Walaupun pemberitaan kasus ini diungkapkan dari Bogor, namun sebaiknya jadi pemikiran masyarakat kita secara manyeluruh. Kita baca untuk di Lapau dikutip tanpa izin dengan menyebut sumber http://www.suarapembaruan.com/News/2005/08/11/index.html dari
SUARA PEMBARUAN DAILY

----------


Tajuk Rencana I




Kita dan Masyarakat yang Sakit

SEBUAH berita telah membuat kita menjadi miris. Seorang pria tewas dihakimi massa karena memperkosa anak tiri berkali-kali dalam kurun enam bulan. Peristiwa di Desa Pamijahan, Kecamatan Cibungbulan, Kabupaten Bogor, Senin (8/8), sangat mengagetkan justru karena peristiwa seperti ini dianggap "biasa" di masyarakat.

Sikap demikian mempunyai alasan, yaitu kekerasan sudah sangat sering terjadi di masyarakat kita. Kita terlalu banyak menyaksikan tindakan kriminal, termasuk pemerkosaan dan pembunuhan, oleh orang-orang dalam hubungan keluarga. Kekerasan juga muncul dalam banyak hal ketika masyarakat atau warga menghadapi perbedaan di antara mereka, bahkan main hakim sendiri sangat banyak terjadi. Yang mengkhawatirkan, kasus-kasus yang terungkap di media massa hanya sebagian kecil dari kasus serupa yang terjadi.

Peristiwa itu patut kita pertanyakan sebagai cara kita melihat kondisi masyarakat kita. Pertama, tindakan main hakim sendiri yang mengakibatkan kematian yang banyak sekali terjadi. Sejumlah kasus bisa diungkap dan para pelakunya dipidana. Namun, ada kecenderungan, penyelesaian secara litigasi ini tidak memberikan pengaruh pada perbaikan ketaatan hukum.

MAIN hakim sendiri seperti itu mencerminkan bahwa tingkat kepercayaan penyelesaian masalah melalui hukum dalam posisi yang rendah. Lembaga-lembaga dan aparat penegak hukum sudah seharusnya mengevaluasi kinerja mereka, mengapa masyarakat enggan menggunakan cara-cara yang dibenarkan hukum untuk menyelesaikan masalah pelanggaran hukum dan pidana.

Yang kedua dan merupakan hal yang sangat melukai kehidupan kemasyarakatan kita adalah banyaknya kasus pemerkosaan, bahkan dilakukan oleh anggota keluarga. Seperti kasus di Pamijahan itu, perkosaan yang dilakukan terjadi berulang kali dalam kurun yang cukup lama. Kasus serupa boleh dikatakan cukup banyak terjadi. Bahkan, tindakan kriminal seperti itu banyak yang dilatarbelakangi oleh hal-hal yang sepele.

Peristiwa ini mencerminkan, di masyarakat kita ada hal yang sakit. Kasus pembunuhan dalam keluarga, orang bunuh diri, bahkan anak-anak bunuh diri, serta beberapa orang yang bunuh diri bersama, merupakan peristiwa yang serius. Beberapa kasus menunjukkan adanya latar belakang tekanan ekonomi, dan relasi yang tidak sehat.

Kasus-kasus seperti ini tidak bisa diabaikan, tidak cukup hanya dicatat menjadi deretan angka untuk laporan tahunan kepolisian. Kasus seperti ini harus dilihat sebagai pertanda adanya masalah yang serius dalam masyarakat kita. Tekanan ekonomi mungkin salah satu faktor penyebab, tetapi juga terkait dengan kepedulian antarwarga. Bahkan, kita tidak bisa mengabaikan kondisi yang lebih luas di tingkat nasional yang banyak masalah, dan membuat warga hidup dalam tekanan yang berat, sehingga mengambil jalan pintas dengan cara-cara yang tidak bermartabat.

YANG paling serius justru sikap kita terhadap kasus-kasus tersebut yang melihatnya sebagai angin lalu. Pemerintah di tingkat daerah dan pusat bahkan tidak memberikan perhatian yang serius terhadap masalah ini. Jangankan membahasnya secara seksama dan mencari upaya mengatasinya, diperhatikan dan dicatat pun tampaknya tidak.

Bagaimanapun masalah seperti ini harus kita lihat sebagai masalah nasib manusia, bukan hanya urusan para pelaku dan korban, tetapi juga masyarakat secara keseluruhan. Kita harus menyadari bahwa masyarakat kita sakit, dan kesadaran akan adanya penyakit itu yang akan menggerakkan kita untuk mencari pengobatan. Masalahnya, masyarakat kita sakit, tetapi sadarkah kita bahwa kita sakit?


----------
Last modified: 11/8/05

No virus found in this outgoing message.
Checked by AVG Anti-Virus.
Version: 7.0.338 / Virus Database: 267.10.7/70 - Release Date: 8/11/2005
Website http://www.rantaunet.org
_____________________________________________________
Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://rantaunet.org/palanta-setting
------------------------------------------------------------
Tata Tertib Palanta RantauNet:
http://rantaunet.org/palanta-tatatertib
____________________________________________________

Kirim email ke