Didaerah ambo dengan banyaknyo PHK dibidang industri, banyak juo nan
bantiang stir jadi petani. Terutamo sanak kito dari Tapanuli. Bahkan di
babarapo kota di Sumbar inang-inang jadi penjual sayur. Kalau kini nan
kuat mambukak hutan  indak rang Jawa lai doh tapi urang Tapanuli dan
Nias nan labiah tageh. 
Soalnyo nan dibaonyo masuak rimbo tu garam jo lado se-nyo, nan lain lah
tasadio keceknyo. Jadi pokok iduiknyo sabana murah he.....he...  

-----Original Message-----
From: [EMAIL PROTECTED]
[mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of Ridwan M.
Risan
Sent: Monday, August 15, 2005 4:04 PM
To: [email protected]
Subject: [EMAIL PROTECTED] 75% Petani Sudah Tua


Setelah kena krisis energy yang disebabkan oleh rendahnya produksi BBM
dan tingginya harga BBM dunia, kita kini terancam krisis pangan karena
usia dan menurunnya kemampuan petani.

Wassalam,

R Sampono Sutan

75% Petani Sudah Tua
Tahun 2008 Akan Terjadi Krisis SDM Pertanian 
Oleh:Andreas Maryoto



Jakarta, Kompas - Sebuah survei menemukan bahwa sebagian besar petani
padi di Jawa berumur di atas 50 tahun. Kondisi ini mencemaskan karena
produksi pangan ditopang petani yang tergolong dalam lapisan usia kurang
produktif. Tahun 2008 diperkirakan akan terjadi krisis SDM di sektor
pertanian.

Dari survei terhadap 2.000 petani padi di Pulau Jawa, ternyata sebanyak
75 persen petani berusia di atas 50 tahun. Sementara sebanyak 13 persen
berusia antara 30 tahun-49 tahun dan hanya 12 persen yang berusia di
bawah 30 tahun.

Direktur Enciety Business Consult dan juga anggota Forum Masyarakat
Statistik (FMS) Kresnayana Yahya yang melakukan survei itu, Kamis (28/7)
di Jakarta, mengatakan, dengan melihat komposisi usia petani, terlihat
tidak ada regenerasi usaha pertanian di dalam rumah tangga petani.

Ini sangat merisaukan. Kita mempertanyakan mengenai kelanjutan sektor
pertanian kita. Saya memperkirakan pada tahun 2008 akan terjadi krisis
sumber daya manusia pertanian (SDM Red), kata Kresnayana.

Menanggapi hasil penelitian itu Direktur Lembaga Pemberdayaan Pedesaan
dan Kajian Global Cindelaras Dr Francis Wahono yang dihubungi di
Yogyakarta mengatakan, data itu menggambarkan produksi pangan ditopang
oleh lapisan petani yang mengalami penuaan.

Pertanian tidak bisa menampung seluruh tenaga kerja di pedesaan. Di desa
tidak ada pekerjaan yang sesuai untuk generasi muda sehingga mereka
menjadi lautan tenaga murah bagi industri di kota, kata Francis.

Ia menyebutkan, kondisi itu terjadi akibat kebijakan pemerintah tidak
berbasis pedesaan.

Industrialisasi yang dipilih tidak berbasis pertanian, tetapi
industrialisasi yang dicangkokkan, yang input, tenaga ahli, dan
teknologinya dari negara maju.

Modernisasi yang dilakukan di desa sangat dangkal, yaitu memasukkan
bahan-bahan kimia ke desa bukan melakukan industrialisasi pedesaan.

Francis mengatakan, pilihan generasi muda di desa menjadi tukang ojek
maupun buruh merupakan sebuah keterpaksaan bukan pilihan. Sekarang
mereka ada yang menjadi TKI. Ini sebenarnya bukan peluang kerja, tetapi
keterpaksaan. Mereka sebenarnya tidak mau pekerjaan itu, katanya.

Website http://www.rantaunet.org
_____________________________________________________
Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://rantaunet.org/palanta-setting
------------------------------------------------------------
Tata Tertib Palanta RantauNet: http://rantaunet.org/palanta-tatatertib
____________________________________________________



Website http://www.rantaunet.org
_____________________________________________________
Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke:
http://rantaunet.org/palanta-setting
------------------------------------------------------------
Tata Tertib Palanta RantauNet:
http://rantaunet.org/palanta-tatatertib
____________________________________________________

Kirim email ke