Wa'alaikum salam wr wb.

Wisata adalah industri yang memang harus dirancang dengan menyeluruh. Tidak
dapat hanya dilakukan pendekatannya seperti yang biasa dilakukan oleh Dinas
Wisata di Sumbar selama ini. Kegiatan yang dilakukan seperti kita ketahui
hasilnya belum dapat meningkatkan keberhasilan sesuai harapan. Coba kita
lihat apa yang terjadi di Bali, konon keberhasilan Bali dimulai dengan
keberhasilan Raja Airlangga (?) menerapkan sistem irigasi pertanian subak.
Sehingga dalam waktu singkat hasil pertanian meningkat melimpah ruah
melebihi kebutuhan.

Bayangkan apa yang akan terjadi apabila hasil pertanian melimpah, tentunya
sebagian menjadi busuk tidak dapat dimanfaatkan. Kesempatan untuk export
keluar negeri Bali waktu itu tentunya terbatas tidak seperti sekarang.
Pemuka adat dan agama menciptakan budaya pengorbanan hasil bumi dari rakyat
yang dikaitkan kegiatan ritual agama. Karena sudah menjadi budaya ritual
agama semua orang membuat upacara yang mempergunakan hasil bumi dengan
hiasan yang menarik. Kegiatan ini menciptakan sebuah kegiatan ekonomi baru.

Hasil bumi yang tadinya tersia-sia, sekarang menjadi uang bagi petani karena
dibeli oleh orang lain untuk sesaji. Kemudian ada jasa membuat sesaji dan
uang jasa untuk menyelenggarakan upacara pesajen ini. Hal ini membuat orang
Bali menjadi lebih sejahtera, lebih kreatif dan lebih berseni budaya,
tari-tarian yang berkaitan dengan upacara berkembang menjadi kesenian rakyat
yang menarik. Kemudian datang Belanda yang juga melihat potensi Bali sebagai
object wisata.

Belanda membuat master plan untuk bisa menciptakan Bali menjadi industri
wisata yang akan mendatangkan kepeng yang banyak dan dalam waktu yang lama.
Untuk itu Bali didesign dengan memperkuat object wisatanya, dengan
menambahkan ikon kerajaan misalnya istana Tampak Siring yang sebenarnya
bukan hasil dari kerajaan sebelumnya. Karakter manusia dibangun untuk dapat
memberikan pelayanan bagi wisatawan. Itu semua dilakukan karena Belanda
sadar bahwa industri wisata adalah industri jangka panjang dan mereka
mengharapkan akan bertahan cukup lama di negara ini.

Wassalam,
R Sampono Sutan

----- Original Message -----
From: "M. Syahreza" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[email protected]>
Sent: Tuesday, October 11, 2005 4:05 PM
Subject: Re: [EMAIL PROTECTED] Strategi pemerintah terhadap kebijakan pariwisata


> Assalamu'alaikum wr.wb.
>
> Seandainyo tiok urang awak yang di rantau ko namuah mampromosikan alam
ranah
> minang yang rancak bana tu, paliang indak batambah juo wasatawan yang tibo
> ka nugari awak, tapi promosi dilangkok-i jo photo-photo ranah minang yang
> very beautiful kato rang bule.
[cut]
> Dimulai dari diri kito masiang-masiang manyikapi wisatawan ko.
>
> wassalam
> Reza
>



Website http://www.rantaunet.org
_____________________________________________________
Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://rantaunet.org/palanta-setting
____________________________________________________

Kirim email ke