EMAIL PROTECTED] Penulisan al Quran, kapan? 
> To: [email protected]
> Message-ID: <[EMAIL PROTECTED]>
> Content-Type: text/plain; charset=iso-8859-1
> 
> 
> 
> darul <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> ----- Original Message -----
> From: "Sutan Sinaro" 
> To: 
> 
> Sent: Monday, June 13, 2005 9:45 PM
> Subject: Re: [EMAIL PROTECTED] Penulisan al Quran,kapan? ........ Pemerintahan
> yang 'adil (10)
> 
> 
> 
> Assalamualaikum WW
> 
> Tarimo Kasih St Sinaro, alah siang ak ari, alah tarang bak siang jadino
> kini. Jadi saharusno nan diakarajokan disaat Abu Bakar RA nantun adolah
> mambuek Al Quran jadi bantuak buku (musahaf), indak al Quran ditulih saat
> Abu Bakar doh. Jadi palajaran disikola harus direvisi tuh. Maaf, nan 
takana
> diingatan ambo bahaso al Quran ditulih dijaman Abu Bakar RA dek saat itu
> banyak hafids nan maningga dek parang, mako logika mbo mangecekan 
sabalunno
> al Quran hanyo diapa, dan nan ado dikapalo mbo ko adolah salah. Sia nan
> salah iyo bahan ajaran saisuak.
> 
> Ambo jadi batanyo pulo, tapi injan dimasuakan jadi urang nan cerewet 
batanyo
> lo nantik. Apokoh ado sisa transcript al Qurana nantun, jikok ado di ma
> kiro-kiro museum nan manyimpanno. Iyo ingin pulo awak pai mancaliakno.
> 
> Wassalam WW
> St. Parapatiah
> 
> 
> 
> Assalamualikum wr.wb:
> 
>  
> 
> Saya pernah membaca disuatu tulisan  bahwa Al Qur’an dicetak pertama 
kali dalam bentuk buku adalah pada awal abad ke 12 Hijriah , tepatnya th 
1694 Masehi di Hamburg Jerman  . 
> 
>  
> 
> Dizaman Khalifah Abu Bakar dan Umar bin Khatab Al Qur’an  telah mulai 
ditulis  pada media pelepah korma , batu , dan tulang belulang . Penulis 
Al Qur’an terkenal adalah Zaid bin Tsabit dan sebelumnya  al Qur’an hanya 
dihapalkan   oleh para sahabat . 
> 
>  
> 
> Namun sewaktu perang Yamamah yakni perang melawan Musailamah al Kazab 
yang mengaku sebagai Nabi , banyak dari penghapal Al Qur’an tersebut yang 
gugur dimedan perang , maka atas usulan Umar pada Abu Bakar mulai 
dilakukan penulisan Al Qur’an .
> 
>  
> 
> Pada zaman Khalifah Usman al Qur’an mulai ditulis dalam satu mushaf tapi 
tidak dalam satu lahjah dan terdiri dari tujuh macam bentuk bacaan yang 
dikenal dengan “qira-atus Sab’ah”  dan pada jaman khalifah Usman pula al 
Qur’an diberi garis dan titik. , yang memberi titik adalah Nashar bin 
Ashim , sedangkan yang memberi baris Khalil Ibnu Ahmad “
> 
>  
> 
> Wasslam :h. zul amry piliang ( 57 th )  di Jimbaran bali
> 
> 
>               
> ---------------------------------
> Discover Yahoo!
>  Find restaurants, movies, travel & more fun for the weekend. Check it 
out!
> 
> ------------------------------
> 
> Message: 2
> Date: Wed, 15 Jun 2005 18:53:40 -0700 (PDT)
> From: zul amri <[EMAIL PROTECTED]>
> Subject: Re: [EMAIL PROTECTED] Amien Rais Tak Ingin Menjadi "Kancil Pilek"
>       
> To: [email protected]
> Message-ID: <[EMAIL PROTECTED]>
> Content-Type: text/plain; charset=iso-8859-1
> 
> Sanak Sutan Sinaro dan Sanak palanta yth :
>  
> Tiadak mau  jadi kancil pilek tentu maunya jadi kancil yang sehat , 
cerdik dan pintar yang bisa mengecoh petani , buaya dan raja hutan 
sekalipun . Ada satu fabel lain ( fabel = cerita dongeng tentang dunia 
binatang ) yakni tentang tikus dan kucing . Disaat para tikus sudah 
bersepakat untuk mangalungkan sebuah genta / lonceng pada leher sikucing 
dengan maksud mengebiri keuasaan sang kucing . maka semua tikus pada enjot 
enjotan saling tidak mau , karena takut dicakar oleh sang kucing . Maka 
dengan beraninya tokoh kita ini maju mengalungkan genta tersebut , dan 
sikucing tak berdaya untuk mencakar "par exelence"  tikus  ini .
> Banyak hal menarik pada tokoh kita ini , disaat orang lain belum 
memikirkan beliau telah melaksanakan , yakni keharusan adanya suksesi 
sebelum tahun 1997 , dan salah satu warga negara indonesia yang berani 
mancalonkan diri menjadi calon presiden yang dianggap tabu kala itu .
> Kalau toh akhirnya tak berhasil mungkin salah dalam mengatur strategi , 
karena beliau  hanya mengandalkan otak . Padahal kalau mau berhasil 
disamping otak ( cendekiawan, teknorat , pemimpin agama ) tentunya perlu 
dukungan otot ( abri , grass root ) juga .
> Tapi nggak papa karena masih ada kesempatan , yang penting biar sasaran 
belum tercapai , tapi medan telah dikuasai , sampai  jumpa ditahun 2009 .
>  
> zul amry piliang
> 
> Sutan Sinaro <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Assalamu'alaikum.w.w.
> 
> Kritik ambo ka Amin ciek se nyo mak Zul.
> Amin takuik ndak polpuler sahinggo indak berani
> managakkan negara Islam, sahinggo PAN manjadi partai
> terbuka dengan plafon Nasionalis. Padahal Amin tahu
> hadits Nabi saw. bahaso barang siapo nan managakkan
> fanatik apakah kedaerahan atau nasionalisme, mako
> mereka
> bukan dari golongan nabi. Dan inyo tahu juo dulu
> Soekarno mungkir janji jo para ulama dan politisi
> Indonesia untuak managakkan negara Islam. Katiko inyo
> di ateh sebagai ketua MPR, inyo ndak barani
> mangaluakan
> nan sabananyo. Padahal sabar dalam musibah memang
> basaba
> dalam istilah awak, tapi sabar dalam perjuangan bukan
> saba tapi berani.
> Di siko kanainyo Amin Rais.
> Itu sen dari ambo mak zul.
> 
> Wassalam
> 
> St. Sinaro
> 
> 
> --- zul amri wrote:
> 
> > Mungkin ini istilah baru dalam peta perpolitikan
> > Indonesia , coba simak pernyataan Bpk Amin Rais
> > seperti yang disiarkan SCTV berikut ini .
> > 
> > Liputan6.com, Jakarta: 
> > 
> 
>               
> ---------------------------------
> Yahoo! Mail
>  Stay connected, organized, and protected. Take the tour
> 
> ------------------------------
> 
> Message: 3
> Date: Thu, 16 Jun 2005 09:13:24 +0700
> From: [EMAIL PROTECTED]
> Subject: Re: [EMAIL PROTECTED] Re: Kodak MIA
> To: "Madahar (madahar)" <[EMAIL PROTECTED]>
> Cc: RANTAUNET <[email protected]>
> Message-ID:
>       <OF05672DD4.E31A12ED-ON47257022.000BEC8D-
[EMAIL PROTECTED]>
> Content-Type: text/plain; charset=us-ascii
> 
> 
> Mak,
> Walau agak talembe, tolong dilewakan kodak MIA tu ka japri se.
> Kok pabilo pulang kampuang bia indak takajui lai beko.
> 
> tarimo kasih
> _____________________
> Fauzi Laparta
> 
> 
> 
> 
> 
> ------------------------------
> 
> Message: 4
> Date: Wed, 15 Jun 2005 19:11:52 -0700 (PDT)
> From: zul amri <[EMAIL PROTECTED]>
> Subject: [EMAIL PROTECTED] Ternyata, Biaya Pendidikan tidak Semuanya Gratis
> To: [email protected]
> Message-ID: <[EMAIL PROTECTED]>
> Content-Type: text/plain; charset=iso-8859-1
> 
> 
> Denpasar (Bali Post) , 16 Juni 2005
> 
> Ide pendidikan gratis masih memunculkan penafsiran berbeda. Direktur 
Pendidikan Menengah Kejuruan (Dikmenjur) Depdiknas Dr. Ir. Gatot Hari 
Priowirjanto meluruskan pengertian pendidikan gratis itu bukan berarti 
bebas segala-galanya. 
> 
> Ia menegaskan tidak semua biaya sekolah mampu ditanggung lewat dana 
subsidi BBM itu. Sekolah masih bisa memungut dari masyarakat sepanjang 
disetujui komite sekolah. ''Jadi, tak semuanya gratis. Ini yang perlu 
diluruskan,'' ujar Gatot usai acara peletakan batu pertama pembangunan 
lobi lab hotel di Politeknik Negeri Bali (PNB), Rabu (15/6) kemarin. 
> 
> Ia menegaskan, dari puluhan jenis pengeluaran sekolah, mungkin hanya 
lima poin yang bisa ditanggung oleh pemerintah. Selebihnya ditalangi 
sendiri oleh sekolah lewat dana masyarakat. Apalagi sekolah yang membuka 
kelas internasional dan percepatan tak mungkin digratiskan karena 
memerlukan biaya besar. 
> 
> Ia memperkirakan 5-10 persen sekolah dibiarkan otonom, sedangkan sekolah 
yang pelayanannya masih standar tetap dibantu pemerintah. Namun, bagi 
siswa miskin harus dilayani semua sekolah secara gratis. Ia menjelaskan, 
pemerintah dan DPR masih sedang membahas tentang pola dan distribusi 
bantuan tersebut. Bahkan ia mengusulkan 270.000 siswa SMK menerima 
beasiswa tahun ini karena mereka kebanyakan dari masyarakat menengah ke 
bawah.
> 
> Direktur PNB IB Sanjaya, S.E., M.M. langsung merespons program tersebut. 
Bagi 10 besar dalam Pekan Kompetensi Siswa (PKS) SMK di PNB, langsung 
diterima di PNB. Bahkan jika nanti menjadi lima besar di kelas diberikan 
pendidikan gratis selama setahun. PNB, kata dia, juga memberi kemudahan 
kepada 11 SMK di Jatim, Bali dan NTB yang siswanya melanjutkan studi 
karena terkait dengan program Comunnity Collage.
> 
> Ketua Dewan Pendidikan Kota Denpasar Ir. Putu Rumawan Salain mengatakan 
istilah pendidikan gratis ini bisa menjebak masyarakat sehingga terkesan 
gratis segala-galanya. Usai memimpin rapat pleno Rabu kemarin, Rumawan 
menduga ini hanya program populis dan politis. 
> 
> Pengamat pendidikan, Wayan Geria juga sepakat istilah pendidikan gratis 
ini harus dirumuskan secara benar sehingga tak keburu diterima masyarakat 
serba bebas. Bahkan Konsultan Pendidikan, Drs. AA Gede Agung menilai 
pendidikan gratis ini bertentangan dengan program Manajemen Peningkatan 
Mutu Berbasis Sekolah (MPMBS). MPMBS sebagai bagian desentralisasi 
pendidikan merangkul potensi masyarakat karena sekolah dianggap paling 
tahu keperluan dan potensinya. (025)
> 
> 
>  
> 
>               
> ---------------------------------
> Discover Yahoo!
>  Find restaurants, movies, travel & more fun for the weekend. Check it 
out!
> 
> ------------------------------
> 
> Message: 5
> Date: Thu, 16 Jun 2005 10:11:41 +0700
> From: "Mulyadi" <[EMAIL PROTECTED]>
> Subject: [EMAIL PROTECTED] Dukuangan ka GAMMA samangkin maningkek
> To: <[email protected]>
> Message-ID: <[EMAIL PROTECTED]>
> Content-Type: text/plain;     charset="iso-8859-1"
> 
> Alasan Kenapa Dukungan Terus Mengalir Pada Pasangan GAMMA
> * "Pasangan yang Telah Memberikan Bukti
> Oleh admin padek 1
> Kamis, 16-Juni-2005, 10:47:05 11 klik
> 
> "Maambiak contoh ka nan sudah, mambiak tuah ka nan manang", alasan inilah
> yang menjadi pertimbangan bagi berbagai organisasi, kelompok, perhimpunan
> atau perorangan dalam memberikan dukungan pada pasangan H Gamawan Fauzi 
SH
> MM Dt Rajo Nan Sati dan Prof Dr H Marlis Rahman MSc (GAMMA) pada 
pemilihan
> kepala daerah langsung (Pilkadal) yang akan berlangsung 27 Juni 
mendatang.
> Dukungan bukan hanya datang dari kalangan atas tetapi juga sampai ke akar
> rumput.
> 
> "Keharuman" nama Gamawan sebagai bupati yang anti korupsi seakan telah
> terpatri dalam hati masyarakat, meski di antara mereka ada yang belum
> mengenal wajah Gamawan secara utuh dari dekat, tetapi siapa dan apa yang
> telah dilakukanny selama ini seakan kental dalam ingatan. Dambaan dan
> keinginan agar Gamawan yang berpasangan dengan Marlis Rahman untuk 
terpilih
> sebagai gubernur dan wakil gubernur bukan hanya angan-angan, mereka pun
> berbuat dan memberikan dukungan moril.
> 
> Tanpa ada yang mengomandoi, bak air mengalir dukungan dari sejumlah 
elemen
> terus berdatangan, baik sebelum kamapnye maupun saat kampanye 
berlangsung.
> Dukungan dan amanah yang diberikan disambut GAMMA dengan seulas senyum,
> sebagai tanda terima kasih atas keikhlasan yang diberikan sejumlah elemen
> masyarakat tersebut. Tetapi di balik itu, tak lupa kalimat "Ini suatu 
rahmat
> dan amanah yang harus kami emban, bila ditakdirkan terpilih," ujar 
pasangan
> dengan No urut 3 pada Pilkadal mendatang.
> 
> Dukungan yang telah mengalir antara lain, dari pamong senior di Sumbar,
> mulai dari Ir Azwar Anas (mantan gubernur Sumbar) hingga para mantan
> walikota/sekda/ dan pejabat-pejabat lainnya yang cukup dekat dengan 
rakyat.
> Selanjutnya dukungan dari Forum Komunikasi Putra-putri Purnawirawan
> Indonesia (FKPPI) Sumatera Barat, Muhammadhan (warga keturunan India) 
yang
> jumlah anggotanya sekitar 8.000 kepala keluarga, Parmusyi, dan Dewan 
Dakwah
> Islamiyah (DDI) Indonesia serta organisasi lain.
> 
> Secara emosional dan pribadi, organisasi yang mendukung tadi tak ada
> ikatannya dengan GAMMA. Tetapi alasan memberikan dukungan hampir sama,
> Gamawan-Marlis merupakan pasangan terbaik dari pasangan yang maju saat 
ini.
> Hal ini berdasarkan pertimbangan dan melihat contoh pada masa lalu. 
Terbukti
> GAMMA telah memberikan bukti pada negeri ini, anti korupsi. Korupsi
> merupakan pemicu terpuruknya bangsa Indonesia dan semakin menjertinya 
rakyat
> dengan himpitan ekonomi. (***)
> 
> 
> 
> 
> 
> ------------------------------
> 
> Message: 6
> Date: Thu, 16 Jun 2005 10:20:14 +0700
> From: "HRM.Jambak" <[EMAIL PROTECTED]>
> Subject: RE: [EMAIL PROTECTED] Amien Rais Tak Ingin Menjadi "Kancil Pilek"
>       
> To: <[email protected]>
> Message-ID:
>       <[EMAIL PROTECTED]>
> Content-Type: text/plain;     charset="iso-8859-1"
> 
> Pada waktu Habibie ditolak LPJ-nya maka berkumpullah para tokoh politik 
dan
> Panglima TNI kecuali Megawati. Dalam pertemuan itu semua mengusulkan dan
> menyetujui agar Amien Rais yg maju tuk menjadi Presiden RI, namun 
sayangnya
> tokoh kita ini menolak bahkan mengusulkan Gus Dur.
> Gus Dur terpilih menjadi Presiden dan kemudian usulan Amien pula yg
> melengserkan Gus Dur.
> Sejak penolakan Amien menjadi PResiden dan pelengseran Gus Dur dari kursi
> Presiden membuahkan berkurangnya kepercayaan para elite politik kita
> terhadap Amien. Beliau dianggap mencla mencle.
> 
> Herman
> 
> 
> 
> -----Original Message-----
> From: [EMAIL PROTECTED]
> [mailto:[EMAIL PROTECTED] Behalf Of zul amri
> Sent: Thursday, June 16, 2005 8:54 AM
> To: [email protected]
> Subject: Re: [EMAIL PROTECTED] Amien Rais Tak Ingin Menjadi "Kancil Pilek"
> 
> 
> Sanak Sutan Sinaro dan Sanak palanta yth :
> 
> Tiadak mau  jadi kancil pilek tentu maunya jadi kancil yang sehat , 
cerdik
> dan pintar yang bisa mengecoh petani , buaya dan raja hutan sekalipun . 
Ada
> satu fabel lain ( fabel = cerita dongeng tentang dunia binatang ) yakni
> tentang tikus dan kucing . Disaat para tikus sudah bersepakat untuk
> mangalungkan sebuah genta / lonceng pada leher sikucing dengan maksud
> mengebiri keuasaan sang kucing . maka semua tikus pada enjot enjotan 
saling
> tidak mau , karena takut dicakar oleh sang kucing . Maka dengan beraninya
> tokoh kita ini maju mengalungkan genta tersebut , dan sikucing tak 
berdaya
> untuk mencakar "par exelence"  tikus  ini .
> Banyak hal menarik pada tokoh kita ini , disaat orang lain belum 
memikirkan
> beliau telah melaksanakan , yakni keharusan adanya suksesi sebelum tahun
> 1997 , dan salah satu warga negara indonesia yang berani mancalonkan diri
> menjadi calon presiden yang dianggap tabu kala itu .
> Kalau toh akhirnya tak berhasil mungkin salah dalam mengatur strategi ,
> karena beliau  hanya mengandalkan otak . Padahal kalau mau berhasil
> disamping otak ( cendekiawan, teknorat , pemimpin agama ) tentunya perlu
> dukungan otot ( abri , grass root ) juga .
> Tapi nggak papa karena masih ada kesempatan , yang penting biar sasaran
> belum tercapai , tapi medan telah dikuasai , sampai  jumpa ditahun 2009 .
> 
> zul amry piliang
> 
> Sutan Sinaro <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Assalamu'alaikum.w.w.
> 
> Kritik ambo ka Amin ciek se nyo mak Zul.
> Amin takuik ndak polpuler sahinggo indak berani
> managakkan negara Islam, sahinggo PAN manjadi partai
> terbuka dengan plafon Nasionalis. Padahal Amin tahu
> hadits Nabi saw. bahaso barang siapo nan managakkan
> fanatik apakah kedaerahan atau nasionalisme, mako
> mereka
> bukan dari golongan nabi. Dan inyo tahu juo dulu
> Soekarno mungkir janji jo para ulama dan politisi
> Indonesia untuak managakkan negara Islam. Katiko inyo
> di ateh sebagai ketua MPR, inyo ndak barani
> mangaluakan
> nan sabananyo. Padahal sabar dalam musibah memang
> basaba
> dalam istilah awak, tapi sabar dalam perjuangan bukan
> saba tapi berani.
> Di siko kanainyo Amin Rais.
> Itu sen dari ambo mak zul.
> 
> Wassalam
> 
> St. Sinaro
> 
> 
> --- zul amri wrote:
> 
> > Mungkin ini istilah baru dalam peta perpolitikan
> > Indonesia , coba simak pernyataan Bpk Amin Rais
> > seperti yang disiarkan SCTV berikut ini .
> >
> > Liputan6.com, Jakarta:
> >
> 
> 
> ---------------------------------
> Yahoo! Mail
>  Stay connected, organized, and protected. Take the tour
> _____________________________________________________
> Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke:
> http://rantaunet.org/palanta-setting
> ------------------------------------------------------------
> Tata Tertib Palanta RantauNet:
> http://rantaunet.org/palanta-tatatertib
> ____________________________________________________
> 
> 
> 
> ------------------------------
> 
> Message: 7
> Date: Thu, 16 Jun 2005 10:20:14 +0700
> From: "HRM.Jambak" <[EMAIL PROTECTED]>
> Subject: RE: [EMAIL PROTECTED] Amien Rais Tak Ingin Menjadi "Kancil Pilek"
>       
> To: <[email protected]>
> Message-ID:
>       <[EMAIL PROTECTED]>
> Content-Type: text/plain;     charset="iso-8859-1"
> 
> Pada waktu Habibie ditolak LPJ-nya maka berkumpullah para tokoh politik 
dan
> Panglima TNI kecuali Megawati. Dalam pertemuan itu semua mengusulkan dan
> menyetujui agar Amien Rais yg maju tuk menjadi Presiden RI, namun 
sayangnya
> tokoh kita ini menolak bahkan mengusulkan Gus Dur.
> Gus Dur terpilih menjadi Presiden dan kemudian usulan Amien pula yg
> melengserkan Gus Dur.
> Sejak penolakan Amien menjadi PResiden dan pelengseran Gus Dur dari kursi
> Presiden membuahkan berkurangnya kepercayaan para elite politik kita
> terhadap Amien. Beliau dianggap mencla mencle.
> 
> Herman
> 
> 
> 
> -----Original Message-----
> From: [EMAIL PROTECTED]
> [mailto:[EMAIL PROTECTED] Behalf Of zul amri
> Sent: Thursday, June 16, 2005 8:54 AM
> To: [email protected]
> Subject: Re: [EMAIL PROTECTED] Amien Rais Tak Ingin Menjadi "Kancil Pilek"
> 
> 
> Sanak Sutan Sinaro dan Sanak palanta yth :
> 
> Tiadak mau  jadi kancil pilek tentu maunya jadi kancil yang sehat , 
cerdik
> dan pintar yang bisa mengecoh petani , buaya dan raja hutan sekalipun . 
Ada
> satu fabel lain ( fabel = cerita dongeng tentang dunia binatang ) yakni
> tentang tikus dan kucing . Disaat para tikus sudah bersepakat untuk
> mangalungkan sebuah genta / lonceng pada leher sikucing dengan maksud
> mengebiri keuasaan sang kucing . maka semua tikus pada enjot enjotan 
saling
> tidak mau , karena takut dicakar oleh sang kucing . Maka dengan beraninya
> tokoh kita ini maju mengalungkan genta tersebut , dan sikucing tak 
berdaya
> untuk mencakar "par exelence"  tikus  ini .
> Banyak hal menarik pada tokoh kita ini , disaat orang lain belum 
memikirkan
> beliau telah melaksanakan , yakni keharusan adanya suksesi sebelum tahun
> 1997 , dan salah satu warga negara indonesia yang berani mancalonkan diri
> menjadi calon presiden yang dianggap tabu kala itu .
> Kalau toh akhirnya tak berhasil mungkin salah dalam mengatur strategi ,
> karena beliau  hanya mengandalkan otak . Padahal kalau mau berhasil
> disamping otak ( cendekiawan, teknorat , pemimpin agama ) tentunya perlu
> dukungan otot ( abri , grass root ) juga .
> Tapi nggak papa karena masih ada kesempatan , yang penting biar sasaran
> belum tercapai , tapi medan telah dikuasai , sampai  jumpa ditahun 2009 .
> 
> zul amry piliang
> 
> Sutan Sinaro <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Assalamu'alaikum.w.w.
> 
> Kritik ambo ka Amin ciek se nyo mak Zul.
> Amin takuik ndak polpuler sahinggo indak berani
> managakkan negara Islam, sahinggo PAN manjadi partai
> terbuka dengan plafon Nasionalis. Padahal Amin tahu
> hadits Nabi saw. bahaso barang siapo nan managakkan
> fanatik apakah kedaerahan atau nasionalisme, mako
> mereka
> bukan dari golongan nabi. Dan inyo tahu juo dulu
> Soekarno mungkir janji jo para ulama dan politisi
> Indonesia untuak managakkan negara Islam. Katiko inyo
> di ateh sebagai ketua MPR, inyo ndak barani
> mangaluakan
> nan sabananyo. Padahal sabar dalam musibah memang
> basaba
> dalam istilah awak, tapi sabar dalam perjuangan bukan
> saba tapi berani.
> Di siko kanainyo Amin Rais.
> Itu sen dari ambo mak zul.
> 
> Wassalam
> 
> St. Sinaro
> 
> 
> --- zul amri wrote:
> 
> > Mungkin ini istilah baru dalam peta perpolitikan
> > Indonesia , coba simak pernyataan Bpk Amin Rais
> > seperti yang disiarkan SCTV berikut ini .
> >
> > Liputan6.com, Jakarta:
> >
> 
> 
> ---------------------------------
> Yahoo! Mail
>  Stay connected, organized, and protected. Take the tour
> _____________________________________________________
> Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke:
> http://rantaunet.org/palanta-setting
> ------------------------------------------------------------
> Tata Tertib Palanta RantauNet:
> http://rantaunet.org/palanta-tatatertib
> ____________________________________________________
> 
> 
> 
> ------------------------------
> 
> _______________________________________________
> palanta mailing list
> [email protected]
> http://minang.rantaunet.org/mailman/listinfo/palanta_minang.rantaunet.org
> 
> 
> End of palanta Digest, Vol 2, Issue 94
> **************************************
> 
> 
> 
> 


_____________________________________________________
Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://rantaunet.org/palanta-setting
------------------------------------------------------------
Tata Tertib Palanta RantauNet:
http://rantaunet.org/palanta-tatatertib
____________________________________________________

Kirim email ke