Assalamu'alaikum wr. wb.

Ma sagalo adidunsanak jo anak kamanakan di salapan  pinjuru angin,



Lamak juo curito Radio Bulando nan ambo baco subuah ko. Cubolah cigok, kok 
indak.



mak Sati (68->69)

Tabiang, Padang

===================================================================

* UPAYA KPK PERANGI KORUPSI DAN ABDULGANI BUKA RAHASIA BELANDA

Harian petang Belanda NRC Handelsblad mengenang Roeslan Abulgani sebagai 
pejuang kemerdekaan, yang selama hidupnya terlibat dalam politik Indonesia. 
Mulai dari jaman kemerdekaan sampai pemerintahan Presiden Megawati, Roeslan 
menjabat sebagai menteri, diplomat dan penasehat. 

Penampilan terakhir Roeslan Abdulgani di muka umum terjadi April lalu dalam 
peringatan ulang tahun Konperensi Asia Afrika ke 50 di Bandung. Sebagai menteri 
luar negeri di bawah Soekarno dulu, Abdulgani bertanggungjawab menyelenggarakan 
KTT Asia Afrika, yang merupakan cikal bakal gerakan non blok. 

Abdulgani juga akan dikenang sebagai orang yang membuka rahasia ketidakhadiran 
Ratu Belanda Beatrix pada peringatan 17 Agustus 1995. Demikian tulis NRC 
Handelsblad. Dalam ceramahnya mengenai Multatuli yang digelar di kota Breda, 
Belanda,  tujuh tahun lalu, Roeslan Abdulgani mengungkapkan bahwa kabinet 
Belanda yang pada waktu itu dipimpin Perdana Menteri Wim Kok, melarang ratu 
menghadiri perayaan 50 tahun kemerdekaan Indonesia. Menurut versi Belanda, 
Indonesia baru resmi merdeka sesudah serah terima kedaulatan pada tahun 1949. 

Perbedaan versi yang adalah kepekaan ini, demikian Abdulgani, mencerminkan 
bahwa di Belanda belum semua luka disembuhkan. Demikian NRC Handelsblad 
mengakhiri tulisannya mengenai Roeslan Abdulgani, yang tutup usia Rabu lalu. 

Sementara harian pagi Algemeen Dagblad mengangkat upaya Indonesia memberantas 
koruptor melalui Komisi Pemberantas Korupsi KPK. Praktek korupsi di Indonesia 
begitu luasnya, bahkan akademisi  yang 'bersih' dan mantan aktivispun tidak 
tahan godaan uang suap. Demikian Algemeen Dagblad mengutip Teten Marzuki dari 
Indonesia Corruption Watch, berkomentar tentang korupsi KPU  yang melibatkan 
akademisi dan mantan aktivis. 

Suap menyebabkan ongkos produksi melejit tinggi. Di pelabuhan kontainer Tanjung 
Priok misalnya, eksportir harus membayar biaya siluman sebesar 100 euro di atas 
biaya resmi 90 euro. Angkutan umum harus mengeluarkan 14 juta euro untuk pajak 
gelap setiap tahunnya. Setiap loket dan setiap surat butuh biaya tambahan tanpa 
jaminan kepastian karena kekuasaan hukumpun bisa dibeli. Demikian Algemeen 
Dagblad. 

Oleh karena itu pula, demikian Algemeen Dagblad, mantan presiden Soeharto dan 
kroninya  bisa menghindari hukum dengan alasan terlalu sakit, terlalu pikun 
atau dibebaskan melalui cara-cara yang diragukan. 

Indonesia tidak bisa terus berlanjut dengan budaya memberi hadiah ini. Setiap 
hadiah dan setiap bonus yang melebihi 900 euro sekarang dilarang. Sedangkan 
hadiah-hadiah yang kurang berharga, harus dilaporkan ke KPK. Ini akan 
mempersulit upaya memutihkan hadiah-hadiah seperti tunjangan bepergian, biaya 
telefon, dan honor presentasi. Demikian Algemeen Dagblad.

Ofensi anti korupsi yang dijalankan KPK banyak mendapat dukungan. Akhirnya para 
elit korup bisa dijangkau. Tetapi ke 20 penyidik KPK tidak bisa bekerja 
sendirian. Mereka butuh bantuan polisi, jaksa dan kekuasaan peradilan. Namun 
sayangnya, organisasi-organisasi tersebut juga masih belepotan korupsi. 
Demikian hasil penyelidikan Bank Pembangunan Asia baru-baru ini yang dikutip 
oleh Algemeen Dagblad. 

Dan demikian pula tinjauan pers kali ini.
================================================================

_____________________________________________________
Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke:
http://rantaunet.org/palanta-setting
------------------------------------------------------------
Tata Tertib Palanta RantauNet:
http://rantaunet.org/palanta-tatatertib
____________________________________________________

Kirim email ke