Bismillahirrahmaanirrahiim,
Assalaamu 'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh,
Lagi-lagi kita berbicara masalah perbedaan. Seorang Mamak kita pernah
mengatakan bahwa kalau tidak mau muncul perbedaan maka tidak usahlah
berbicara masalah politik dan agama. Namun agama adalah sesuatu yang wajib
untuk dipelajari sesuai dengan pemenuhan tujuan hidup kita.
Kesepakatan dan persatuan umat Islam adalah sesuatu yang penting sedangkan
perbedaan dan perpecahan pada dasarnya adalah hal yang tidak disukai. Namun
bukan berarti kita menutup mata seakan tidak ada perbedaan dan perpecahan.
Sedapat mungkin kita selesaikan perbedaan dan perpecahan dengan kembali
kepada tuntunan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam.
--------------------------------
Ikhtilaf (perbedaan) secara umum terbagi dua:
a. ikhtilaf tanawwu' yakni perbedaan-perbedaan yang sifatnya hanya variasi.
Sebagai contoh adalah berbeda-bedanya do'a istiftah. Kita dapat memilih do'a
istiftah yang mana pun selama bersumber dari hadits yang sah. Contoh lain
adalah perbedaan bacaan (qira'ah) al-Qur'an yang sah diriwayatkan dari
Rasulullah.
Dalam perbedaan ini tidak diperbolehkan saling mencela karena pada
hakikatnya tidak ada perbedaan. Peristiwa sholat 'ashar saat para shahabat
berangkat ke Bani Quraizhah juga contoh ikhtilaf seperti ini.
b. ikhtilaf tadhadd yakni perbedaan yang bertabrakan secara kontras.
Dalam masalah ini maka kebenaran harus ditempatkan dengan sepatutnya. Tidak
mungkin semuanya benar.
Contohnya misalnya perbedaan ahlus sunnah dengan ahlul bid'ah dalam masalah
iman:
- khawarij mengkafirkan bahwa pelaku dosa besar
- murji'ah mengatakan bahwa iman adalah keyakinan hati dan ikrar lisan;
perbuatan maksiat tidak mempengaruhi kesempurnaan iman selama masih ada iman
- ahlus sunnah mengatakan bahwa iman adalah keyakinan hati, ikrar lisan dan
amal perbuatam, dapat bertambah dan berkurang sedangkan pelaku dosa besar
tidak langsung dikafirkan dan diserahkan kepada kehendak Allah.
Allah telah memberikan petunjuk bagi kita dalam menyelesaikan ikhtilaf ini.
"Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan
ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang
sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Qur'an) dan Rasul
(sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian.
Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya." (QS.
an-Nisaa' 4:59)
"Dan barang siapa yang menentang Rasul sesudah jelas kebenaran baginya, dan
mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mukmin, Kami biarkan ia leluasa
terhadap kesesatan yang telah dikuasinya itu dan Kami masukkan ia ke dalam
Jahanam, dan Jahanam itu seburuk-buruk tempat kembali." (QS. an-Nisaa'
4:115)
Perselisihan adalah sunnatullah namun kita tetap diperintahkan untuk
berusaha menghindarkannya dengan tetap berpegang teguh pada al-Qur'an dan
as-Sunnah.
Dari al-'Irbadh bin Sariyah radhiallahu 'anhu, ia berkata: "Suatu hari
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam memberi nasihat yang menggetarkan
hati dan membuat air mata kami berlinang. Maka kami berkata: 'Wahai
Rasulullah, sepertinya ini adalah nasihat perpisahan, maka berilah kami
wasiat?" Beliau berkata:
"Aku wasiatkan agar kalian tetap bertakwa kepada Allah, selalu patuh dan
taat meskipun yang memimpin kalian adalah seorang budak Habsyi (Ethiopia).
Barangsiapa yang hidup sepeninggalku, ia pasti melihat perselisihan yang
amat banyak. Maka dari itu, berpegang teguhlah kepada Sunnahku dan Sunnah
Khulafaa-ur Rasyidiin yang mendapat petunjuk setelahku, gigitlah dengan gigi
geraham kalian. Dan hati-hatilah kalian dari perkara yang diada-adakan.
karena seluruh perkara yang diada-adakan itu adalah bid'ah dan setiap bid'ah
itu adalah sesat." (HR. Abu Dawud, at-Tirmidzi, Ibnu Majah dan selainnya)
--------------------------------
Allahu a'lam.
Wassalaamu 'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh,
---
Ahmad Ridha ibn Zainal Arifin ibn Muhammad Hamim
(l. 1980 M/1400 H)
Website http://www.rantaunet.org
_____________________________________________________
Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke:
http://rantaunet.org/palanta-setting
------------------------------------------------------------
Tata Tertib Palanta RantauNet:
http://rantaunet.org/palanta-tatatertib
____________________________________________________