Dirham Diusulkan Jadi Mata Uang ASEAN Publikasi: 20/09/2005 08:59 WIB
eramuslim -Menteri Negara BUMN Sugiharto mendorong disepakatinya dirham sebagai mata uang yang digunakan negara-negara ASEAN. Usulan tersebut dimaksudkan untuk dapat menstabilkan sistem moneter dan terulangnya krisis ekonomi tahun 1997 yang lalu. "Saya mendorong para ahli percetakan mata uang dari beberapa negara yang hadir saat ini untuk memikirkan bentuk uang yang dapat digunakan bersama," ujar Sugiharto saat membuka Konferensi Pencetak Uang Logam ASEAN ke-12, Senin (19/9), di Hotel Mulia, Jakarta. Ia menjelaskan mata uang dirham tidak memiliki efek inflasi atau zero inflation effect, sehingga kalau satu ekor ayam harganya dulu satu dirham sekarang tetap satu dirham. Namun kalau menggunakan mata uang rupiah harga ayam bisa berubah jauh misalkan dari setengah rupiah menjadi Rp 15 ribu. Ia mengatakan ide itu telah diusulkan oleh beberapa negara seperti Malaysia dan Spanyol. "Saat ini inflasi rupiah sangat terasa, kalau dulu satu dollar sama dengan Rp 2.500, sekarang menjadi Rp 10.000, atau turun nilainya 400 persen," katanya. "Ini bukan keharusan tetapi tolong dipikirkan karena Indonesia membutuhkan satu means of currencyatau means of exchangeyang anti-inflasi dan anti-spekulasi," papar Soegiharto. Ia menambahkan, pemakai uang dirham, selain Indonesia yang mayoritas penduduknya beragama Islam, Malaysia, Brunei Darussalam, dan negara ASEAN lannya, juga dinilai berpotensi untuk mempunyai mata uang seragam dalam bentuk dirham. Beberapa negara sudah berhasil menerbitkan mata uang serupa yakni Malaysia dan Spanyol. Ditegaskannya, penyatuan mata uang ini selain dapat menciptakan kestabilan sistem moneter juga akan menekan laju inflasi. "Seperti diketahui, dirham yang banyak digunakan di banyak negara muslim, sistem moneternya stabil dan inflasinya hampir nol persen," jelas Soegiharto. Selain itu, menurut Menteri Sugiharto, mata uang bersama dapat menghilangkan unsur spekulasi di pasar uang. "Sistem ini tidak bisa di-attack oleh spekulan," ujarnya. Sementara itu, Direktur Utama Peruri, Kusnan Martono, menyatakan terbuka terhadap adanya peluang penyatuan mata uang ASEAN dalam bentuk logam dirham. "Semua itu tergantung otoritas moneter BI. Kalau diminta, ya, kami akan cetak," tegasnya. (dina)-- Website http://www.rantaunet.org _____________________________________________________ Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting ____________________________________________________

