Bismillahirrahmaanirrahiim,
Assalaamu 'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh,
Sebelumnya mohon maaf kepada Mak Lembang Alam dan member palanta ini.
E-mail ini tidak ditujukan untuk memperpanjang pembahasan Ahmadiyyah
namun untuk secara umum membantah syubhat-syubhat orang-orang yang
mengaku-aku sebagai nabi.
فقال "أما ترضى أن تكون مني بمنزلة هارون من موسى؟ غير أنه لا نبي بعدي".
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berkata kepada 'Ali bin Abu
Thalib radhiallahu 'anhu ketika menugasinya menjaga kaum perempuan dan
anak-anak saat perang Tabuk, "Tidak inginkah kamu memperoleh posisi di
sisiku seperti posisi Harun di sisi Musa, namun sesudahku tidak ada nabi
lagi?" (HR. Muslim)
Dalam riwayat lain disebutkan:
"إلا أنه لا نبوة بعدي"
Dalam hadits di atas secara tegas menyatakan "Tidak ada nabi setelahku"
dan "Tidak ada kenabian setelahku". Dengan demikian tidaklah ada gunanya
takwil yang dilakukan oleh Ahmadiyyah terhadap "khaatamun nabiyyin".
Makna "khaatamun nabiyyin" sendiri sebenarnya jelas dalam hadits berikut.
"Perumpamaan aku dan para Nabi sebelumku adalah seperti orang yang
membangun sebuah bangunan yang dibaguskan dan diperindah, kecuali satu
bata di salah satu sudutnya yang belum terpasang. Orang-orang segera
mengelilingi bangunan itu dan merasa heran seraya bertanya, 'Mengapa
satu batu ini belum dipasang?' Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam
berkata, "Akulah batu itu dan akulah penutup para Nabi (khaatamun
nabiyyin)" (HR. Muslim).
Allahu Ta'ala a'lam.
Wassalaamu 'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh,
--
Ahmad Ridha ibn Zainal Arifin ibn Muhammad Hamim
(l. 1980M/1400H)
Website http://www.rantaunet.org
_____________________________________________________
Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke:
http://rantaunet.org/palanta-setting
------------------------------------------------------------
Tata Tertib Palanta RantauNet:
http://rantaunet.org/palanta-tatatertib
____________________________________________________