www.eramuslim.com 

- Kekhawatiran akan aksi serangan terhadap warga
Muslim setelah peristiwa ledakan di London, terbukti. Islamonline
melaporkan, beberapa saat setelah rangkaian ledakan bom di London,
sejumlah mesjid di Inggris, AS dan New Zealand mengalami serangan.

Juru bicara Muslim Association of Britain (MAB), Anas Al-Tikriti
mengungkapkan, sebuah mesjid di Londong bagian tengah hampir terbakar
karena serangan orang yang tidak bertanggung jawab.

Media-media massa melaporkan, sekurangnya lima mesjid, termasuk satu
mesjid di sebelah barat laut Inggris mengalami nasib serupa. Para
penyerangnya berusaha membakar mesjid tersebut. Seorang laki-laki yang
tinggal di sebuah flat dekat Mesjid Shahjalal yang menjadi bagian
Islamic Center di Birkenhead, terpaksa dirawat karena sesak napas
akibat asap, namun tidak ada korban luka dalam peristiwa tersebut,
seperti dilaporkan kantor berita AFP. Polisi di Merseyside mengatakan,
pintu mesjid terbakar tapi bagian dalam mesjid selamat, tidak
mengalami kerusakan.

"Kami mencatat sejumlah insiden kejahatan yang dilatarbelakangi rasa
benci serta serangan bernuansa rasial bermotif agama, dan kami melihat
serangan semacam ini sebagai hal yang sangat-sangat serius," kata
Komandan Kepolisian London Metropolitan Brian Paddick dalam pers
briefingnya. Menurut Paddick, dari sejumlah serangan itu, satu orang
mengalami luka serius.

Meski warga Muslim London mengutuk peristiwa ledakan kemarin, juru
bicara Muslim Association of Britain (MAB), Anas Al-Tikriti mengatakan
pihaknya sudah mendata sekitar 70 kasus serangan secara verbal,
terutama terhadap para Muslimah yang mengenakan jilbab, sejak ledakan
bom London, hari Kamis (7/7).

Mereka yang melakukan serangan, melontarkan kata-kata seperti 'Islam
Jahat', 'Pulang ke Negerimu', dan 'Kamulah di balik ledakan ini,' dan
sorakan-sorakan bernada menghina ke arah muka warga Muslim. Tikriti
menceritakan, seorang muslimah dihina oleh seorang pasangan orang tua,
namun muslimah itu dilindungi oleh warga yang kebetulan melihat
peristiwa itu.

Menyusul meningkatnya aksi serangan terhadap warga Muslim, MAB membuka
pelayanan hotline untuk menampung pengaduan dari warga Muslim di
Inggris yang mengalami serangan bernuansa rasis itu. Selain itu, kata
Al-Tikriti, MAB akan melakukan sejumlah kegiatan sosial dan kampanye
melalui media tentang wajah Islam yang sebenarnya serta melakukan aksi
damai turun ke jalan.

"MAB bekerjasama dengan gerakan anti perang Irak dan gerakan anti
senjata penghancur massal sudah melakukan pembicaraan untuk mengutuk
peristiwa ledakan itu dan menunjukkan solidaritas pada para keluarga
korban," ujar Al-Tikriti.

Untuk melindungi warga Muslim, Islamic Human Rights Commission
memberikan tips bagi warga Muslim Inggris untuk menghindari aksi
serangan menyusul peristiwa ledakan bom di London.

Selain serangan fisik terhadap warga Muslim dan
kepentingan-kepentingan milik Muslim Inggris, Tikriti mengungkapkan
kekhawtirannya pada media yang kemungkinan juga akan melakukan
kampanye anti Islam.

"Saya mengira, media-media sayap kanan milik Zionis seperti The Daily
Telegraph dan The Sun, akan meningkatkan kampanye anti Islam mereka
dalam beberapa hari mendatang. Mereka akan melontarkan klaim lama
mereka bahwa Islam mengajarkan orang untuk membunuh orang-orang kafir
dan menakut-nakuti orang sipil," ujar Tikriti. Ia mengatakan, serangan
melalui media ini betujuan untuk menimbulkan kebencian warga Inggris
terhadap warga minoritas Muslim seperti ketika peristiwa 9/11 terjadi.

Tikriti mencontohkan artikel yang ditulis Charles Moore di The Daily
Telegraph pada hari Jumat kemarin yang berjudul "Kemana Gandhi agama
Islam?", "Tapi kita juga tidak bisa mengabaikan masih ada sejumlah
media yang bersikap adil terhadap Islam dan Muslim seperti The
Guardian dan The Independent," sambung Tikriti.

Kasus di New Zealand dan AS

Dampak peristiwa London bukan dirasakan warga Muslim di Inggris saja,
tapi juga sampai ke AS dan New Zealand. Sekurangnya enam Islamic
Center di negara Kiwi itu, mengalami aksi vandalisme. Dinding-dinding
gedung Islamic Center itu disemprot cat dengan tulisan "Warga London,
beristirahlah dengan tenang" sebagai ungkapan simpati para pelaku
vandalisme pada korban ledakan bom London.

Aksi serangan terhadap fasilitas warga Muslim di Auckland, New Zealand
seolah sudah terkordinasi. Para pelaku memecahkan kaca jendela dan
merusak pintu gedung Islamic Center dan meninggalkan pesan serupa
dengan menggunakan cat hitam.

Presiden Federation of islamic Association di New Zealand Javed Khan
mengatakan, serangan yang meluas itu baru pertama kalinya dialami oleh
sekitar 40.000 warga Muslim New Zealand yang hampir setengahnya
tinggal di Auckland. Khan mengatakan, warga Muslim di sana sangat
kaget dan sedih atas serangan bom di London dan meminta komunitas
mereka agar tetap tenang dan tetap sabar atas sejumlah serangan balik
terhadap warga Muslim di Auckland.

Perdana Menteri New Zealand Helen Clark mengecam aksi vandalisme ke
sejumlah Islamic Center di Auckland. Menurutnya adalah hal yang salah
menjadi warga minoritas Muslim di New Zealand sebagai target aksi
balas dendam atas tindakan para teroris di London. "Warga Muslim New
Zealand, seperti juga komunitas lainnya adalah komunitas yang taat
pada hukum dan merupakan warga masyarakat yang damai," katanya.

Pemimpin oposisi dari Partai Nasional Don Brash menilai serangan
balasan terhadap warga Muslim tidak bisa ditoleransi, sementara Partai
Hijau mengatakan bahwa para pelaku vandalisme tidak ada bedanya dengan
para teroris yang menimbulkan banyak kematian di London.

Di Amerika Serikat, FBI bersama gugus tugas anti terorisme menyelidiki
kasus pembakaran mesjid Bloomington di Minnesota yang terjadi hari
Sabtu kemarin. Aksi ini terjadi di Islamic Center Bloomington, setelah
merusak kaca jendela di lantar dasar para pelakunya mencoba membakar
mesjid yang berada di lingkungan tersebut. (ln/iol)


_____________________________________________________
Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://rantaunet.org/palanta-setting
------------------------------------------------------------
Tata Tertib Palanta RantauNet:
http://rantaunet.org/palanta-tatatertib
____________________________________________________

Kirim email ke