Waalaikum salam Wr. Wb., Ikonyo Pak Tasril, tapi panjang bana, ragu ambo dima mangaratnyo, takuk hilang barito wae beko. Wassalam, syb.
Edisi Kamis, 30 Jun 2005 Mustahil, Pilkadal Ulang * Kemenangan GAMMA Tunggu Finalisasi Data Oleh admin padek 1 Kamis, 30-Juni-2005, 15:55:39 310 klik Padang, Padek-Keinginan sejumlah masyarakat di Sumatera Barat (Sumbar) menuntut dilaksanakannya pemilihan ulang Pilkadal bukanlah sebuah sikap yang tepat. Sebab, terlepas dari plus minus pelaksanaan, tak ada alasan atau aturan yang bisa menjadi sandaran diulangnya pelaksanaan Pilkadal. Tegasnya, Pilkadal yang telah berlangsung aman dan lancar tersebut tak mungkin diulang lagi. Demikian ditegaskan Pengamat Ilmu Pemerintahan yang juga dosen Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Jakarta, Dr Djohermansyah Djohan MA, dan pengamat hukum dari Universitas Andalas, Yuliandri SH MH yang dihubungi koran ini secara terpisah, kemarin. "Memang kita akui, ada beberapa kelemahan ditemukan dalam proses Pilkadal kemarin. Namun, kelemahan itu lebih banyak bersifat administrasi pemilihan. Sehingga, alasan ini tidak mesti menjadi salah satu alasan mendasar agar Pilkadal yang telah berjalan dengan baik di Sumbar mesti diulang," ujar Djohermansah. Menurutnya, sebagai sebuah daerah yang baru berada tahap belajar dalam berdemokrasi apalagi proses pemilihan langsung untuk kepala daerah ini baru pertama kali dilakukan tentulah ditemukan kekurangan dan kelemahan. Apalagi yang melaksanakan proses administrasi itu adalah manusia yang penuh dengan keterbatasan. Semestinya pendataan atau administrasi pemilih ini dilakukan oleh satu institusi seperti KPU bukan seperti yang terjadi seperti sekarang melalui dua institusi yakni Kantor Kependudukan dan catatan sipil dengan KPU (Komisi Pemilihan Umum). Namun, ini mesti ditangani oleh satu institusi. Mengingat kelemahan sudah terdeteksi maka langkah yang paling arif dilakukan adalah membenahi kesalahan tersebut agar tidak terjadi lagi di masa mendatang. Bukannya menggagalkan hasil yang telah dicapai saat ini. Menurutnya, dalam sebuah wacana demokrasi peristiwa yang terjadi di Sumbar saat ini sah-sah saja, termasuk keinginan untuk membentuk Tim Pencari Fakta (TPF). Namun, ada yang mesti diingat bahwa kita berada di negara hukum dan Pilkadal ini diatur dengan undang-undang serta memiliki proses yang jelas. Artinya, janganlah bersikap aneh dan janggal tapi bersikap ariflah menyikapi masalah dengan menjalani tahap demi tahap. Dan dalam tahapan tersebut ada mekanisme yang dapat dipergunakan kalau memang salah satu pasang calon merasa tidak puas. Dalam Undang Undang 32 tahun 2004 dan aturan lain yang mengatur pelaksanaan Pilkadal dinyatakan bahwa setelah perhitungan dilakukan maka KPU melakukan penetapan perolehan suara. Jika, salah satu pasangan merasa tidak puas maka dia dapat mengajukan keberatan dengan cara mengajukan keberatan ke Mahkamah Agung melalui Pengadilan Tinggi untuk pemilihan gubernur. Selain itu yang tak kalah pentingnya, ujar putra Padangpariaman ini, tntutan pelaksanaan pemilihan ulang sangat tak relevan. Sebab, proses demi proses dalam Pilkadal harus dihormati dan dijunjung tinggi. Tegasnya, kalau memang ada keberatan janganlah tidak menghargai proses yang telah ada. Di samping itu yang tak kalah pentingnya perolehan suara yang dihasilkan sekarang terpaut dengan selisih angka yang cukup jauh. Jadi hal ini sangat mencemaskan akan menimbulkan pemikiran yang kritis di tengah masyarakat yang akhirnya justru merugikan semua pihak. "Mengingat implikasi dari keinginan pemilihan ulang pada Pilkadal ini sangatlah besar maka saya mengimbau agar kita berlapang dada. Memang ini sulit diterima tapi pelaksanakan pemilihan ulang juga bakal menimbulkan masalah baru di masa mendatang. Sebab, calon yang saat ini sudah menang tentulah merasa dirugikan," ujarnya. Untuk itu selaku putra daerah yang berada di perantuan katanya, ia mengimbau semua pihak berjiwa besar menghadapi kondisi ini. Memang ada kelemahan, namun jangan kelemahan itu untuk menimbulkan masalah baru. Tapi jadikanlah kelemahan itu sebagai koreksian dan mengantisipasinya untuk masa mendatang. Jangan Cederai Hati Rakyat Sementara itu, Pengamat Hukum dari Unand Yuliandri mengharapkan, jangan hanya karena keinginan segelintir orang dan sekelompok elite politik, suara rakyat yang berjumlah sekitar satu juta lima ratus ribu orang yang telah mencoblos di TPS dikesampingkan. "Pemilih yang telah memberikan hak suaranya mesti dilindungi, jangan korbankan suara mereka, dan jangan cederai hati rakyat lantaran untuk kepentingan kelompok tertentu," ujarnya. Selain itu kata Yuliandri, sebagai warga yang hidup di negara hukum maka hukum dan aturanlah yang harus dipedomani. Dalam UU No 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintahan Daerah dan PP No 06 Tahun 2005 Tentang Pemilihan, Pengangkatan dan Pemberhentian Kepala Daerah dan Wakil kepala Daerah tak ada satu pasalpun yang mengatur pemiihan diulang lantaran minimnya pemilih. Pemilihan ulang hanya memungkinkan dilakukan di TPS (Tempat Pemungutan Suara) kalau terjadi kecurangan-kecurangan yang bisa dibuktikan. Terhadap kelemahan yang terjadi dalam pelaksanaan Pilkadal, kandidat doktor ini mengingatkan, janga hanya menyalahkan pelaksana Pilkadal, KPU dan Panwaslih, tetapi mereka yang tak punya kartu pilih harus tahu akan haknya, serta proaktif untuk meminta dan mengurusnya pada penyelenggara Pemilu. Pada elite-elite politik lanjutnya, sebaiknya tidak melakukan manuver, khusus calon yang mendapatkan suara yang lebih rendah sebaiknya menerima lapang dada dan komitmen pada ikrar awal, siap kalah dan siap menang, bukan sebaliknya siap. Sportivitas yang telah ditunjukkan beberapa calon perlu ditiru calon lain. Makna demokrasi yang sesungguhnya bukan hanya terletak pada seberapa banyak masyarakat yang memilih, tetapi bagaimana setiap calon sportiv menerima kekalahannya. GAMMA Tinggal Menunggu Finalisasi Pada bagian lain, kemenangan Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur (Cagub/Cawagub) Sumbar 2005-2010 Gamawan Fauzi-Marlis Rahman sepertinya tinggal menunggu waktu finalisasi penghitungan suara. Hingga hari ketiga pasca Pilkadal, pasangan ini telah memperoleh 652.313 suara atau 43.68 persen total suara, yang sangat sulit dikejar oleh perolehan suara cagub/cawagub lainnya. Total suara masuk telah mencapai 1.0501.414 suara, dan 8.177 tidak sah. Hingga pukul 21.34 WIB tadi malam, dari 1.493.237 suara sah yang masuk ke Pusat Teknologi Informasi KPUD Sumbar, pasangan Gamawan-Marlis memperoleh 652.313 suara (43.68 persen). Menyusul di posisi kedua pasangan Irwan Prayitno-Ikasuma Hamid dengan jumlah suara 378.509 (25.35 persen), kemudian Jeffrie Geovanie-Dasman Lanin 226.216 suara (15.15 persen), Leonardy Harmainy-Rusdi Lubis 132.910 suara (8.90) dan Kapitra Ampera-Dalimi Abdullah 103.289 suara (6.92 persen). Dari 19 kabupaten/kota yang datanya sudah masuk ke KPUD Sumbar, pasangan Gamawan-Marlis menang di 16 kabupaten/kota yakni Kabupaten Kepulauan Mentawai, Dharmasraya, Pesisir Selatan, Solok, Solok Selatan, Padangpariaman, Sawahlunto Sijunjung, Agam, Pasaman, Kota Solok, Padang, Sawahlunto, Padangpanjang, Pariaman, Bukittinggi, dan Payakumbuh. Sementara, pasangan Irwan-Ikasuma menang di Kabupaten Tanah Datar, Jeffrie-Dasman Limapuluh Kota, dan Leonardy menang di Pasaman Barat. Dengan demikian, pasangan Kapitra-Dalimi tidak memperoleh kemenangan pada satu pun kabupaten/kota di Sumbar. Pasangan Gamwan-Marlis menang telak di Solok dengan perolehan suara sebesar 97.837, disusul urutan kedua Irwan-Ikasuma 9.187 suara, Jeffrie-Dasman 6.388 suara, Leonardy-Rusdi 4.278 suara, dan Kapitra-Dalimi 3.766. Begitu juga di Mentawai, pasangan yang populer dengan sebutan GAMMA ini, juga menang telak dengan 14.087 suara, disusul Jeffrie-Dasman 4.008 suara, Irwan-Ikasuma 3.224 suara, Leonardy-Rusdi 2.869 suara, dan Kapitra-Dalimi 2.451 suara. Di Padang, GAMMA unggul 144.624 suara, diikuti Irwan-Ikasuma 86.806 suara, Jeffrie-Dasman 33.754 suara, Leonardy-Rusdi 12.089 suara, dan Kapitra-Dalimi 6.676 suara. Perolehan suara sementara dari Pesisir Selatan pasangan GAMMA kembali berkibar dengan memperoleh 70.681 suara, disusul Irwan-Ikasuma 36.265 suara, kemudian Jeffrie-Dasman 14.979, Leonardy-Rusdi 14.433 suara, dan Kapitra-Dalimi 9.785 suara. Di Solok Selatan GAMMA unggul 11.894 suara, disusul posisi kedua Irwan-Ikasuma 10.822 suara, Leonardy-Rusdi 6.057 suara, Jeffrie-Dasman 4.699 suara, dan Kapitra Dalimi 2.448 suara. Di Kota Solok, GAMMA menang 16.941 suara, Irwan-Ikasuma 2.325 suara, Jeffrie-Dasman 1.308 suara, Kapitra-Dalimi 1.142 suara, dan Leonardy-Rusdi 1.015 suara. Begitu pun di Kabupaten Sawahlunto Sijunjung, lagi-lagi GAMMA menang telak dengan total suara sementara 35.953, Irwan-Ikasuma 13.260 suara, Jeffrie-Dasman 11.719 suara, Leonardy-Rusdi 5.992 suara dan Kapitra-Dalimi 3.980 suara. Di Kabupaten Dharmasraya, GAMMA juga unggul dibandingkan kandidat lain dengan 27.876 suara, disusul Irwan-Ikasuma 22.493 suara, Jeffrie-Dasman 11.644 suara, Leonardy-Rusdi 8.086 suara dan Kapitra-Dalimi 6.274 suara. Di Kabupaten Tanahdatar perolehan suara pasangan GAMMA kembali menyodok secara signifikan. GAMMA berada pada urutan dua besar dengan 35.979 suara. Sementara itu, pasangan Irwan-Ikasuma berhasil merebut posisi atas 72.918 suara, di susul Jeffrie-Dasman 10.955 suara, Leonardy-Rusdi 7.331 suara, dan Kapitra-Dalimi 4.063 suara. Di Kota Sawahlunto, pasangan GAMMA kembali berhasil meninggalkan rivalnya, di mana pasangan ini berhasil unggul 11.517 suara, diikuti pasangan Irwan-Ikasuma 5.059 suara, Jeffrie-Dasman 3.242 suara, Leonardy-Rusdi 2.083 suara, dan Kapitra-Dalimi 1.000 suara. Sementara itu di Kota Padangpanjang GAMMA dapat 7.490 suara, Irwan-Ikasuma 3.964 suara, Jeffrie-Dasman 2.261 suara, Leonardy-Rusdi 1.090 suara, dan Kapitra-Dalimi 459 suara. Kemenangan terus berlanjut ke Kabupaten Agam, GAMMA memperoleh 37.832 suara, di susul Irwan-Ikasuma 33.539 suara, Jeffrie-Dasman 25.830 suara, Leonardy-Rusdi 12.130 suara, Kapitra-Dalimi 17.110 suara. Selain itu, perolehan suara di Kabupaten Padangpariaman yang awalnya sempat diragukan pelaksanaan Pilkadal-nya, kedikdayaan GAMMA tak terkalahkan dengan 46.244 suara, diikuti Irwan-Ikasuma 21.750 suara, Leonardy-Rusdi 17.259 suara, Kapitra-Dalimi 17.196 suara, dan Jeffrie-Dasman 10.638 suara. Hasil yang tak jauh berbeda terjadi di Kota Pariaman, GAMMA tetap teratas dengan 12.096 suara, diikuti Irwan-Ikasuma 7.732, Kapitra-Dalimi 4.564, Leonardy-Rusdi 3.103, Jeffrie-Dasman 2.288. Begitupun di Kota Bukittinggi GAMMA menang telak dengan 13.010 suara, Irwan-Ikasuma 5.914 suara, Jeffrie-Dasman 3.819 suara, Leonardi-Rusdi 1.426 suara, dan Kapitra-Dalimi 906 suara. Kabupaten Pasaman peta perolehan suara pun berpihak kepada GAMMA dengan 11.358 suara, Irwan-Ikasuma 8.711 suara, Leonardi-Rusdi 7.730, Jeffrie-Dasman 7.302 suara, dan Kapitra-Dalimi 5.066 suara. Persaingan di Kabupaten Pasaman Barat, malah dimenangkan pasangan Leonardy-Rusdi dengan 14.638 suara, Jeffrie-Dasman 11.496 suara, Irwan-Ikasuma 8.376 suara, GAMMA 8.155 suara, dan Kapitra-Dalimi 4.059 suara. Di Kota Payakumbuh GAMMA kembali berjaya dengan 12.907 suara, diikuti Jeffrie-Dasman 11.390 suara, Irwan-Ikasuma 5.438 suara, Leonardy-Rusdi 2.028 suara, dan Kapitra-Dalimi 1.395 suara. Dan Kabupaten Lima Puluh Kota, kuda hitam pasangan Jeffrie-Dasman unggul dengan 48.496 suara, diikuti GAMMA 35.832 suara, Irwan-Ikasuma 20.726 suara, Kapitra-Dalimi 10.949 dan Leonardy-Rusdi 9.273 suara. (r/suk/two) -----Original Message----- From: Tasril Moeis [mailto:[EMAIL PROTECTED] Sent: 30 June 2005 13:20 To: [email protected] Subject: [EMAIL PROTECTED] Tolong informasi Pilkada sa Sumbar Assalamualaikum WW, Pak Syahril Kalau ado hasil langkok pilkada sa Sumbar lai bisa di lewakan disiko, supayo jaleh pulo di awak nan dirantau ko sia sen nan jadi pamimpin daerah awak tu. Tarimo kasi banyak Wassalam Tan ameh _____________________________________________________ Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting ------------------------------------------------------------ Tata Tertib Palanta RantauNet: http://rantaunet.org/palanta-tatatertib ____________________________________________________

