Penulis: Bagus Suryo
PASURUAN--MIOL: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan
keprihatinannya atas berbagai komentar yang mengatakan Pemerintah atau
Presiden tidak memikirkan nasib rakyat akibat kenaikan harga bahan bakar
minyak (BBM).
"Ada komentar, pemerintah atau presiden tidak memikirkan nasib
rakyat," kata Presiden saat memberikan sambutan Pekan Peternakan Unggulan
Nasional 2005 di Pandaan, Pasuruan, Jawa Timur (Jatim), Kamis (29/9).
Presiden menjelaskan, pemerintah tidak mungkin membiarkan rakyat hidup
dalam kemiskinan untuk selama-lamanya.
"Saya kadang-kadang ditengah malam, usai sholat tahajud sering
bersedih. Karena minyak dunia sangat tinggi. Memukul ekonomi Negara-negara
di dunia. Dan, ketika dengan sangat terpaksa, berat hati pemerintah kita
harus menyesuaian harga BBM, sebagaimana dilakukan oleh Negara-negara yang
lain," tegasnya.
Kemudian, atas terjadinya penyesuaian harga BBM tersebut muncul
berbagai komentar yang menyatakan bahwa pemerintah atau Presiden tidak
memikirkan nasib rakyatnya. Dikatakan Presiden, sungguh bagi orang seperti
dirinya yang juga tumbuh dari kalangan miskin dan tidak mampu, sekarang
terus melakukan ikhtiar dan berupaya meningkatkan kesejahteraan rakyat.
"Memikirkan kesejahteraan rakyat, tentunya sangat sedih kalau
mendapatkan komentar, kecaman dan penilaian seperti itu," tegasnya.
Atas segala cobaan tersebut, Presiden selalu memohon pertolongan
kepada Tuhan, agar bangsa Indonesia diberikan petunjuk dan bimbingan.
Presiden menegaskan, semoga semua persoalan ekonomi yang dihadapi pada
akhirnya dapat diatasi.
"Semoga nasib dan masa depan kita, kesejahteraan kita, dapat
benar-benar kita tingkatkan diwaktu yang akan datang," tegasnya.
Presiden mengungkapkan, dalam membangun ekonomi masyarakat dan
membangun dibidang yang lain tidak dapat dilaksanakan dalam sekali saja.
Tetapi, pembangunan harus dilihat secara berkelanjutan. Artinya, pembangunan
harus dilakukan secara terus menerus tanpa henti.
Melaksanakan pembangunan harus pula memperhatikan kelestarian
lingkungan. Agar hudup sejahtera, aman dan damai. Alam ini adalah anugerah
Allah yang harus dijaga dan dilestarikan. Allah akan murka kepada siapa saja
yang menjadikan kerusakan dimuka bumi.
"Sekali lagi, jangan merusak alam," katanya.
Dalam kunjungan kerja di Pekan Peternakan Unggulan Nasional 2005 di
Pandaan, Pasuruan, Jawa Timur (Jatim), Kamis (29/9), Presiden hadir bersama
ibu Ani Bambang Yudhoyono.
Sedangkan menteri yang ikut dalam rombongan Presiden, antara lain,
Menko Kesra Alwi Shihab, Menteri Pertanian Anton Apriantono, Menkes Fadila
Supari, Mendiknas Bambang Sudibyo, dan Sekretaris Kabinet Sudi Silalahi.
Presiden beserta rombongan datang di Pasuruan, Jatim, sekitar pukul
10.15 WIB. Setelah memberikan sambutan dan berdialog dengan peternak,
Presiden meninjau arena Pekan Peternakan Unggulan Nasional 2005, dan
mengakhiri kunjungan kerja sekitar pukul 13.30 WIB. (BN/OL-1)
sumber: http://www.mediaindo.co.id/
Website http://www.rantaunet.org
_____________________________________________________
Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke:
http://rantaunet.org/palanta-setting
____________________________________________________