Assalamu'alaikum wr. wb. He.., sato pulo mancigok di pagi ko ciek.
Dg yang di maksudkan Darul, baa kalau hanya dg niat mengur, tp tidak mengucapkan salam spt yg dimaksud dgf salam kita "assalamu'alaikum wr. wb." (Selamatlah engkau ..dst); melain kan dg hanya tujuan tegur sapa, friendly hello se: "Hallo, apa kabar?" Jadi kita kan tak mendoakan mereka (seseorang) itu utk keselamatan mereka. Dalm hal ini di maksudkan juga dg bertegur sapa yg baik dg yg bukan muslim pun. Siap tahu dg memperlihatkan etika yg baik dan ramah, itu juga akan sbg contoh buat Mulims in general. Bertika, ramah dan ber-akhlak baik segalanya, dg demikian mungkin non-muslim juga akan tersadar bhw orang Islam itu adalah orang yg beretika, dan ber-akhlak baik. Tidak jarang non-muslim belakangan ini banyak yg masuk Islam katanya krn tertarik dg cara2 dan pelajran Islam. Prophet Muhammad peace be upon him (pbuh) juga selalu memperlihatkan (dari hati beliau tentunya) etika dan tingkah yg baik pada non-muslim. Dlm suatu hadith (saya dg dari speaker di mesjid) ttg akhlak prophet Muhammad (pbuh) yg membuat tetangga beliau non-muslim menajdi muslim, sbb: Tetangga beliau yg non-muslim selalu meletakkan (membuagn) samaph di depan pintu beliau. Setiap kali itu pula prophet Muhammad (pbuh) dg sabar membuagn kannya. Begitu terus-terus, akhir nya si non-muslim tsb mendatangi beliau dg baik dan bertanya, "Hai, Muhammad, kenapa engkau tidak marah padaku krn perbuatan ku ini, tp justru sebaliknya, membuagkan sampah saya ketempat nya". Ya, tentu saja prophet Muhammad (bpuh) menjawab dan df fatwa beliau. Anyway, akhirnya orang itu masuk Islam dan jadi muslim yg baik. Kalau kita analysa dg logika, kita dianjurkan berbuat baik dan berakhlak baik pada dan dimana saja. Contohkan lah diri kita sbg muslim yg teladan. Sebaliknya kalau kito indak menegur orang, di kantor misal nya, urang pasti bapikie, "wah, macam itu mah, akhlak urang muslim tu. Pandamuik, mungkin self-center, ... atau lain2", perkiraan mereka. Itu juga akan mambuek bid'ah, barangkali. Mambuek urang berperasangak jelek juo terhadap muslim umumnya. Sahinggo awak pun tambah ta-icie/terisolir dari pergaulan, akie nyo mungkin urang tak sanang jo awak lai do. Baa tu angku Ridha? Ambo iyomacam itu se nan ambo buek nyo di tengah kelompok yg umum. Salam dan maaf, buk Ben In a message dated 7/19/2005 6:42:01 AM Eastern Standard Time, [EMAIL PROTECTED] writes: darul wrote: >Maaf Ridha, tolong dipersempit salam disini. Apa yang dimaksud disini adalah "assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh" saja atau semua salam. Sebab selamat pagi, good afternoon, gooten tag adalah juga salam dalam bahasa kita. > > Mak Darul, di akhir e-mail ini saya sertakan penjelasan dari Syaikh Ibnu Utsaimin yang secara ringkas bahwa salaam di sini bersifat umum sehingga tidak hanya salaam dalam artian "Assalaamu 'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh" saja. Salaam adalah penghormatan dan tidak sepatutnya seorang mukmin memuliakan orang kafir. Juga ada penjelasan dari Syaikh Ibn Baz tentang menyikapi orang-orang kafir yang suka menggunakan salaam umat Islam. >Kalau keduanya, maka akan susah bagi yang punya atasan orang kafir dan bagi yang mayoritas Islamnya. Sebagaimana diketahui (email saya sebelumnya), diatas ikan besi, ditempat saya berkarier dulu belasan tahun, diwajibkan (bukan syar'i) untuk mengucapkan salam setiap bertemu dan mau masuk kedalam suatu ruangan kalau sudah ada orang lain disitu, sebagai tanda >kedatangannya. > > Ini adalah salah satu risiko yang dihadapi ketika kita bekerja dengan orang kafir. Seingat saya dalam masalah ini seseorang pernah memberi saran untuk menggantikan ucapan salam dengan sesuatu yang tidak bersifat pemuliaan misalnya dengan sapaan "Pagi" dan sejenisnya. Allahu a'lam. Nanti coba saya lihat jika ada keterangan tentang ini dari para ulama. Wassalaamu 'alaikum, -- Ahmad Ridha ibn Zainal Arifin ibn Muhammad Hamim (l. 1980M/1400H) Website http://www.rantaunet.org _____________________________________________________ Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting ------------------------------------------------------------ Tata Tertib Palanta RantauNet: http://rantaunet.org/palanta-tatatertib ____________________________________________________

