'Alaikum salam wr.w b.,

Well, cubo pulo renungkan pandapek.analisa beritkut.

Islam kito salamo ko adolah 'Islam" titik. Islam itu berasal dari negara di 
Midle East dan India yg di sebarkan melalui perdagangan, ..dll, cara penyebaran 
Islam yg di controhkan  prophet Muhammad PBUH. Tidak dg kekerasan tp dg 
contoh dan teladan yg baik.  Peganglah hadish2 nan di sampaikan dek sanaka2 
sabalun 
terdahulu.

Belakangan semua nya berbeda sangat.  Terus terang  sebahagian muslims di 
Middle East (di garis bawahi "sebahagian" ) bertindak dg cara2 yang tidak 
menurut 
hukum  Islamiah yg seharusnya sbg yg di contohkan Prophet Muhammad PBUH tsb. 

Kenapa?   
-Krn dendam dan desperate, tak bisa melawan dg tenaga mereka.
  (dendam dan desperate yg bagaimana?  Ini telah kita bawa ke forum ini 
dulunya)
  Kit amengerti hal ini, apa lagi setelah memabaca buku Ekonomi Hit Men itu.

- Tahukah kita semua / bagi yg belum tahu? 
(Iko rahasio: orang2 Midlle East katanya akan meng-islam kan seluruh Amerika).

Semua itu dilampiaskan dg dendam dan kekerasan dan dg cara yg tidak Islamiah, 
yg disebut juga dg Islam Radikal. Begitupun juga dibeberapa pemerintahan dlm 
mereka sendiri, semuanya secara paksa dan pemimpin mereka yg tidak memimpin 
secara Islamiah.  
Memang formalnya (secarah sah nya)  tiada negara Islam yg exist, selain hanay 
negara2  yg majority Islam, termasuk kita, Indonesia.

Dipunta baliek ka point awal:
- Apakah cara paksa terorist begitu adalah cara Islam?
(Lihat lagi hadish2 itu)
- Mereka menyebarkan/mem-brain washed kita2 di negara Islam di South East 
Asia,
untuk bertindak yg sama dg mereka.
Sadarkah kita akan semua ini?

Dulu negara kita sangat toleransi akan agama, sehingga nya tiada kericuhan 
terjadi krn agama.  Sadarkah jug a bhw sebenar nya kita telah mengikut titah 
Rasul?
Menjalankan hal2 yg sesuai dg hadish2 tsb?

Tp setelah pengaruh baru dari (Islam radikal) dari Middle East (lihat 
kebelaknag di late 70    rasanya) mulai hal2 ganjil terjadi di beberapa daerah 
di 
negara kita spt Bogor, Bandung ....dll).  Keluarga teman2 saya ikut terlibat 
hal 
ini; anak muda itu mulai bertingkah aneh dan radikal. Mereka menghancurkan 
material kekayaan ibu bapa nya. MEnghancurkan TV dan segala kebendaan yg 
berharga 
krn begitu menurut ajran Islam radikal mereka itu. Begitu yg di tanamkan 
program di kepala mereka (fi brain washed sedemikian).    

Hal begituan yg menjalar spt nya sekam yg terbakar di negara kita, yg kita 
sendiri umumnya tak menyadari.  Begitu sampai sekarang; hal yg sama dg 
Malaysia. 
Kita Indonesia dan Malaysia yg umumnya majority Islam dan Islam yg tentram 
cara kita
pada mulanya, di brain washed sehingga nya terjadilah juga  Islam radikal2 
begituan.  

Ini jelas dan nyata, bukan?  
Api yan menjalar dlm sekam yg tak terlihat dan tak kita rasakan dan tak kita 
sadari itu, semakin mengamuk, dimana bensin di masukkan terus secara diam2 
juga.

Nah, silahkan masing2 kita dg interpretasi masing juga ttg hal ini dan 
hubungannya nya dg kejadian di Bali itu. Renungkan!   Kita manusia Islam yg 
innocent 
pada mulanya telah terlibat korban begituan. 

Terserah anda utk menanggapi nya, yg jelas kita tak berpacu menang 
berpolemik, 
masing2 kita bebeas memberikan interpretasi masing2.

Salam dan maaf,
NM
  
In a message dated 10/5/2005 6:24:49 AM Eastern Standard Time, 
[EMAIL PROTECTED] writes:
As.w.w.
Mungkin buliah ambo bakomentar, satantang bom bali banyak al-kafirun nan 
mancubo ma-arahkan ka urang Islam, padahal bisa jadi itu adolah Bom Remote, di 
upah kan ke orang nan indak tahu apo-apo untuak mabao BOM,  nan jadi korban lah 
mati, kanai cap lo jadi Teroris B
Bom bunuh diri...bodoh sekali...dan nan mampicayoi di paksa atau digiring 
jadi bodoh juga..
Memang target nya besar agar kurs rupiah terpuruk terhadap dolar, indonesia 
dicap gak aman, supayo jangan investasi di Indonesia, dan urang islam adolah 
teroris...
Skenarionya si Al-kafirun akan selalu bikin teror di negara muslim, dijajah, 
dirampok hasil buminya, caranya dipakai sebagai kaki-tangan boneka-bonekanya 
atau urang bodoh dan radikal hasil doktrin.lalu ..si al-kafirun tinggal cuci 
tangan...
ok

Ahmad Ridha <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Tanjuang Heri wrote:

>Sanak A.Ridha Yth,
> 
>Dari jawaban sanak dengan mengemukakan ayat ayat tsb, buliahkah ambo 
bapandapek jo bapikiran kalau sanak satuju jo mandukuang dengan apo yang alah 
tajadi 
di Bali?(Bom Bali II?).
> 
>

Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un. Indak buliah, Pak Heri; indak ado 
ayat nan ambo nukil mambuliahkan marusak (tamasuak ma-bom) tanpa haq. 
Manyambuangkan posting ambo ka mambuliahkan bom Bali adalah hubungan nan 
indak punyo dasar.

Posting ambo ditujukan untuk mananggapi opini bahwa musajik samo jo 
rumah-rumah ibadah non-muslim (bahkan kesan bahwa muslim samo jo 
non-muslim) sarato raso iri ka rumah-rumah ibadah non-muslim nan megah. 
Kito diperintah untuak ma-hiduikan musajik jo ibadah-ibadah nan sasuai 
jo tuntunan Rasulullah Shallallahu 'alahi wa Sallam. Mambuek musajik nan 
mewah maniru urang-urang kafir adlaah tercela. Labiah tercela kok 
musajik tu indak dipakai. Allahu Ta'ala a'lam.

Siso posting Bapak dibangun di ateh asumsi bahwa ambo mandukuang bom 
Bali. Iko sangaik ambo sayangkan. Kok bisa muncul pikiran taka itu? 
Allahul musta'an.

Supayo jaleh, ambo samo sekali indak setuju jo pemboman atau perusakan 
lain tanpa haq walaupun dilakukan ateh namo Islam. Maha Suci Allah dari 
klaim urang-urang parusak tuh. Mambunuh tanpa haq dan bunuh diri adalah 
dosa nan besar di sisi Allah. Mengganggu harato dan jiwa tanpa haq 
urang-urang kafir dzimmi dan urang-urang kafir mu'ahid terlarang.

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman (yang artinya):

"Hai orang-orang yang beriman, hendaklah kamu jadi orang-orang yang 
selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. 
Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong 
kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih 
dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah 
Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan." (QS. al-Maa-idah 5:8)

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda (yang artinya):

"Barangsiapa yang membunuh orang yang dalam perjanjian maka ia tidak 
akan mencium bau surga" [Muttafaq 'alaihi dari Abdullah bin Amr]

Lengkapnya lihat:

http://www.almanhaj.or.id/index.php?action=more&article_id=1068&bagian=0
http://www.almanhaj.or.id/index.php?action=view&cat_id=63

Mohon maaf jika kurang berkenan.

Allahu Ta'ala a'lam.

Wassalaamu 'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh,

-- 
Ahmad Ridha ibn Zainal Arifin ibn Muhammad Hamim
(l. 1980M/1400H)
 
Website http://www.rantaunet.org
_____________________________________________________
Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://rantaunet.org/palanta-setting
____________________________________________________

Kirim email ke