Bismillahirrahmaanirrahiim.

Assalamualaikumwarahmatullaahiwabarakaatuhu.

Allah Subhanallahuwat'ala berfirman didalam AlQuran
surah AlImran yang terjemahannya : " Sesungguhnya
agama (yang diridhai Allah), HANYALAH, agama Islam.

Sengaja saya membesarkan kata "Hanyalah".
Yang saya ungkapkan saat ini hanya sedikit aja, kalau
diperpanjang bisa panjang.

Kenapa ummat islam sangat kuat memegang teguh akan
agama mereka, dan mengatakan bahwa hanya agama
islamlah agama yang benar dan diridhai oleh Allah
ta'ala?

Mari kita lihat sisi tatabahasanya." Inna addiina
'indallaahi al Islam"(tolong semua buka terjemhan
Alquran beserta lihat ayatnya, maaf saya sedang tidak
bawa AlQuran, jadi lupa ayat keberapa, hanya hafal
saja lafaznya, ada diwarnet saat ini.)

"Inna= huruf taukid(mentakkdidkan, menguatkan). Dalam
permulaan ayat sudah dimulai dengan pentakkitan.

Addiina=Agama ini(yaitu Islam), kenapa saya
terjemahkan dengan agama Islam..?

Karena ada aliflam ma'rifahnya. Aliflah dalam bahasa
Arab adalah salah satu dari tanda isim, juga tanda
ma'rifah(yang sudah dikenal)

Kitaabu(kitab), kitab apa saja.
Alkitaabu(kitab ini), jelas kitabnya.

Diinu=agama apa saja
Addiin=agama ini yang jelas.

Satu nakirah(tidak dikenal), satunya lagi ma'rifah
yang sudah dikenal.

Kemudian diperjelas lagi oleh Allah dengan sambungan
ayatnya " 'indallaahi AL ISLAM"(Disisi Allah adalah
hanya Islam).

AlIslam=dengan ma'rifah juga.
Ada dua aliflah dalam satu ayat, maka ini menandakan
"alhasr=pembatasan", yaitu kata "Hanyalah tadi itu".

Jadi memang benar ditinjau dari sisi tata bahasa dalam
ayat diatas setelah ada huruf takkid lagi, bahwa agama
yang benar, agama yang diridhai adalah Hanya Islam
saja. Dan ayat-ayat pendukung, saya kira banyak untuk
itu. 

Lihat surah lainnya : "Wamayyabtaghi ghairalislaami
diinaa, falayyuqbala minhu"(maka barang siapa yang
mencari agama selain agama Islam maka Allah tidak
menerimanya.

Dari penafsiran diatas, jelaslah bahwa ditolak, atau
gugur berjatuhan kayak buah anggur lepas dari
tangkainya, bagi yang mengatakan agama-agama lain,
seperti Yahudi, Nasrani, dan kawan2nya benar dan
diterima juga, apalagi kaum ingkar sunnah yang namanya
Taufik Malin dkk,selalu menafsirkan seenak dewe akan
ayat AlQuran, memasukkan semua agama Yahudi Nasrani
dllnya sederajat dengan agama islam.(penafsiran yang
sangat keliru dan tak memandang bahasa Arab itu
sendiri).

Sama dengan ingkar sunnah yang katanya ada ingkar
100%lah, 50 % lah, 10% lah, kayak discount di pasar
raya saja agama itu bagi mereka.Kata Hadits diartikan
bukan  sebagaimana hadits yang difahami dan
didefenisikan oleh ummat Islam.Mereka memakai kata
Lahwalhadist inilah dalilnya. Ketahuan sekali
ketidaktahuannya dalam bahasa AlQuran itu sendiri,
tetapi sok tahu.

Dalam bahasa Arab, kata itu dibagi dua, makna lughawi
dan makna istilaahi. Bila telah sepakat ulama akan
menulis makna lughawi, maka makna lughawi tersebut
tidak dipakai lagi.

Contoh : Kata shalat, arti lughawinya adalah " Do'a.
Tetapi makna istilahnya shalat adalah : Segala gerakan
sujud, rukuk yang dimulai dengan takbir diakhiri
dengan salam.(pantesan saja, ngak bisa jawab bagaimana
shalatnya orang ingkar sunnah).

Mereka menyanggah meingkari Alquran, dengan dalil
mereka bahwa AlQuran sudah jelas untuk apa diperjelas
lagi oleh hadits. Kelihatan sekali tidak baca AlQuran
secara keseluruhannya.

Bukankah dalam AlQuran Allah berfirman yang artinya "
(Wahai Muhammad), sesungguhnya kami (mengutus engkau),
dan menurunkan AlQuran ini padamu, untuk memberi
penjelasan pada manusia atas apa yang diturunkan
kepada mereka?". Ini dalil fungsinya rasulullah diutus
kepada manusia, fungsinya sunnah rasulullah diturunkan
adalah untuk menjelaskan AlQuran ini. Jadi orang yang
mengingkari ayat ini berarti mengingkari AlQuran juga.

Dalil yang tidak masuk akal, alasan mereka tidak
mempercayai hadist rasulullah SAW, karena tak jelas
rentetan sanadnya yang bertahun2 mendahului kita ummat
islam sekarang ini. Aneh sekali rasanya, bukankah
AlQuran itu sendiri melalui para sahabat juga sampai
kepada kita, juga melalui para ahli hadist juga. Ngak
usah jauh-jauh deh, pembagian AlQuran itu sampai tiga
puluh juz bagaimana? Apakah mereka mengatakan AlQuran
ngak pakai juz pula..? Apakah pembagian juz dimasa
Rasulullah.. Tidak tokh..?

Makanya kesimpulannya : Orang yang ingkar sunnah
berarti ia ingkar AlQuran juga,apakah discounnya 50%
atau 100% sama saja, tetap saja namanya discount
dipasar. Ditambah lagi dengan ayat-ayat yang pernah
saya sampaikan sebelumnya, disaat saya diskusi dengan
orang semacam ini. " Barang siapa yang mentaa'ti aku,
maka sesungguhnya ia telah menta'ati Allah, barang
siapa yang menyalahi aku, maka ia telah menyalahi
Allah.


Tetapi apa daya, yang ingkar mah tetap saja ingkar,
jadi buang-buang tenaga, waktu dan pikiran diskusi
dengan mereka2 semacam ini.

Demikian sekilas pembelaan terhadap agama kita Islam,
bagi mereka yang mempertentangkannya dan mengingkari
AlQuran dan Sunnah,serta masih saja mengklaim ada
agama lain yang benar selain agama Islam
ini.(Naudzubilllahimindzalik)

Wassalam. Rahima.


                
____________________________________________________
Start your day with Yahoo! - make it your home page 
http://www.yahoo.com/r/hs 
 

Website http://www.rantaunet.org
_____________________________________________________
Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://rantaunet.org/palanta-setting
------------------------------------------------------------
Tata Tertib Palanta RantauNet:
http://rantaunet.org/palanta-tatatertib
____________________________________________________

Kirim email ke