FYI se:
Sehubungan memanfaatkan sampah ko iyo paralu.
Sebuah project yg sedang jalan kiniko yg ambo tahu dari yg bersangkutan,
yaitu hasil buangan pada pemotongan ayam. Yng diolah menghasilakn tenaga
listrik.
Buangan ini di tumpukkan ditempat pembuanganya, lalu di digest (chemically)
yg menghasilakn gas methane. Gas methane ko di bakar di jadikan utk
menghsilakan tenaga listrik. Iko proses kasar nyo se. Utk detail nyo urang
elektro
disiko tantu labieh awam.
Point disiko, sampah pun bisa menghasilkan sesuatu yg berharaga.
Guess what?
Manager FBI (company yg ma-anggkuik sampah kami) punya istana dan gedung yg
mewah. Well, memang karajo nyo mangumpuan sampah, tp kalau menghasilkan
pandapatan yg tinggi juo.
Kalau di kito, yg labieh nyo kan gengsi. Spr kecek sanak gterdahulu, kalau
kito lah sakolahan, mau nyo kan duduek di kantue se nyo.
Ado lagi seseorang yg ambo kenal, PH.D in Electrical Engineering,
guess what? Inyo mambukakn restoran, justru tak di bidang inyo samo sakali.
Tapi memang pitih nyo labieh banayk dari pado jadi pegawai bukan?
Think about it,
Ben
In a message dated 8/3/2005 4:16:48 AM Eastern Standard Time,
[EMAIL PROTECTED] writes:
Pusat Pengkajian dan Penerapan Teknologi Lingkungan
(Assessment and Application of Environmental
Technology Centre)
Deputi Bidang Teknologi Informasi, Energi, Material, dan
Lingkungan
(Deputi of Information, Energy, Material and Environmental
Technology) <?xml:namespace prefix = o ns =
"urn:schemas-microsoft-com:office:off ice" />
BADAN PENGKAJIAN DAN PENERAPAN TEKNOLOGI
(Agency for The Assessment and Application of
Technology)
menyelenggarakan :
Teknologi Pengolahan Sampah Kota Secara Terpadu Menuju Zero Waste
Latar belakang
Sampah merupakan bahan padat buangan dari kegiatan rumah tangga, pasar,
perkantoran, industri, dll. Jumlah timbunannya meningkat
setiap tahun. Dengan jumlah timbunan yang besar dan tanpa penanganan
yang baik, sampah kota akan menimbulkan berbagai masalah
social dan lingkungan yang sangat berat.
Permasalahan sampah harus dilaksanakan secara terpadu. Teknologi
pengolahan sampah kota secara terpadu menekankan pada
pemecahan masalah sampah kota dengan melihat sampah sebagai sumberdaya.
Teknologi yang digunakan untuk memecahkan
permasalahan tersebut merupakan kombinasi tepat guna yang meliputi
teknologi pengkomposan, teknologi penanganan plastik, teknologi
pembuatan kertas daur ulang, dan teknologi pembakaran residu sampah
sebagai bahan baku bangunan. Teknologi penangan sampah
secara terpadu ini oleh BPPT dikembangkan dalam konsep yang diberi nama
Zero Waste.
Dengan penerapan teknologi secara terpadu akan berkembang pula satu
model sampah dalam bentuk industri kecil daur ulang yang
dilakukan masyarakat sebagai mitra pemerintah daerah dalam pelayanan
kebersihan.
Tujuan
Pelatihan ini bertujuan untuk memperkenalkan dan mensosialisasikan
system dan teknologi pengolahan sampah kota skala kawasan
secara terpadu dengan pendekatan konsep Zero Waste.
Waktu & tempat pelatihan
Tanggal Pelaksanaan : 27, 28, 29 September 2005
Tempat : Gedung BPPT II, lt 3, Ruang komisi utama.
Jl. MH. Thamrim No. 8, Jakarta Pusat
Peserta Pelatihan
Jumlah peserta terbatas, berasal dari unsur pemerintah, LSM, perguruan
tinggi, swasta dan masyarakat.
Jadwal Materi Pelatihan
Selasa, 27 September 2005
08.30-09.00 Pendaftaran Peserta
09.00-09.30 Pembukaan
09.30-10.00 Coffe break
10.00-11.00 Sistem pengolahan sampah perkotaan secara terpadu
11.00-12.30 Teknologi pengomposan sampah organiksistem open windrow
12.30-13.30 Makan
13.30-15.00 Pra-desain teknologi pengkomposan sampah organik sistem
open windrow
15.00-16.30 Teknologi pengolahan dan pemanfaatan samapah plastik dan
kertas
16.30-17.30 Teknologi pengolahan dan pemanfaatan sampah organik menjadi
pakan ternak
17.30-18.00 Coffe afternoon
Rabu, 28 September 2005
08.30-08.45 Coffe morning
08.45-10.15 Pemanfaatan sampah sebagai sumber energi
10.15-11.45 Teknologi pembakaran (incinerator) sampah
11.45-12.45 Makan siang
12.45-14.45 Teknologi tempat pembuangan akhir sampah
14.15-15.45 Peran serta masyarakat dalam penangan sampah
15.45-17.15 Peluang dan tantangan usaha daur ulang sampah
17.15-17.30 Coffe afternoon
Kamis, 29 September 2005
08.00-08.30 Penutupan
08.30-09.00 Persiapan Kunjungan Lapangan
09.00-16.30 Kunjungan Lapangan
Metode pelatihan
Metode pelatihan meliputi :
1.Teori sebanyak 60 %
2.Studi lapangan 40 %
Instruktur
Para instruktur adalah para peneliti dari Pusat Pengkajian Dan Penerapan
Teknologi Lingkungan (P3TL) – BPPT dan para praktisi yang
telah berpengalaman di bidang manajemen sampah, teknologi pengolahan
sampah, teknologi pembuatan kompos, teknologi pengolahan
sampah plastik, teknologi pengolahan daur ulang kertas, dll
Informasi & pendaftaran
Tempat terbatas, pendaftar yang lebih awal diprioritaskan.
Hotline : 021-70573400
Email : [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED]
Website http://www.rantaunet.org
_____________________________________________________
Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke:
http://rantaunet.org/palanta-setting
------------------------------------------------------------
Tata Tertib Palanta RantauNet:
http://rantaunet.org/palanta-tatatertib
____________________________________________________