Kalau korupsi jamaah yang terjadi di DPRD Sumatra Barat , sisi
manakah yang dominan apakah pragmatisme ingin cepat kaya ,
memang sudah turunnya nilai harga diri, atau hilangnya budaya
minang itu sendiri.
Tuesday, June 21, 2005, 8:04:27 AM, you wrote:
h> Dalam teori korupsi GONE, ada Greede, Opportunity, Need, dan Expose.
h> korupsi berawal dari greede, sikap yang tamak, rakus dan sejenisnya.
h> Akibat keinginan untuk memiliki barang yang lebih, penghasilan yang
h> lebih,
h> ingin cepat kaya, ini yang sering kali menjadi orang lupa. Akibatnya,
h> untuk
h> mendapat hal tersebut dilakukan jalan pintas , sehingga korup.
h> sebagian etnis minang dianggap memiliki karakter materialistik , dan
h> ada yg tamak/rakus ( greede ) , tapi disamping itu mereka masih punya
h> rasa harga diri yg tinggi , konsisten pada sikap ,jadi kalau pun
h> terlibat korupsi juga, ia akan lebih "halus" main nya , karena bagi
h> mereka harga diri dan konsistensi sikap harus tetap dijunjung ,
h> karena sikap serakah dg cara jalan pintas yg cenderung kasar ,
h> dianggap tidak elegan , merendahkan harga diri /konsistensi nya
h> jadi membahas korupsi pada urang minang, adalah melihat equilibrum (
h> kesetimbangan ) antara sikap materialis / tamak dg sikap menjaga
h> harga diri /konsistensi , pada seorang manusia minang , karakter mana
h> yg lebih dominan , itu lah yg menyebabkan ia jadi koruptor atau
h> seorang yg idealis ?
h> dari pengalaman ambo di berbagai instansi pemerintah, cenderung urang
h> awak nan jadi pejabat di suatu tampek, agak barek utk korup di
h> banding urang batak/jawa/sunda misalnya.
h> tapi kalau maliek ka dunia bisnis , urang awak nan berbisnis tapakso
h> ikuik "bamain" korupsi yo relasi bisnis nyo
h> ( biasonyo pada proyek pemerintahan ), sebab kalau indak inyo indak
h> ka dapek bagian
h> secara psikologis, urang minang adalah sangat rasional dan konsisten
h> dalam bersikap ;
h> konsistensi bersikap , berhubungan pula dg karakter yg sangat
h> menjunjung tinggi harga diri
h> ( konon harga diri adalah milik orang minang yg paling mahal , lebih
h> mahal dari harta hasil korupsi sekalipun )
h> karena konsistensi sikapnya , ia cenderung idealis menolak korupsi ,
h> hal tsb terlihat bila etnis minang dibandingkan dg etnis jawa atau
h> batak misalnya.
h> Bisa juga ia menghindari korupsi, karena hal tsb akan menjatuhkan
h> harga diri nya.
h> dari sisi pola pikir orang minang cenderung pragmatis dan kreatif (
h> panjang akal ) bila kreativitasnya terlalu berlebihan dianggap licik .
h> Selain kerakusan , penyebab korupsi yg lain adalah sikap curang (
h> cheating / fraud ) , sebagian orang minang sering dianggap memiliki
h> karakter licik /galia , tapi karena harga diri yg tinggi itu pula lah
h> orang minang menghindari kelakuan curang yg bisa menjatuhkan
h> integritas/harga dirinya
h> selain dalam masalah materi (korupsi ) sikap curang /licik , bisa
h> timbul juga ketika berhubungan dg padusi , yah ini lah yg menimbulkan
h> perilaku "selingkuh" (korupsi hati), kalau masalah iko, urang2 gaek
h> di banduang dulu memang , ada pengalaman yg kurang baik thd pemuda
h> rang awak
h> jadi kesimpulan sementaranyo, ada dualisme / paradoks pada orang
h> minang dalam menyikapi korupsi.
h> (atau bisa jadi memang batua juo, pandapek salah saurang ahli , bahwa
h> etnis minang memang sudah penuh dg paradox sejak dulu kala )
h> wassalam
h> HM
_____________________________________________________
Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke:
http://rantaunet.org/palanta-setting
------------------------------------------------------------
Tata Tertib Palanta RantauNet:
http://rantaunet.org/palanta-tatatertib
____________________________________________________