Bismillahirrahmanirrahiim,
Assalaamu 'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh,

Mak Ngah, ambo indak basobok keterangan tantang tahun Rasulullah 
Shallallahu 'alaihi wa Sallam mancontohkan shalat tarawih. Uni Rahima 
mungkin bisa membantu.

Untuak Mak Darul, kebetulan di milis lain baru sajo dibahas masalah 
shalat sasudah witir. Berikut ambo salinkan sebagian dari posting tu:

-------------------------------------------

-------- Original Message --------
Date:     Wed, 5 Oct 2005 14:23:44 +0800
From:     Rahmat Syamsuri <[EMAIL PROTECTED]>

Dari Ibnu Umar Radhiallahu 'anhu berkata bahwa Rasulullah Shallallahu 
'alaihi wa Sallam bersabda (yang artinya), "Jadikanlah shalatmu yang 
terakhir pada malam hari shalat witir (ganjil)". (HR Muttafaq 'alaihi)

Dari Qais bin Thalq, ia berkata, "Thalq bin Ali Radhiallahu 'anhu pernah 
mengunjungi kami di suatu hari di bulam Ramadhan. Ia tinggal bersama 
kami sampai saatnya berbuka, kemudia ia melaksanakan shalat Qiyam 
Ramadhan bersama kami pada malam itu dan serta menutupnya dengan shalat 
witir. Kemudian ia pulang ke masjidnya dan melaksanakan shalat bersama 
sahabat-sahabatnya. Ketika tiba saatnya untuk melaksanakan shalat witir 
ia menyuruh salah seorang untuk maju. Ia berkata, "Laksanakan shalat 
witir bersama sahabat-sahabatmu karena aku mendengar bahwa Rasulullah 
Shallallahu 'alaihi wa Sallam bersabda, "Tidak ada dua witir pada satu 
malam." (Shahih Abi Daud No. 1276, Shahih Tirmidzy No. 391, Shahih Ibnu 
Majah No. 981).

Dari Abi Salamah Radhiallahu 'anhu dari Aisyah Radhiallahu 'anha berkata 
bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam melakukan shalat malam 
dua rakaat setelah witir, beliau melakukannya dalam keadaan duduk. (HR 
Muslim)

-------------------------------------------

Juga disebutkan:

-----------------------------

Ini (ARD: yakni boleh shalat malam setelah witir) adalah pendapat 
kebanyakan ulama, sebagaimana disebutkan oleh Asy-Syaukani di dalam 
kitab Nailul Authar bab Shalat At-Tathawwu'. Ketika Ibnu Umar 
Radhiallahu 'anhuma ditanyakan tentang masalah ini, beliau memberikan 
jalan keluar, yaitu bila seseorang bisa memastikan bahwa menjelang akhir 
malam bisa bangun untuk shalat tahajjud, sebaiknya pada saat tarawih 
tidak melakukan shalat witir terlebih dahulu. Namun bila tidak mampu 
bangun malam dan takut terlewat witirnya, boleh baginya shalat witir di 
saat shalat tarawih.

-----------------------------

Allahu Ta'ala a'lam. Semoga bermanfaat.

Wassalaamu 'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh,

-- 
Ahmad Ridha ibn Zainal Arifin ibn Muhammad Hamim
(l. 1980M/1400H)


Website http://www.rantaunet.org
_____________________________________________________
Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://rantaunet.org/palanta-setting
____________________________________________________

Kirim email ke