Betul, uda sependapat dengan dek Ridha dalam hal usaha untuk membedakan diri dengan kaum kafir baik dalam hal tingkah laku, pakaian, penampilan dll. Dalil yang dek ridha sampaikan benar adanya. Tapi perlu kiranya diperjelas, tingkah laku yang bagaimana, pakaian yang seperti apa dan penampilan yang gimana yang tidak boleh ditiru tersebut. Tidak sedikit orang berpenampilan seperti orang barat, tapi akhlaqnya mulia. Ada juga yang pake gamis kesana kemari, tapi kerjanya justru membuat umat malu.
Uda hanya kurang sependapat jika kita menggeneralisir bahwa pakaian seperti ini adalah ciri khas kafir, menolak pakai ini karena juga dipakai orang kafir, dstnya..dstnya. Orang kafir di arab juga pakai gamis kan ? Bahkan sulit bagi kita membedakan jika ketemu di pasar, mana yang kafir mana yang muslim. Kita pake jas dan dasi jika urusan kantor, kita ganti dengan baju koko jika sudah menuju masjid. Kita ganti lagi dengan pakaian adat jika ada keperluan adat. Bagi uda, selama itu menutup aurat dan tidak melanggar syar'i yang qathi, nggak ada salahnya. Nah, jika ada pula perusahaan yang berani melarang pegawainya berjenggot di negeri ini, itu keterlaluan namanya. Bisa ditindaklanjuti itu :) wassalaam, Ronald btw, thanks ya dek atas dalilnya... On 7/5/05, Ahmad Ridha <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > 1972 putra wrote: > > >Kira-kira lima enam tahun lalu, seseorang pernah memberikan > >presentasi di depan jama'ah, dan melontarkan pemahaman agar > >kaum muslimin menghindari memakai dasi karena meniru-niru > >orang barat, padahal sementara itu dia memberikan ceramah > >dengan proyektor dan laptop (yang nota bene juga dari barat). > > > > > > > > Proyektor dan laptop jelas manfaatnya, Da, jadi jauh sekali > perbedaannya. Namun jika proyektor dan laptop tersebut digunakan hanya > karena kebanggaan sebagai 'produk Barat' maka tidak baik juga. Seperti > halnya juga dalam jual beli. Jual beli dengan orang kafir dihalalkan > namun tidak sepatutnya jika seorang muslim merasa lebih utama berjual > beli dengan orang kafir ketimbang dengan sesama muslim. > > Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda (yang artinya): > > "Barangsiapa menyerupai suatu kaum, maka ia termasuk dari mereka." (HR. > Ahmad dan Abu Dawud dari shahabat Abdullah bin 'Umar radhiallahu > 'anhuma, dishahihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albani) > > Salah satu contoh larangan menyerupai dalam perkataan adalah dalam > firman Allah subhanahu wa ta'ala (yang artinya): > > "Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu katakan (kepada Muhammad) > 'raa'ina', akan tetapi katakan 'undzurna' dan 'dengarlah'. Dan bagi > orang-orang kafir terdapat siksa yang pedih." (QS. Al-Baqarah 2:104) > > Ra'ina adalah panggilan yang digunakan orang-orang Yahudi untuk mengejek > Rasulullah. > > Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-'Utsaimin rahimahullah berkata: > "Tasyabbuh (penyerupaan) dengan orang-orang kafir terjadi dalam hal > penampilan, pakaian, tempat makan, dan sebagainya karena ia adalah > kalimat yang bersifat umum. Dalam artian, bila ada seseorang yang > melakukan ciri khas orang-orang kafir, di mana orang yang melihatnya > mengira bahwa ia termasuk golongan mereka (maka saat itulah disebut > dengan tasyabbuh, pen)." (Majmu' Durus Wa Fatawa Al-Haramil Makki, 3/367) > > Bahaya lain dari penyerupaan dengan orang-orang kafir adalah semakin > condongnya orang kepada kebiasaan mereka dan dampaknya adalah > meninggalkan sunnah. Bukankah banyak muslim yang membersihkan jenggot > mereka karena dilarang oleh perusahaan mereka? Padahal Rasulullah > shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda (yang artinya): > > "Kami diperintah untuk memangkas kumis dan membiarkan tumbuh jenggot." > (HR. Muslim) > > "Bedakanlah kalian dengan orang-orang musyrik, yaitu banyakkanlah > jenggotmu dan pangkaslah kumismu." (Muttafaq 'alaih) > > [Yang diperintahkan adalah membiarkan jenggot tumbuh dan bukan memiliki > jenggot; juga bukan berjenggot namun selalu dipangkas tinggal 1-2 senti. > Tentunya dengan niat untuk mengikuti perintah Rasulullah, bukan untuk > 'gaul' atau semacamnya. Allahu a'lam.] > > Contoh lain, banyak muslim yang merasa risih dengan gamis padahal gamis > adalah pakaian yang paling disukai Rasulullah. Bukankah sangat ironis? > > Allahu Ta'ala a'lam. > > Wassalaamu 'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh, > > -- > Ahmad Ridha ibn Zainal Arifin ibn Muhammad Hamim > (l. 1980M/1400H) > > > > > _____________________________________________________ > Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: > http://rantaunet.org/palanta-setting > ------------------------------------------------------------ > Tata Tertib Palanta RantauNet: > http://rantaunet.org/palanta-tatatertib > ____________________________________________________ > _____________________________________________________ Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting ------------------------------------------------------------ Tata Tertib Palanta RantauNet: http://rantaunet.org/palanta-tatatertib ____________________________________________________

