Assalamualaikumwarahmatulllahiwabarakaatuhu.

jadi soal ini saya serahkan sama Allah dan kita bisa
melihat mereka melalui penelitian yang mendalam dan
teliti.

Jawaban saya :

Emang semua serahkan sama Allah, termasuk mengikuti
petunjnukNya dan ajaran rasulNya.

Saran saya takutlah pada Allah dan rasulNya. Itu saja.

(saya kutip dari tulisan anda bahwa:)Imam At Thabbari
dalam tafsirnya dengan sanad dari Ad-Dhahak didalam
firman Allah : " Wamaa muhammadun
illaarrasul qad`khalat mingqablihirrusul".
(Dan tidaklah Muhammad itu kecuali seorang Rasul dan
telah ada sebelumnya beberapa orang rasul)(Q.S Al
Imran 144).Beliau mengatakan ayat ini turun kepada
ummat yang punya penyakit dan keraguan serta ahli
, yang mengatakan bahwa manusia lari dari nabi
Muhammad shallaahu'alaihi wasallam, nabi Muhammad
telah dibunuh maka kembalilah kamu pada agamamu yang
pertama sekali(menyembah berhala), oleh sebab itu
turun ayat : " Afaimmaata au qutilangqalabtum 'alaa
a'qaabikum ".(tafsir Atthabbaariy 3/458)

Jawaban saya :

Nah lho, kan sudah jelas tuh siapa yang dimaksudkan.
Bukan sahabatkan? Jangan memutar balikkan fakta
penulisnyalah, sebagaimana yang pernah anda putar
balikkan mengenai, 'Aisyah dan sahabat2 lainnya
radhiallahuanhum dengan anda katakan mereka mengatakan
Abu Hurairah pendusta,
Sayang sekali anda kurang bisa membedakan mana sahabat
rasulullah SAW, mana orang Arab musyrik, munafik,
kafir.
Ayat diatas beserta penjelasan dari tafsir At Thabbary
jelas untuk kaum munafik.Kaum munafik itu punya
penyakit. 


Lihat tulisan saya yang lalu mengenai tela’ah ayat ini
(Ali Imran : 144)

Jawaban saya :

Maaf, saya belum sempat membacanya.Ntar kalau ada
waktu saya baca.


Kalau anda percaya pada hadits dha'if, berarti anda
lebih mempercayai hadits tersebut ketimbang firman
Allah. Kalau begitu anda termasuk golongan yang
manakah? Golongan yang percaya firman Allah ataukah
golongan yang percaya hadits -hadits lemah ?
Jawab :

Wah sewot banget, main tuduh lagi.

Siapa yang nuduh? Perhatikan kalimat diatas berupa
statementkah, atau pertanyaan?.Adakah pertanyaan itu
menuduh? Dan ada dua pilihan, silahkan pilih dimana
anda berada pada kedua golongan tersebut. Ngak usah
kasih tahu saya, istafti qalbak saja, karena urusan
hati dan kejujuran seseorang itu hanya Allah yang
tahu. Saya hanya bertanya, silahkan jawab pertanyaan
saya diatas itu saja.


Mbak nih baca hadis shohih

Ntarayat qurannya saya tambahin. Takut kebanyakan,
kasihan yang bacanya juga

ada sebuah contoh hadis abu Huroiroh yang sangat kuat,
diriwayatkan oleh Ibnu Katsir melalui dua jalur, Ibnu
‘Adi melalui dua jalur; Muhammad bin a’id melalui lima
jalur, Muhammad bin samarqandi melalui 6 jalur,
muhammad bin bin mubarrak ash-shuri melalui 7 jalur,
khatib bagdadi melalui sembilan jalur, dan semuanya
melalui Abu Huroiroh,


Jawaban saya :
Tolong anda sebutkan semua jalur jalur yang anda
sebutkan itu, rentetan sanadnya atau perawinya.


sesudah Ustman bin Affan meninggal dunia Abu Hurairah
membaiat muawiyah, dia berkata “sungguh semarak makan
di meja muawiyah dan sungguh sempurna sholat di
belajang Ali bin Abi Tholib. Dan ia pun memilih makan
di meja muawiyah. Hadis pertama berbunyi ”Sesungguhnya
Allah mengamanatkan wahyu-Nya kepada 3 oknum, saya,
jibril serta muawiyah”.


Jawaban saya : sda..sebutkan saja siapa perawi2nya,
sanad-sanadnya, karena saya sudah baca komentar ulama
mengenai hadits yang anda sebutkan itu, kini tinggal
anda memberikan pada kami-kami disini perawinya. 


3) Tolong sebutkan firman Allah yang mencela para
sahabat, namun Allah tak menerima taubat mereka. 
Jawab:m

Allah mencela beberapa sahabat dalam quran, masalah
Taubat, itu urusan Allah. Yang namanya orang-orang
bertaubat minimal dia tidak mengulangi kembali
kesalahannya dan memohon ampun, soal terima tidak
diterima, apalagi setelah Nabi saw wafat, dari mana
mbak tahu kalau para sahabat yang melakukan peperangan
dan pertumpahan darah puluhan ribu kaum muslim setelah
Nabi saw wafat diampuni oleh Allah swt, 

Jawaban saya :

Dari firman Allah dong? Bacanya mengenai firman Allah
tentang taubat, silahkan baca aja yah?


apakah ada wahyu baru yang turun? Atau mungkin para
sahabat menerima wahyu? Atau mungkin ada nabi baru
yang anda akui? Dari mana mbak? 

Jawaban saya sda (sama dengan diatas) 

Oh yah perlu saya kasih kata kunci pada anda, darimana
kita tahu kalau Allah menerima taubat orang yang
bersalah apabila ia telah benar-benar bertaubat pada
Allah, lantas Allah menerima taubat mereka yang
berdosa itu, apakah dizaman rasulullah, atau sesudah
beliau wafat, atau dizaman kita sekarang atau yad..?
darimanayah..? Tentu dari firman Allah dong, mana
firman Allah itu? Silahkan baca ayat-ayat pengampunan
Allah bagi yang bertaubat.


Darimana dan darimana kita bisa tahu bahwa mereka
begitu saja bisa diterima setelah berbuat dosa besar,
saling bunuh. Enak aja bunuh banyak nyawa begitu saja
dapat ampunan tanpa berubah dan memohon ampun.

Jawaban saya :

Saya berbalik bertanya, dari mana anda mengetahui para
sahabat itu tidak memohon ampun pada Allah? Ada
haditsnya ngak..? Kalau ada tolong kasih saya, tapi
jangan lupa sertakan dengan lengkap beserta rentetan
perawinya yah..? , jangan hanya kitab sejarah, adab
balaghah yang anda sebutkan. Saya sudah peringatkan
sebelumnya bahawa kitab sejarah ada yang shahih
haditsnya ada yang dha'if ada yang maudhu. Nah saya
minta anda menjelaskan derajat hadits tersebut dengan
sebanyak jalur yang anda sebutkan.


Nabi saw tidak bersama mereka, dan tidak ada ayat yang
diturunkan mengenai diterimanya pertobatan mereka,
jangan sampai kita melegitimasi dosa-dosa ini dengan
membenarkannya. Naudzubillah.

Jawaban saya :

Tidak ada ayat yang menerima taubat mereka? Kalau
begitu bagaimana dengan anda yang telah berbuat dosa
lantas anda bertaubat minta ampun, apakah dosa anda
diampunkan atau ditolak? Darimana anda tahu itu?


silahkan lihat ayat-ayat al-quran berikut:

Jangankah celaan terhadap mereka, yang lebih juga ada.

Jawaban saya :

Mana yang lebih itu?

Kritikan pertama terhadap anggapan semua sahabat ‘adil
berdasarkan al-quran surah at-taubah 101 (“Dan di
antara orang Arab di sekitarmu, ada yang munafik.
Demikian pula di antara orang madinah, mereka berkeras
dalam kemunafikan. Kau tidak mengenal mereka, tapi
kami mengenalnya, Dua kali Kami akan mengazabnya,
kemudian mereka dikembalikan, untuk mendapat azab yang
dahsyat

Jawaban saya :

Sayang sekali anda kurang bisa membedakan dizaman
rasulullah itu orang Arab terdiri dari  manusia dimana
tergolong pada berbagai golongan, ada kafir, munafik,
musyrik dan muslim. Sahabat tidak termasuk diantara
yang munafik itu lho? Ingat siapa itu sahabat dan
defenisinya.

Saya kasih analogi pada anda :
Saya hidup dizaman pak Presiden SBY. Saya hidup
diantara kaum kafir, musyrik, munafik, dan saya punya
sahabat yang muslim dan beriman. Apakah kaum kafir,
munafik dan munafik itu saya katakan juga sahabat
saya?

Wah,..tidak dong.



, al-munafiqun 1 (bila datang kepadamu orang munafik,
mereka berkata: “Kami bersaksi Kau sungguh Rosul
Allah” Dan Allah tahu kau sungguh Rosul-Nya .....)

Jawaban saya : sda.

, At-taubah 45-47 (Yang meminta izin padamu, hanya
orang yang beriman
kepada Allah dan hari kemudian, Dan yang hatinya
ragu-ragu, sehingga mereka terombang-ambing dalam
keraguannya, Jika bermaksud berangkat, tentulah
merekla melakukan persiapan untuk itu. Tapi Allah
tiada suka mereka berangkat ....)

Jawaban saya :

Duh,.kenapa lagi-lagi anda mengurangi kata yang maha
penting?
Anda terjemahkan : "Hanya orang yang beriman",
?Bacalah sekali lagi ayat tersebut! Beriman dan tidak
beriman bertolak belakang tokh..?







                
__________________________________ 
Yahoo! Mail - PC Magazine Editors' Choice 2005 
http://mail.yahoo.com

Website http://www.rantaunet.org
_____________________________________________________
Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://rantaunet.org/palanta-setting
____________________________________________________

Kirim email ke