Assalamualaikum Wr. Wb.,

Dek lah lamo indak kalapau, ambo lai numpang lalu sajo, dicaliak
dunsanak saluruh dunia duduak disitu, maisok kansas, g. garam, komodore,
mahiruk kopi, teh talua, goreang pisang, lapek sagan dll.

Sasuadi judul diateh, terjun .... (tajun dari ma), ambo caliak presiden
awak ko lai cerdas lo social kemasyarakatannyo, disampiang mungkin iyo
lai cerdas / pintar di bangku sakolah.
Wass, syb.



Presiden Larang Isterinya Terjun di Politik dan Bisnis
Manila, Selasa

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengemukakan, secara tegas melarang
isterinya, Ibu Kristiani Herawati Yudhoyono, untuk terjun di bidang
politik dan bisnis, karena peran Ibu Negara mempunyai peran yang sangat
jelas, yakni menggeluti soal pendidikan dan kesehatan.
"Saya melarang isteri saya ikut berpolitik dan ikut bisnis segala
macam," kata Yudhoyono, disambut tepuk tangan hadirin pada pertemuan
dengan masyarakat Indonesia di Manila, Filipina, Senin (20/6) malam.
Pernyataan Presiden itu disampaikan ketika menjawab pertanyaan peserta
pertemuan, Budiono Santoso, mengenai peran isteri Yudhoyono.
"Itu salah satu terobosan, Posyandu, Puskesmas kita hidupkan kembali
karena sudah lama mati suri dan tidak merata di daerah-daerah," ujarnya.
Ia menegaskan bahwa sebagai Ibu Negara, isterinya mempunyai kapling yang
sangat jelas untuk menggeluti soal pendidikan dan kesehatan, seperti
menyosialisasikan wajib belajar, mendirikan perpustakaan keliling,
meninjau rumah sakit, turun ke Aceh, dan daerah-daerah yang terkena
gempa lainnya, serta hal-hal lain yang menyangkut sosial kemasyarakatan.
Presiden juga secara khusus menyampaikan bahwa dirinya akan menilai
kepemimpinan seorang bupati, walikota, dan gubernur dari perhatian atau
perhatiannya terhadap berbagai masalah kesehatan, pendidikan, dan
kesejahteraan di daerah yang menjadi tempat tugas dan tanggungjawabnya.
"Saya akan menilai kepemimpinan para bupati walikota dan gubernur
bagaimana atensinya terhadap kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan,"
tandasnya.
Kepala Negara menegaskan bahwa masalah kesehatan kini menjadi prioritas
pemerintahannya, terutama setelah ia mendapatkan laporan adanya soal
kekurangan gizi dan busung lapar di berbagai daerah.
Ia mengakui bahwa dalam masa reformasi selama tujuh tahun terakhir ini
agendanya lebih terpusat pada demokratisasi, kebebasan, kebebasan pers,
perombakan tatanan pemerintahan yang sentralistis, sehingga
pemberantasan kemiskinan dan pembangunan pedesaan kurang dilakukan.
"Oleh karena itu, ke depan tidak perlu mencari mengapa, mengapanya. Saya
tidak suka, kita harus melihat ke depan, sehingga dari tahun ke tahun
kita percepat penurunan angka-angka," katanya.
Kepala Negara menimpali, "Kita menyatakan perang terhadap penyakit
menular, seperti demam berdarah, malaria, TBC dan HIV AIDS."
Presiden juga menyebutkan bahwa pemerintah menggalakkan kembali Pekan
Kesehatan Nasional yang menghidupkan kembali imunisasi, penyuluhan,
kebersihan lingkungan dan sebagainya.
"Itu salah satu terobosan, Posyandu, Puskesmas kita hidupkan kembali
karena sudah lama mati suri dan tidak merata di daerah-daerah,"
tambahnya.
Menyangkut soal perlindungan tenaga kerja Indonesia (TKI) di luar
negeri, sebagaimana ditanyakan seorang peserta bernama Widianingsih,
Presiden menegaskan bahwa sebenarnya sebagian besar TKI di luar negeri
mendapatkan perlakuan yang baik, meskipun diakuinya, sebagian kecilnya
mendapatkan perlakuan yang tidak baik.
Yudhoyono menceritakan bahwa dirinya pernah berdialog dengan sekitar 50
dari 200 TKI yang baru tiba di Terminal III TKI Bandara Internasional
Soekarno-Hatta, Cengkareng, beberapa waktu lalu dari Timur Tengah.
"Sebanyak 90 persen menyatakan baik, tetapi ada sekitar 10 persen kurang
baik, itu ditelusuri kembali ke sana, yang mendapatkan perlakuan kurang
baik, mengapa?," katanya.
Ia juga berpesan kepada TKI yang dikirim keluar negeri, agar mengetahui
secara pasti tentang peraturan ketenagakerjaan, seperti soal kontrak,
gaji, dan perlindungan ketenagakerjaan agar jangan sampai merasa
terjebak. Ia menjanjikan, terus memperbaiki masalah perlindungan TKI di
luar negeri.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga menegaskan komitmen
pemeritnahannya untuk memberantas KKN dan menegakkan supremasi hukum.
"KKN jangan sampai terjadi lagi," demikian Presiden. (AntDna)  


_____________________________________________________
Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke:
http://rantaunet.org/palanta-setting
------------------------------------------------------------
Tata Tertib Palanta RantauNet:
http://rantaunet.org/palanta-tatatertib
____________________________________________________

Kirim email ke