Assalamu'alaikum Ww

Banyak keadaan nan kadang hanya gimmick marketing untuak malakukan galehnyo.... misalnyo dulu ado kaba kalau "susu kuda liar" bisa menyembuhkan banyak panyakik dalam..... bagadurun lah pandapek para 'ahli' untuak mayakinkan hal tsb.... sampai pado satu titiak dima kalua pandapek ahli nan lain nan mangatokan 'susu kuda liar' indak sa ampuh itu untuak manyehatkan.....

Baitu pulo jo buah merah asal Papua.... baru kalua satahun belakangan.... dan ditulih di koran-koran klas kuning ibukota kalau buah merah iko khasiat-nyo sampai dapek menyembukan AIDS bagai.... tetapi ado artikel nan mambantahnyo..... liek kutipan dibawah........

Nah sacaro kebetulan ambo maliek Acara Healthy Life di Metro TV ...kapatang pagi.. soal VICO..Virgin Coconut Oil.... nan narasumbernyo Adi Sasono dan salah surang dokter..dengan pembawa acara Venny Rose.... nah dek ado tulisan di RN dari Bunda Ben...dan tambahan peluang bisnis VICO via Mamak Sysy.... ambo jadi penasaran... dan nak batanyo ka Bunda Ben dan adidunsanak sadonyo untuak dapek pencerahan... apo bana khasiat dari VICO tsb..... dan apokoh batua VICO itu rancak diagiahkan ka Bayi untuak membantu proses pencernaan 3 x 1 sdt perhari ? Dan diminumkan ka Ibu hamil untuak memperlancar proses kelahiran (partus) 3-4 sdm x 3 perhari ? Diminumkan ka penderita stroke untuak penyembuhan (3 x 1 Sdm sehari) dan untuak nan sehat dapat diminum sebagai obat diet ?......

Sacaro pribadi.....kesan nan ambo dapek dari acara tsb seperti hanya iklan VICO.... karena si dr tsb memberikan kesan kalau VICO ini bisa untuak obat ini-itu..... untuak iko mohon pencerahan dari Bunda Ben, Mamanda Sysy dan adidunsanak nan mangatahui sacaro mendalam

Wassalam

Z Chaniago - Palai Rinuak - http://www.maninjau.com
======================================================================
Alam Takambang Jadi Guru
======================================================================

http://www.mediaindo.co.id/berita.asp?id=73484

Buah Merah Belum Teruji Klinis Bisa Sembuhkan AIDS



JAKARTA--MIOL: Walau beberapa waktu terakhir buah merah (Pandanus Conoideus Lam) dikabarkan mampu menangkal HIV/AIDS, namun belum ada uji klinis yang membuktikan hal tersebut.

Hal itu dikatakan Prof Dr Zubairi Djoerban dari RS Cipto Mangunkusumo dalam acara seminar bertajuk "Integrasi Pelayanan dan Penanganan Kasus HIV/AIDS pada Ibu Hamil dan Balita Pada Pusat Layanan Kesehatan Dasar", Rabu (24/8).

"Hingga saat ini belum ada suatu kajian ilmiah yang membuktikan khasiat buah merah dalam mengobati HIV/AIDS. Lagipula hingga kini juga belum dapat diidentifikasikan zat efektif yang secara spesifik bereaksi pada virus HIV," ujarnya.

Menurut Zubairi, secara mamfaat buah merah tidak jauh berbeda dengan buah yang lain seperti tomat, pisang, dan mangga. "Terutama tomat, banyak penelitian yang menunjunkkan dampak positif dari pengonsumsian tomat. Dan laiknya sayur dan buah yang lain buah merah memang mengandung antioksidan yang dapat mencegah kerusakan sel oleh radikal bebas tetapi hingga kini uji klinisnya belum menunjukkan hasil konsisten," katanya.

Lebih lanjut Zubairi mengategorikan bahwa ada dua jenis sarana pengobatan yaitu obat dan makanan suplemen (complementary and alternative medicine/CAM).

Obat, Zubairi menambahkan, harus mengikuti "good manufacturing practices" sedangkan CAM yang dianggap sebagai "diet supplement" cukup mengikuti "manufacturing requirement" makanan.

"Jadi jika ada orang bilang bahwa satu obat dapat mengobati berbagai macam penyakit mulai dari kanker, HIV/AIDS, tekanan darah tinggi dan lain-lain maka jelas itu berlebihan karena setiap penyakit tentu memiliki spesifikasi yang berbeda-beda. Hal itu seperti harapan dewa," katanya.

Walaupun begitu Zubairi tidak menampik jika terkadang pasien dengan penyakit serius memerlukan harapan dewa.

"Pada dasarnya tidak masalah jika pasien mengonsumsi CAM itu asalkan jangan meninggalkan pengobatan secara medis," katanya.

Menurut Zubairi yang sering terjadi justru pasien meninggalkan pengobatan medis sehingga putus obat, hal yang seringkali berakibat fatal.

"Bagi pasien kanker misalnya, tentu saja ketika tiba-tiba menghentikan kemoterapi dan mengonsumsi CAM tubuhnya merasa enak karena efek kemoterapi hilang tetapi setelah itu kanker akan muncul lagi," ujarnya.

Oleh karena itu untuk kepentingan pasien maka Zubairi mengimbau setiap pihak untuk lebih arif dalam menyikapi tren-tren yang bermunculan. (Ant/OL-06)



Website http://www.rantaunet.org
_____________________________________________________
Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting
____________________________________________________

Kirim email ke