Assalamu'alikum wr wb., Tulisan berikut mudah-mudahan memberikan gambaran mengenai aplikasi kapitalis - yang dasari pada keperdulian M Yunus dari Bangladesh, kepada orang miskin. Tulisan ini diambil dari sebuah paper Columbia Bisiness School - 2004, "Grameen Bank - Taking Capitalism to the Poor"
Awal 1970, Prof. Muhammad Yunus mempunyai mimpi untuk mengurangi kemiskinan dengan mengurangi hambatan orang miskin dalam memperoleh pinjaman - yaitu jaminan. Tahun 1976, beliau mencoba dengan memberikan pinjaman uang $27 kepada 42 42 ibu-ibu di perkampungan yang biasa di Bangladesh. Hanya dalam 30 tahun usaha ini berkembang Grameen Bank mempunyai 3.2 juta peminjam (95% adalah perempuan), 1,178 kantor cabang, memberikan jasa kepada 41 ribu kampung dan memiliki asset sebesar US$ 3B atau hampir Rp 30 T. Kita kenal Bangladesh adalah salah satu negeri termiskin dengan populasi 130 juta jiwa dengan GNP per kapita $300. Tingkat literasi yang rendah - 38% bagi penduduk usia 15thn. Yunus awal mimpinya dimulai dengan keinginan untuk membantu Sufia Begum - 21 thn, di Jobra, yang kesulitan untuk menghidupi dirinya sendiri dengan meminjam uang Rp 2,500 dari money lender - di Indonesia disebut sebagi "lintah darat", dengan bunga 10% perhari. Dengan modal usaha tsb Sufia memperoleh sekitar 10% keuntungan setelah dipotong ongkos kerjanya. Kondisi ini membuat Sufia menjadi buruh yang terikat. Insya Allah nanti disambung. Wassalam, Sampono Sutan Website http://www.rantaunet.org _____________________________________________________ Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting ------------------------------------------------------------ Tata Tertib Palanta RantauNet: http://rantaunet.org/palanta-tatatertib ____________________________________________________

