Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Assalamualaikumwarahmatullahiwabarakaatuhu
Dalil ketiga :

Ayat Surah At Taubah  38,39.
" Wahai orang-orang yang beriman, apakah sebabnya
apabila dikatakan kepadamu : " Berangkatlah (untuk
berperang) pada jalan Allah, kamu merasa berat dan
ingin tinggal ditempatmu? Apakah kamu puas dengan
kehidupan dunia sebagai ganti kehidupan
diakhirat……..dst(lihat lanjutan terjemahannya )

Sebahagian ulama Syi'ah raafidhah mengatakan bahwa
ayat ini jelas turun untuk para sahabat yang berat
hatinya untuk ikut berperang jihad fisabilillah, dan
memilih kehidupan duniawi, meskipun para sahabat
sangat mengetahui bahwa kehidupan dunia itu hanyalah
kesenangan yang sementara. Kemudian mereka menguatkan
pendapat ini dengan ayat lainnya di surah Muhammad
38."…Jika kamu berpaling, maka Allah akan mengantikan
suatu kaum yang tidak seperti kamu"

Apa jawaban ulama akan tuduhan semacam ini?

Kedua ayat diatas, bukanlah celaan terhadap sahabat
nabi Muhammad shallaahu'alaihiwasallam, tetapi
merupakan anjuran untuk berjihad. Hal ini tatkala
Rasulullah SAW menyuruh sahabatnya untuk berperang
pada peperangan Tabuk, dan saat itu adalah masa yang
sangat pelik, atau sulit, panas yang amat sangat maka
sebahagian dari mereka merasa kecapean, maka turunlah
ayat ini untuk memberikan targhiib(keinginan) jihad
fisabilillah dan tarhiib.(memberi peringatan) atas
ganjaran yang merasa berat untuk berperang, maka para
sahabatpun memenuhi perintah Allah 'azza untuk
berperang tersebut.

Ibnu katsir dan At Thabbariy dalam penafsirannya
mengatakan bahwa ayat ini adalah permulaan didalam
mencela bagi siapa yang menyalahi perintah Rasulullah
SAW di peperangan Tabuk.

Telah kita ketahui bahwa tidak ada seorang sahabatpun
yang menyalahi perintah Rasulullah SAW dalam ghazwah
At Tabuk kecuali mereka yang mempunyai udzur, dan
selain tiga orang yang kisahnya cukup termashur dan
tercantum dalam shahihaini, namun Allah telah
mengampuni ketiganya, setelah ketiga sahabat tersebut
bertaubat.(lihat kisah Allah menerima taubat mereka di
ayat At taubah 117-118)

Dan begitupun dalil-dalil mereka yang diambil dari
hadist shahih Bukhari dan Muslim.(Lihat hadits Bukhari
Kitab Arriqaaq 6584,6587 dan Muslim Kitab Al Faadhaail
4/1793). Perkataan "faaquulu suhqaan, suhqan liman
ghaiyyara ba'dii " ( Sungguh sangat jauh bagi mereka
yang murtad setelah aku(Muhammad SAW).Dan masih banyak
lagi dalil dari hadist yang semacam ini untuk
menjatuhkan para sahabat dengan menyatakan bahwa para
sahabat telah murtad dan merubah-rubah agama mereka
setelah nabi wafat.

Apa jawaban ulama akan syubhah-syubhah semacam yang
mereka tuduhkan ini?

Sesungguhnya para sahabat nabi SAW tidak satupun yang
mau membantah atas keadilan mereka dan meragukan
keadilan para sahabat, setelah ada
peng-adilan(pengakuan) dari yang maha mengetahui lagi
maha pemberi khabar didalam kitabNya, dan tazkiyah
rasulullah SAW didalam sunnahnya, dan pujian Allah dan
rasulNya sebaik-baik pujian(insyaAllah hal ini akan
kita kemukakan pada pembahasan intinya yaitu keadilan
para sahabat, juga didalam AlQuran dan sunnahpun telah
ada jaminan bahwa bukan saja AlQuran yang dipelihara
Hadist As Shahihah yang berasal dari rasulullah SAW
pun dipelihara sesuai dengan dalil AlQuran dan Hadits,
insyaAllah akan sampai kesana kelak penjelasannya).

Selama ini kita hanya mengetahui bahwa hanya AlQuran
saja yang dipelihara Allah, hadits As Shahihah dari
Rasulullah tidak ada jaminannya. Sebenarnya bukan
AlQuran saja, kita yang kurang keimanan atau kurang
mempelajari AlQuran dan hadits itu sendiri.

Kaum orientalis/ingkar sunnah, memang sengaja
mengesampingkan ummat Islam agar tidak mempercayai
sunnah dengan membuat keraguan pada keadilan para
sahabat, sehingga malaslah orang belajar hadits, dan
menafsirkan ayat dengan akalnya saja, bukan
menafsirkan dengan ayat AlQuran ataupun hadits itu
sendiri.. Padahal hadits Rasulullah SAW, merupakan
penjelasan atau penafsiran dari AlQuran itu sendiri.
Tidak mungkin seseorang memahami AlQuran dengan
akalnya saja, tetapi hendaklah berdasarkan nash
shahihah juga 

Pada hakikatnya, andaikanpun kita tidak tahu hadits,
cukup dengan keimanan didalam dada saja kita mengimani
sunnah Rasulullah SAW juga Bukankah sudah jelas Allah
berfirman : " Ta'ati Allah dan rasulNya " dan banyak
lagi ayat-ayat untuk ini.

Para sahabat dan ulama terhadulu, saking beriman dan
tunduknya pada Allah. Selalu mengatakan sami'naa
waatha'naa, walaupun terkadang dihati mereka ada
beberapa pertanyaan yang mengganjal, seakan-akan tidak
sesuai dengan akal mereka, namun tetap sami'naa
waatha'naa. Beda dengan zaman sekarang banyak yang
lebih mengutakan akal ketimbang iman dan nash itu
sendiri, dengan dalil kebebasan berfikir dan manusia
diberi akal untuk itu.

Kalau saja manusia mendalami AlQuran bisa dilihat "
afalaa ta'qiluun itu bagaimana ? Dan hadist hadist
tentang keutamaan akal itu sendiri dha'if semuanya.

Bersambung…..

Catatan maraji'

Selain AlQuran dan kutubbusshahihaini ada beberapa
maraji yang menjadi sumber tulisan ini, bagi yang
ingin lebih dalam lagi silahkan dibaca buku yang saya
sebutkan, hampir semuanya buku tentang sahabat dan
keadilan para sahabat juga penolakan ulama terhadap
Syi'ah Mu'tazilah,Orientalis, dan Abu Rayyah yang
sangat terkenal membuat tuduhan terhadap para sahabat
khususnya Abu Hurairah radhiallahu 'anhum 'ajmain.

1 ) Fikr Al Khawarij wassyi'ah fi miizaani ahlissunnah
waljama'ah('Ali Muhammad Asshalaaby)
2)Hafidzahullahu assunnah (Ahmad bin Faaris)
3)Addifa''anissunnah (Ibnu Syuhbah)
4) Takwil Mukhtalifilhadits(Ibnu Quthaibah)
5) Asshaaburrasul (Muhammad Al Masriy)
6) Shuwar min hayaati Asshahaabah(Abdurrahman Rakfat)
7) ( Tafsir Atthabbaary)
8) dllnya

Wassalam. Rahima.Egypt 29 Agustus 05


__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

Website http://www.rantaunet.org
_____________________________________________________
Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://rantaunet.org/palanta-setting
____________________________________________________

Kirim email ke