Bismillahirrahmaanirrahiim,
Assalaamu 'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh,
"Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi
semesta alam." (QS. Al-Anbiyaa' 21:107)
Ayat tersebut beberapa waktu terakhir ini sering disebutkan jadi ada
baiknya kita lihat tafsirannya. Mohon maaf dan koreksinya jika ada
kesalahan.
Ayat tersebut ditafsirkan oleh Ibnu Katsir (diambil dari Ringkasan
Tafsir Ibnu Katsir):
"Allah Ta'ala memberitahukan bahwa Dia menjadikan Muhammad shallallahu
'alaihi wa sallam sebagai rahmat bagi semesta alam. Maksudnya, Dia
mengutusnya sebagai rahmat bagi mereka semua. Barangsiapa yang menerima
rahmat ini dan mensyukuri nikmat ini, maka berbahagialah dia di dunia
dan di akhirat. Hal ini sebagaimana firman Allah Ta'ala, "Tidakkah kamu
memperhatikan orang-orang yang telah menukar nikmat Allah dengan
kekafiran dan menjatuhkan kaumnya ke lembah kebinasaan, yaitu neraka
Jahannam? Mereka masuk ke dalamnya. Itulah seburuk-buruk tempat
kediaman." (QS. Ibrahim 14:28-29)"
-----------------------------------------------
ARD:
Perhatikanlah bahwa ayat tersebut menunjukkan bahwa yang menjadi rahmat
bagi semesta alam adalah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Ayat
tersebut tidak berarti bahwa syari'at Islam diukur dari senangnya semua
orang. Namun ayat tersebut menunjukkan bahwa orang yang beriman kepada
Allah dan Rasul-Nya mensyukuri rahmat diutusnya Rasulullah. Sebagaimana
firman Allah subhanahu wa ta'ala (yang artinya):
"Dan taatilah Allah dan Rasul, supaya kamu diberi rahmat." (QS. Aali
Imraan 3:132)
Dalam berdakwah kepada orang-orang musyrik pun Rasulullah selalu
mendahulukan cara yang lemah lembut dan tidak langsung mendo'akan
keburukan bagi mereka karena mereka masih bodoh. Orang-orang musyrik
tidak dikenakan musibah seperti yang ditimpakan terhadap umat-umat
terdahulu (mis. kaum Tsamud dan 'Ad). Allahu Ta'ala a'lam.
Dengan diutusnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam sebagai rahmat
bagi semesta alam, Allah azza wa jalla menjadikan sikap kita kepada
beliau penentu keselamatan kita di dunia dan di akhirat.
Dari Abu Hurairah radhiallahu 'anhu, bahwa Rasulullah shallallahu
'alaihi wa sallam bersabda: "Semua umatku akan masuk Surga kecuali
mereka yang enggan." Ditanyakan: "Siapakah orang yang enggan itu, wahai
Rasulullah?" Beliau menjawab: "Barangsiapa menaatiku, maka dia akan
masuk Surga, dan barangsiapa durhaka kepadaku, berarti dia telah
enggan." (HR. al-Bukhari)
"Barang siapa yang menaati Rasul itu, sesungguhnya ia telah menaati
Allah. Dan barang siapa yang berpaling (dari ketaatan itu), maka Kami
tidak mengutusmu untuk menjadi pemelihara bagi mereka." (QS. An-Nisaa' 4:80)
"Maka hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah Rasul takut akan
ditimpa cobaan atau ditimpa azab yang pedih." (QS. An-Nuur 24:63)
Sudahkah kita bersyukur atas rahmat bagi semesta alam?
-----------------------------------------------
--
Ahmad Ridha ibn Zainal Arifin ibn Muhammad Hamim
(l. 1980M/1400H)
Website http://www.rantaunet.org
_____________________________________________________
Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke:
http://rantaunet.org/palanta-setting
------------------------------------------------------------
Tata Tertib Palanta RantauNet:
http://rantaunet.org/palanta-tatatertib
____________________________________________________