Bismillahirrahmaanirrahiim,
Assalaamu 'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh,

Berkenaan penyingkatan salaam atau shalawat, ini saya lebih memilih mengikuti penjelasan Syaikh Wasiullah 'Abbas, Syaikh Ibn Baz, Syaikh 'Abdurrazzaq 'Afifi, Syaikh 'Abdullah bin Ghudayyan, dan Syaikh 'Abdullah bin Qu'ud yang tidak memperbolehkankannya.

http://fatwa-online.com/fataawa/miscellaneous/enjoiningthegood/0020919.htm
http://www.bakkah.net/interactive/q&a/aawa004.htm

Beberapa hal yang menjadi alasan saya, secara ringkas:
(1). salaam atau shalawat adalah do'a dan termasuk ibadah sehingga perlu mengikuti tuntunan yang ada.
(2). perlu dihindari kemungkinan kesalahan makna
(3). perlu dihindari terlupakannya lafazh yang lengkap
(4). penghematan lebih patut dilakukan dalam hal lain
(5). pentingnya menyebarluaskan Sunnah

Penjelasan singkatnya:
(1). salaam atau shalawat adalah do'a dan termasuk ibadah sehingga perlu mengikuti tuntunan yang ada. Salaam dan shalawat tidaklah seperti ucapan-ucapan lain yang diserahkan kepada kebiasaan manusia. Khusus salaam telah ditetapkan ucapan-ucapannya sehingga kita tinggal mengikutinya saja. Dalam fatwa masalah penyingkatan salaam tersebut juga disebutkan bahwa tidak diketahui penulisan salaam dengan singkatan dari para salafush shalih.

(2). perlu dihindari kemungkinan kesalahan makna

Walaupun singkatan tertentu telah menjadi kebiasaan sebagian orang namun belum tentu dipahami orang lain, contoh cara menyingkat orang Indonesia berbeda dengan cara orang Malaysia. Dengan demikian lebih aman menuliskan dengan lengkap.

(3). perlu dihindari terlupakannya lafazh yang lengkap

Sebagian orang terutama yang muda-muda banyak yang telah terbiasa dengan bentuk singkat dan hampir-hampir tidak mengenal penulisan lengkapnya. Hal ini saya alami di kampus. Banyak mahasiswa dalam kata pengantar tugas akhir mereka yang menuliskan "Allah SWT" atau "Rasulullah SAW". Saya meminta mereka untuk menuliskan dengan lengkap keduanya namun sebagian tidak tahu caranya sehingga perlu saya tuliskan. Sungguh menyedihkan.

(4). penghematan lebih patut dilakukan dalam hal lain

Kebanyakan alasan penulisan dengan singkat adalah untuk menghemat. Akan tetapi jika kita lihat, ternyata sebagian besar tubuh tulisan sering ditulis dengan lengkap. Mengapa kita memilih untuk menyingkat salaam yang merupakan ibadah ketimbang menyingkat kata-kata lain yang hanya ucapan kita sendiri? Bukankah penghematannya akan lebih besar jika kita menyingkat kata-kata kita sendiri? Bukankah salaam lebih patut dimuliakan?

(5). pentingnya menyebarluaskan Sunnah

Dengan menuliskan salaam dengan lengkap kita dapat menyebarluaskan ucapan salaam yang syar'i sebagaimana yang dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Terkait juga dengan yang (3).

"Musa berkata: 'Maukah kamu mengambil sesuatu yang rendah sebagai pengganti yang lebih baik?'" (QS. al-Baqarah 2:61)

Allahu Ta'ala a'lam.

Wassalaamu 'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh,

--
Ahmad Ridha ibn Zainal Arifin ibn Muhammad Hamim
(l. 1980M/1400H)




Website http://www.rantaunet.org
_____________________________________________________
Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting
------------------------------------------------------------
Tata Tertib Palanta RantauNet:
http://rantaunet.org/palanta-tatatertib
____________________________________________________

Kirim email ke