Dalam sebuah acara 'To days dialogue' Metro TV pukul 11.30 yang dipandu 
reporter Najwa Shihab yang menampilkan pakar intelejen Juanda, Kepala 
Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Soenarko D Ardanto dan warga 
masyarakat, menggariskan ada beberapa kejanggalan yang patut 
dipertanyakan dalam peledakan tersebut.


Dalam dialog itu, dipertanyakan empat kejanggalan kejadian Bom Bali II 
yang oleh Australia sudah buru-buru dituduhkan diotaki Jamaah Islamiyah 
(JI) itu.


Beberapa kejanggalan yang sempat didialogkan dalam diskusi itu adalah; 
Pertama, hasil rekaman video amatir yang menunjukkan pelaku bom Bali.


Sebagaimana diketahui, di masyarakat dan media massa, kini beredar video 
amatir koleksi keluarga yang menunjuukan dengan sangat detil pelaku 
pengebom.


Dalam diskusi itu, sempat dipertanyakan, keanehan dalam shooting video 
yang tadinya diakui adalah video koleksi keluarga. Pasalnya, jika itu 
video keluarga, sangat nampak detil si pelaku yang saat ini diakui Polri 
sebagai tersangka. Di mana dalam shootingan video itu nampak tindakan si 
pelaku dari duduk, berjalan hingga bom diledakkan.


Kejanggalan kedua, peserta dialog juga mempertanyakjan mengapa hasil 
video itu yang telah diberikan pada pihak keamanan Indonesia itu justru 
datang dari Australia.


Kejanggalan ketiga, beberapa hari sebelum terjadi ledakan, para pecalang 
(keamanan adat Bali) telah mengingatkan para turis akan ada ledakan.  
Kejanggalan keempat, beberapa hari sebelum kejadian beberapa masyarakat 
juga memperingatkan turis untuk tak memasuki daerah itu.


Pengamat intelejen Juanda sempat mempertanyakan dan bahkan mengaku 
kecewa mengapa aparat keamanan buru-buru menyebut pelakukan adalah Dr. 
Azhari dan Moh Nurdin M Top.


"Tidak benar polisi terburu-buru menuduh Dr. Azhari dan Mohammad Nurdin 
M Top," ujar Juanda. Sebab menurutnya, tidak bisa ditarik kesimpulan 
bahwa ada kesamaan antara bom Bali I dengan bom Bali II.


Apalagi, menurutnya, ada kepentingan tinggi pihak Australia kepada 
Indonesia dalam hal ini. Kabarnya, beberapa menit setelah peristiwa 
pengeboman beberapa aparat intelijen Australia sudah langsung sampai di 
lokasi. Benarkah? (ap/metroTV/cha)


sumber: hidayatullah.com. 4 October 2005

Website http://www.rantaunet.org
_____________________________________________________
Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://rantaunet.org/palanta-setting
____________________________________________________

Kirim email ke