Ada satu cerita dari rekan saya pramugari waktu membawa salah satu calon
gubernur sumbar termuda yg membuat saya prihatin karena dinilai oleh para
awak pesawatnya beliau ini agak sombong,mahal senyum berlainan dengan yg
dilihat oleh mereka di media.

-----Original Message-----
From: [EMAIL PROTECTED]
[mailto:[EMAIL PROTECTED] Behalf Of Arnoldison
Sent: Thursday, June 23, 2005 11:27 AM
To: [email protected]
Subject: Re[2]: [EMAIL PROTECTED] Irwan Prayitno di mata Buya, Dosen dan
Petani



          Idealnya  memang  begitu,  siapa  yang  tidak terpilih tidak
          berarti  terbuang  untuk  tidak  bisa  berpartisipasi  dalam
          pembangunan.

          Namun    sayangnya    prioritas-prioritas   penyusunan   dan
          pelaksanaan  pembangunan daerah tergantung pada gubernur dan
          pertimbangan orang sekitar yang mendukungnya dahulu.

          Menurut saya disinilah letaknya mengapa pertimbangan partai
          yang  mendukung itu menjadi penting.

          Sebagai  kader PKS, Iwan Prayitno dan kader PKS lainnya saya
          rasa  akan  siap  kapan  saja diminta untuk bangsa ini untuk
          memberikan  kontribusi,  bukan  saja karena sedang menduduki
          jabatan,   namun   sebagai   pribadi  muslim  yang  memiliki
          kewajiban  dakwah  amar  ma'ruf  nahi  munkar  dengan setiap
          kemampuan yang ia miliki, dimana saja dan kapan saja.

          Oleh   karena   itu   duduknya  seorang  kader  PKS  didalam
          pemerintahan  tidak  terlepas  dari  misinya  sebagai  kader
          dakwah sebagai bentuk jihad siyasi.

          Jadi  saya rasa tidak ada alasan bagi kader PKS untuk enggan
          memberikan   kontribusi   bagi   kebaikan   publik,  justeru
          sebaliknya kader-kader PKS yang duduk didalam jabatan publik
          baik  di  legislatif  maupun  eksekutif banyak jalannya yang
          dihalangi-halangi oleh karena berbenturan dengan kepentingan
          sekelompok orang.

          Begitu  juga  PKS  tidaklah  bersifat  eklusifisme kelompok,
          tidak  bermotto  bahwa  kader PKS lah yang harus duduk dalam
          pemerintahan,  kalaulah  ada  yang  bukan  kader  PKS  namun
          mempunyai visi dan misi yang sama, mempunyai kemampuan dalam
          bidang   itu,  berakhlak,  maka  PKS  akan  mendukung  calon
          tersebut,  hal  ini dapat dilihat dalam pemilihan pilkada di
          daerah lain yang calonnya bukan kader PKS.

          Menurut  saya dalam pemilihan pilkada sumbar ini, masyarakat
          sumbar  beruntung  bahwa  yang  dipilih  adalah 'the best of
          best', orang yang paling baik dari yang baik-baik at least
          dinilai dari reputasi sebelumnya selama ini.
          Tinggal tergantung kemampuan mempertahankan independensinya
          setelah menjadi gubernur, dan ini bergantung pada inner
          circle yang mengelilinginya dan ini tidak lepas dari partai
          yang mendukungnya.

          Selain  dari itu bahwa masyarakat sumbar yang relatif cerdas
          dibanding  daerah-daerah  lain,  haruslah dipimpin oleh yang
          cerdas pula.


          Wassalam
          Arnoldison





Thursday, June 23, 2005, 10:16:55 AM, you wrote:

HM> Salut untuk Irwan P.
HM> Cuma beberapa pertanyaan :
HM> Seandainya Irwan tidak terpilih menjadi gubernur, akankah dia tetap
HM> membagikan bibit tanaman coklat untuk tanah terlantar atau dia balik ke
HM> Jakarta dan tidak mikirin lagi.
HM> Seadainya Irwan tidak terpilih, apakah Anton sang menteri akan
memeprdulikan
HM> petani Sumbar yang dia bilang rugi itu? Sudahkah pak menteri saat ini
atau
HM> sebelumnya melihat betul kondisi petani di Sumbar? Atau dia ngomong
petani
HM> Sumbar karena temannya bakal jadi gub?
HM> Ambo Cuma kadang-kadang ba-angan2. kalau salah surang tapiliah jadi
HM> gubernur. Bayangan ambo adolah sado alah nan indak tapiliah bagabuang
HM> mambantuak dewan penasehat gubernur atau bagabuang mampakuek LKMD atau
HM> sebangsanya. Sahinggo kalau Jeffrey indak tapiliah jadilan dia penasehat
HM> ekonomi gubernur. Kalau Gamawan kalah jadilah dia penasehat gubernur
bidang
HM> pembinaan dan pengawasan. Ikasuma jadi penasehat bidang keamanan,
HM> dibantuaknyolah tim keamanan adapt, diformalkan hokum adat dalam
tindakan
HM> sehari2. irwan kalau indak tapiliah jadi penasehat politik gubernur
HM> sekaligus juru bicara dan juru lobby dsb.
HM> Cma kadang-kadang urang awak ko kalau kalah inyo pai se maicia lai, ndak
HM> perduli jo aa nan katajadi sasudah itu. Sudha tu baru mangecek.. kan lah
den
HM> kecekkan juo dulu..aa kini kaokan banalah. Mudah-mudahan indak tajadilah
nan
HM> saroman itu.
HM> Mungkin paralu ado kesepakatan diantara cagub itu untuk tetap dalam satu
tim
HM> pembangunan Sumbar terlepas dari siapapun yang akan terpilih, Cuma saya
HM> tidak yakin..
HM> Wass,
HM> mh

HM> -----Original Message-----
HM> From: [EMAIL PROTECTED]
HM> [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of Muhammad
Arfian
HM> Sent: Thursday, June 23, 2005 8:40 AM
HM> To: [email protected]
HM> Subject: [EMAIL PROTECTED] Irwan Prayitno di mata Buya, Dosen dan Petani


_____________________________________________________
Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke:
http://rantaunet.org/palanta-setting
------------------------------------------------------------
Tata Tertib Palanta RantauNet:
http://rantaunet.org/palanta-tatatertib
____________________________________________________


_____________________________________________________
Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://rantaunet.org/palanta-setting
------------------------------------------------------------
Tata Tertib Palanta RantauNet:
http://rantaunet.org/palanta-tatatertib
____________________________________________________

Kirim email ke