Bismillaahirrahmaanirrahiim

Assalamualaikumwarahmatullaahiwabarakaatuhu.

Keadilan para sahabat(6)

*** Tuduhan Abu Rayyah terhadap hadits shahih dimana
AlQuran menjadi saksi atas kebenarannya….

Abu Shahbah dalam bukunya "pembelaan terhadap sunnah",
mengatakan : 

Setelah Abu Rayyah menyebutkan didalam bukunya
tersebut dengan apa-apa yang diriwayatkan oleh ka'ab
dan Ibnu sallam tentang kabar gembira akan kedatangan
seorang nabi, ia mengatakan hal ini adalah khurafat
yang dikarang oleh israiliyyaat.

Ia mengatakan bahwa hadits yang berada di shahih
Bukhari dari Abdullah bin Yasar ia berkata : Aku
menemui Abdullah bin 'Amr bin 'Ash kemudian aku
bertanya padanya, sebutkanlah padaku tentang
sifat-sifat Rasulullah yang ada didalam Taurat.
Kemudian ia mengatakan, " Benar, sesungguhnya ia ada
didalam Taurat dan sebahagian sifatnya ada didalam
AlQuran…..dst..

Abu Rayyah mengatakan hadits diatas adalah Israiliyyat
dan khurafat. 

Jawaban para ulama akan hal ini :

Sungguh suatu kebodohan yang amat dalam, mengatakan
khabar yang benar, walaupun berita itu berasal dari
israiliyyat, dengan tuduhan khurafat, padahal dalam
hal ini, sudah jelas mengenai kedatangan nabi Muhammad
banyak dijelaskan dalam firman Allah, salah satunya
silahkan lihat surah Al A'raf 156,157) .

** Celaannya terhadap hadits shahih Muslim disebabkan
jeleknya pemahamannya tentang hadits tersebut.(dan
salah satu contoh dalil yang dikemukakan oleh pak
Baqir untuk menjatuhkan keadilan para sahabat dan
menuduh Abu Hurairah berbohong)

" Annil wasyaihaani wa jaihaani walfuraatu min
anhaariljannah, wahaadza qaulun rawaahu 
Ka'ab ketika ia mengatakan : Empat sungai yang
disifatkan oleh Allah 'Azza wajalla didunia ini, maka
Nil adalah sungai madu di surga, Furat sungai khamar
di surga, saihaan, sungai air disurga, Jaihan sungai
madu di surga"

Ini katanya pak Baqir yang disampaikan ke dik Ridha :
Seperti yang telah saya kemukakan di email, bahwa Abu
Hurairah mengemukakan banyak hadis yang harus kita
tolak sebagai berikut:

Abu Hurairah banyak meriwayatkan hadis-hadis
israiliyat, seperti Adam yang diciptakan seperti
bentuk Allah, setan lari sambil kentut mendengar suara
azan, Nabi Sulaiman yang mengancam akan membelah bayi
yang diperebutkan dua orang ibu, Allah menaruh kakinya
di neraka, Nabi sulaiman as yang meniduri 70 wanita
dalam semalam tapi hanya melahirkan seorang bayi
separuh manusia, Nabi yang membakar sarang semut
karena digigit seekor semut. Nabi Isa akan turun
membunuh babi, awan yang bicara, sapi dan serigala
berbicara bahasa Arab, Allah yang marah sekali dan
tidak akan pernah lebih marah lagi seperti itu, yang
diucapkan Adam karena dia melanggar perintah Allah.


Berikut adalah petikan hadis-hadis israiliyat
tersebut: (yang tentu saja kesemuanya harus ditolak)
(Ya Allah tunjukilah kami jalan yang benar(lurus),
jalan orang yang kau ridhoi bukan jalan yang kau
Murkai).


Sungai Nil dan Efrat adalah sungai dari surga

Lihat “An-nujum al-zahirah, jilid 1 hlm 34, Mahmud Abu
rayyah, Syaikh al-Mudirrah, Abu Hurairah. Lihat Juga
perjanjian lama, kejadian (genesia) ayat 10.

Diriwayatkan oleh muslim dan Imam Ahmad dari Abu
Hurairah bahwa Rosul bersabda ‘Sungai nil dan Sihan
dan Jihan danFurat adalah sungai-sungai di Surga’ dan
riwayat ini disampaikan juga oleh Ka’b al-ahbar yang
berbunyi: ‘ada empat sungai di surga yang diletakkan
di dunia oleh Allah Yang Maha Perkasa dan Maha tinggi,
yaitu Nil, Sungai Madu di Surga, dan Furat, sungai
minuman keras, dan sihan, serta Jihan, sungai susu di
dunia!’

Saya ingat, pernah ketika dik Ahmad Ridha mengatakan
bahwa buku rujukan yang diambil pak Baqir ini adalah
dari Abu Rayyah, namun ia mengingkari bukan buku Abu
Rayyah, terlihatlah sudah diatas kedustaan yang
didustakan pak Baqir, biasalah manusia kalau sudah
berdusta, setelah ketahuan kedustaannya, maka ia akan
berusaha menutupi kedustaan tersebut dengan kedustaan
lainnya. Padahal jelas tokh..katanya : 
Lihat “An-nujum al-zahirah, jilid 1 hlm 34, Mahmud Abu
rayyah, Syaikh al-Mudirrah, Abu Hurairah. Lihat Juga
perjanjian lama, kejadian (genesia) ayat 10.
Suatu kedutaan, naudzubillahimindzalik! 

Apa jawaban ulama akan hal ini ?

Sesungguhnya hadits yang diriwayatkan oleh Abu
Hurairah shahih sebenar-benar shahih.

Lafaznya yang benar adalah sebagai berikut (bukan
seperti lafaz yang disebutkannya diatas, lihatlah
betapa dia memutar balikkan makna dan kata).

"Saihaan, wajaihaan, walfuraatu wannil kullahaa min
anhaariljannah"( Saihan, dan Jaihan, dan Furat, dan
Nil semuanya adalah sungai dari sungai-sungai surga".

Sayang sekali, karena ketidak tahuan mereka akan
maknanya, dan tidak mengetahui bahwa baik dalam
AlQuran ataupun hadits banyak kata bermaknakan kiasan,
atau majazi, bukan hakiki, yang sebenarnya sebagaimana
yang disangkakan oleh sebahagian mereka, melihat
secara dzhahir ayat ataupun hadits, tanpa mengetahui
penafsirannya dari ahli tafsir dan hadits.

Perkataan diatas merupakan ketinggian sastra atau
balaghah dalam bahasa Arab, ada yang namanya
perumpamaan, atau tasbiih. Lihatlah dalam AlQuran
banyak sekali perumpamaan manusia dengan anjinglah,
nyamuklah, juga perkataan baik dengan pohon yang
berakar kuat dan sebagainya.

Sesungguhnya sungai-sungai diatas merupakan tashbih
dari sungai-sungai yang ada disurga dari sifatnya, dan
kebaikannya yang banyak memberikan manfaat kepada
manusia.

Dikatakan bahwa pada kalimat diatas ada yang
dihadzafkan(dihilangkan, dalam bahasa Arab, Alqurapun
sering hadzap ini sering terjadi), takdirnya adalah: "
Min Anhaari AHLIL JANNAH , dari sungai ahli surga"., 
juga penafsiran hadits tersebut adalah sebagai
tabsyiir(kabar gembira), kepada nabi Muhammad
shallallahu'alaihi wasallam dan janji Allah yang mana
kelak akan memenangkan dan juga menampakkan agama
Islam disegala penjuru sampai kenegeri yang ada 
keempat sungai-sungai yang disebut didalam hadits
diatas juga negara lainnya. Lihatlah terbukti sudah
agama islam sudah menyebar sampai ke negeri India.

Adapun hadits yang ditambahkan oleh Ka'ab seperti yang
disebutkan oleh pak baqir, juga yang disebutkan oleh
Abu Rayyah, dari perkataan Ka'ab , ada empat sungai
yang disifatkan Allah didunia ini Nil sungai madu
..dst adalah hadits yang tidak dapat dipegang sama
sekali, apalagi dijadikan dalil untuk menuduh Abu
Hurairah pendusta.

Siapakah yang mengada-ada disini, siapakah yang
berdusta, siapakah yang menambah-nambahi kata-kata
dalam hadits diatas, Abu Hurairahkah, atau pak Baqir?
Sudah jelas pak baqir bukan? Kalau begitu siapakah
yang suka berdusta, Abu Hurairahkah, atau pak Baqir..?
Bisa dijawab dengan sendirinya.

Dan andaikanpun ada yang benar dari perkataan 'Ka'ab
baik sebelum ia masuk Islam atau sudah masuk Islam,
bisa jadi hal tersebut merupakan penafsirannya, atau
perumpamaan yang ditafsirkannya dari perkataan Abu
Hurairah tadi atas pemahamannya terhadap ayat firman
Allah :

 " Perumpamaan  surga yang disediakan bagi orang-orang
yang bertaqwa dimana didalamnya ada sungai-sungai yang
asin dan tawar, ada sungai susu, dimana tidak berubah
rasanya, juga sungai khamar sangat lezat diminum, juga
sungai dari madu dan bagi mereka segala buah-buahan
ada didalamnya serta pengampunan dari tuhan mereka"
,(Q.S Muhammad 47:15)

Penafsiran yang dibuat sahabat Kaab Al Akhbar itu
silahkan saja, tokh ada  yang penting, bukan perkataan
Abu Hurairah, juga bukan dari Rasulullah
shallallahu'alaihi wasallam. Dan yang terpenting
keempat sungai tersebut adalah kiasan atas banyak
manfaat dan kebaikannya untuk manusia.

Yang benar perkataan Rasulullah dan diriwayatkan oleh
Abu Hurairah adalah sebagaimana yang tercantum dalam
shahih Muslim, dimana  adalah sbb:

"Saihaan, wajaihaan, walfuraatu wannil kullahaa min
anhaariljannah"( Saihan, dan Jaihan, dan Furat, dan
Nil semuanya adalah sungai dari sungai-sungai surga".

Dan masih banyak lagi contoh-contoh yang dibuatkan
dalil sebagai alasan untuk menuduh Abu Hurairah
pendusta dan meragukan keadilan para sahabat serta
meragukan hadits yang sudah diakui oleh para ulama
akan keshahihannya yaitu Bukhar dan Muslim. Terlalu
panjang untuk dibahas, seiring dengan waktu mungkin
bisa dijelaskan, namun pada intinya semua
penuduhan-penuduhan dan keraguan tersebut sebagaimana
yang pernah saya sebutkan adalah dikarenakan ketidak
tahuan akan hadits tersebut juga kurang melihat betapa
Allah memuji, meridhai para sahabat tanpa terkecuali,
rasulullahpun melarang kita dalam hadits shahihnyan
yang sudah saya sebutkan untuk mencela mereka
radhiallahu'anhun, atau memang disengaja ingin
memberikan keraguan pada sahabat atau apalah dengan
menambah, mengurangi, atau salah terjemah, salah
tafsir, atau apalah namanya. Allah yang maha tahu
semua itu, semoga kita terhindar dari semua itu.

Apabila telah datang kebenaran dari Allah dan
rasulNya, namun masih juga merasa "benar, pintar,
masih juga menuduh para sahabat, meragukan keadilan
mereka, mencela mereka" dan sebagaimanya, Allahlah
yang membalasi semua itu.Kita berlepas diri dari
orang-orang semacam itu. Jangan diikuti orang semacam
itu, karena tak satupun dari kita ingin dicemplongkan
kedalam neraka jahannam bukan? Peringatan sudah
berkali-kali saya dan dik Ridha sampaikan,.tentu
dengan Firman Allah dan hadits As Shahihah yang sudah
disebutkan. Namun tetap terakhir  Hidayah hanya ada
pada Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

** Allah memelihara sunnah, sebagaimana Allah
memelihara AlQuran...bersambung...

Wassalam. Cairo 16 September 2005, Rahima.


__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

Website http://www.rantaunet.org
_____________________________________________________
Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://rantaunet.org/palanta-setting
____________________________________________________

Kirim email ke