Assalamu'alaikum wr wb., Hery dan pak Darul, Izinkan saya ikut nimbrung. Tanggapan saya, memang hal itu sangat pejorative, meskipun apabila diusut secara hukum statement pak Darul: "si kapir Lee Kwan Yee", adalah benar. Dan pak Darul akan mendapatkan dukungan apabila diarahkan pada "katakan yang benar adalah benar".
Kita bisa dikatakan sebagai orang dari "kelompok orang yang sedikit", bisa memberikan pernyataan yang lebih menyejukan sehingga tidak memperkeruh suasana. Sedikit menyimpang, dulu lebih 30 th yang lalu ada film berjudul "The singer, not the song". Saya sudah agak lupa jalan ceritanya, kalau tidak salah menceritakan keberhasilan seorang pendeta menjalankan dakwahnya dengan cara pandainya dalam penyampaian ajarannya. Bagi yang ingat film ini, tolong sampaikan jalan ceritanya. Manusia dikatakan mempunyai kelebihan dari malaikat karena memiliki rasa atau nafs. Akan tetapi apabila hanya mengandalkan pada rasa maka manusia akan cenderung melakukan pada hal yang akan membuat dirinya senang dan menjauhi yang membuat susah. Manusiapun diberi akal untuk menyeimbangi keinginan yang timbul dari rasa dengan cara mempergunakan akal untuk melakukan proses nalar. Hanya orang yang sedikit yang dapat mempergunakan nalar dengan baik. Nabi mengajarkan kita untuk selalu berdoa agar dimasukan dalam kelompok yang sedikit ini. Sebagai seorang pedagang, nabi sebenarnya banyak mengajarkan kita untuk menjadi marketer yang baik. Mulai dari cara menawarkan sebuah produk selalu dilakukan dengan baik dan jujur. Menakar barang dilakukan dengan ukuran yang jelas, membuat perjanjian harus tertulis atau membuat kontrak. Mungkin pada awal kejayaan Islam setelah nabi, keberhasilan Islam banyak didukung dengan pandainya berdakwah sehingga ajaran Islam bisa berkembang pesat sejalan dengan penguasaan ilmu dan berniaga. Sebagai orang berniaga yang ditekankan dalam marketing adalah kepercayaan dan image yang baik atas produk dan jasa kita. Khusus mengenai membangun image, hal ini yang nampaknya lemah dalam masyarakat Islam dan banyak dikuasai oleh Barat. Mungkin saja mereka mempelajari hal ini merupakan kunci dari keberhasilan Islam, dan kemudian berhasil meniru dari Islam dan mengembangkan sesuai kebutuhan mereka. Sebenarnya banyak sekali praktek-praktek keberhasilan bisnis atau manajemen sangat Islami, lihat saja "The seven habits" yang begitu populer. Tantangan sekarang adalah bagaimana membuat image Islam yang baik agar yang dilakukan oleh orang orang Islam itu dapat diterima dengan nilai-nilai kemanusiaan yang universal. Wassalam, R Sampono Sutan ----- Original Message ----- From: "Tanjuang Heri" <[EMAIL PROTECTED]> To: <[email protected]> Sent: Monday, July 11, 2005 3:50 AM Subject: RE: - [EMAIL PROTECTED] Potong tangan Mencuri ................. DR.AhmadAli dari Makassar > Mak Darul yth, > > Ambo ndak ka mampamasalahan potong tangan atau aponyo, tapi pantas kah kito nan punyo nalar nan labiah dari rato - rato , berhak menghujat kapir, semua yang diluar Islam? > > Ambo ndak mambela si LKY, tapi kalimaik nan samacam ko pejoratif bana, alias menghina ybs. > > Kalau bisa , jaan lah menghujat suatu agamo karano inyo lain dari awak...tarusannyo bisa jadi sarupo iko : si Jawa...., si Batak.... karano inyo indak rang Minang; labiah labiah kalo inyo indak pulo Islam. Kalau buliah, kok iyo ka managak an agamo awak, tagak an lah dijalan nan batua... jaan mancaci jo mamburuak an agamo nan lain dari awak. Ngeri ambo kalao nagari awak ko bacakak gadang dek karano agamo. > > Sagitu se Mak, kok tasingguang, maaf an kamanakan ko... > > Salam > Heri > darul <[EMAIL PROTECTED]> a écrit : > > Assalamualaikum WW > .......kuduang..... > > > Sesuai dengan pendapat si kapir Lee Kwan Yee, yang dikatakan korupsi adalah > yang mengambil secara serrakah. Kalau hanya untuk makan dan buat penambal > > > .......kuduang........ > _____________________________________________________ Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting ------------------------------------------------------------ Tata Tertib Palanta RantauNet: http://rantaunet.org/palanta-tatatertib ____________________________________________________

