Kamis, 14 Juli 2005 ( Jawapost )
Lokasi Rumah Nabi Ikut Terancam

MAKKAH - Pengembangan kota suci Makkah dan Madinah tidak memedulikan 
situs-situs sejarah Islam. Bahkan, lokasi rumah Nabi Muhammad terancam 
dilenyapkan. 

Selain tuntutan perkembangan, Islam dengan tafsiran kaku yang dipraktikkan 
wahabisme dipandang paling punya andil dalam pemusnahan itu. Kaum Wahabi 
memandang situs-situs sejarah tersebut bisa mengarah pada pemujaan berhala 
baru. 

Sami Angawi, pakar arsitektur Islam di wilayah tersebut, mengatakan bahwa 
beberapa bangunan dari era Islam kuno terancam musnah. Pada lokasi bangunan 
berumur 1.400 tahun itu, akan dibangun jalan menuju menara tinggi yang menjadi 
tujuan ziarah jamaah haji dan umrah.

"Saat ini kita tengah menyaksikan saat-saat terakhir sejarah Makkah. Bagian 
bersejarah akan segera diratakan untuk dibangun tempat parkir," katanya kepada 
Reuters. 

Angawi menyebut, setidaknya 300 bangunan bersejarah di Makkah dan Madinah 
dimusnahkan selama 50 tahun terakhir. Institut Saudi di Washington melaporkan 
bahwa sebagian besar bangunan bersejarah Islam telah punah sejak Arab Saudi 
berdiri pada 1932.

Kelompok independen penghimpun berita tersebut menyebutkan, hal itu berhubungan 
dengan maklumat yang dikeluarkan Dewan Keagamaan Senior Kerajaan pada 1994. 
Dalam maklumat tersebut tertulis, pelestarian bangunan-bangunan bersejarah 
berpotensi menggiring muslim pada penyembahan berhala.

Angawi menyebut doktrin wahabisme yang dianut kerajaan itu memang menyuarakan 
interpretasi sempit Islam secara literal. Muslim diharuskan hanya memusatkan 
perhatian pada Masjidil Haram di Makkah yang terdapat Kakbah di dalamnya. 

"Mereka tidak memperbolehkan pelestarian bangunan-bangunan kuno, terutama yang 
berkaitan dengan Nabi. Mereka khawatir kaum muslim akan menganggap 
bangunan-bangunan tersebut sakral dan hal tersebut akan mengarah pada 
politeisme dan pemujaan berhala," jelasnya. 

Angawi yang pada 1975 lalu mendirikan Pusat Penelitian Haji (Haj Research 
Center) menyatakan bahwa studi yang dilakukan untuk melestarikan sejarah Makkah 
dan Madinah membuahkan hasil memuaskan. Dia mengklaim, melalui studi tersebut, 
dirinya telah berhasil mengidentifikasi rumah Nabi Muhammad. Namun, Angawi 
tidak bersedia memublikasikan lokasi yang dimaksud. Dirinya khawatir, rumah itu 
akan mengalami nasib sama dengan Dar al Arqam, sekolah Islam pertama tempat 
Nabi mengajar, yang dihancurkan. 

Pernyataan serupa muncul di sejumlah tempat lain. Dari London dikabarkan bahwa 
Geoffrey King, spesialis arkeologi dan seni Islam pada Sekolah Studi Oriental 
dan Afrika, sangat menyayangkan hal tersebut. Dia mengatakan, nasib situs 
bersejarah Islam di Arab Saudi sangat menyedihkan. 

Setiap tahun, sekitar empat juta umat muslim beribadah haji dan umrah. Karena 
itu, perusahaan real estate menyatakan perlu membangun tempat tinggal lagi 
untuk menampung para peziarah. Angawi berpendapat bahwa proyek tersebut justru 
akan membahayakan Masjidil Haram dan mengkomersialkan kawasan tersebut. "Kota 
suci Makkah diperlakukan seperti kota lain. Rumah Tuhan dikomersialkan dan 
pembangunan ini tidak layak dan di luar proporsi yang sebenarnya," tegasnya. 

Namun, pengembang Jabal Omar justru menyatakan sebaliknya. Mereka mengatakan 
bahwa proyek tersebut ditujukan untuk kebaikan Makkah, tempat banyak warga 
miskin menjadikan kawasan itu tampak kumuh. Niat tersebut juga mendapatkan 
dukungan penduduk setempat, yang menginginkan kawasan itu terlihat lebih baik.

"Fasilitas yang ada saat ini tidak mencukupi. Sejumlah hotel, apartemen, dan 
fasilitas penunjang lainnya harus segera dibangun," kata direktur sebuah 
perusahaan real estate terkemuka di Saudi. 

Dia menambahkan, pihak pembangun menyediakan dana SAR 50 miliar (sekitar Rp 
130,4 triliun) untuk proyek tujuh tahun kota tersebut. Perusahaan pengembang 
Jabar Omar mendominasi dana itu. Pada area seluas 210.220 meter persegi yang 
berdekatan dengan Masjidil Haram tersebut, akan dibangun beberapa gedung 
pencakar langit, termasuk hotel, apartemen, pertokoan, dan restoran. (rtr/hep)



__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 
Website http://www.rantaunet.org
_____________________________________________________
Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://rantaunet.org/palanta-setting
------------------------------------------------------------
Tata Tertib Palanta RantauNet:
http://rantaunet.org/palanta-tatatertib
____________________________________________________

Kirim email ke