Assalaamu'alaykum wa Rahmatullaahi wa Barakatuhu Berikut ada artikel tentang umur Ibundan Aisyah RA ketika menikah dengan Rasulullaah SAW. Apakah benar beliau berusia sembilan tahun pada saat itu?
Silahkan dibaca artikel di bawah ini. Wassalaamu'alaykum wa Rahmatullahi wa Barakatuhu Muhammad Arfian [EMAIL PROTECTED] 090-6149-4886 "Isy Kariman Aw Mut Syahidan" >>> The Ancient Myth Exposed >>> By T.O. Shanavas , di Michigan. >>> (c) 2001 Minaret >>> from The Minaret Source: http://www.iiie.net/ >>> >>> Seorang teman suatu kali bertanya ke saya, " Akankah anda >>> menikahkan saudara perempuanmu yang berumur 7 tahun dengan seorang tua >>> berumur 50 tahun?" Saya terdiam. Dia melanjutkan," Jika anda tidak akan >>> melakukannya, bagaimana bisa anda menyetujui pernikahan gadis polos >> berumur >>> 7 tahun, Aisyah, dengan Nabi anda?" Saya katakan padanya," Saya tidak >> punya >>> jawaban untuk pertanyaan anda pada saat ini." Teman saya tersenyum dan >>> meninggalkan saya dengan guncangan dalam batin saya akan agama saya. >>> Kebanyakan muslim menjawab bahwa pernikahan seperti itu diterima >> masyarakat >>> pada saat itu. Jika tidak, Orang-orang akan merasa keberatan dengan >>> pernikahan Nabi saw dengan Aisyah. >>> >>> Bagaimanapun, penjelasan seperti ini akan mudah menipu bagi orang-orang >>> yang naif dalam mempercayainya. Tetapi, saya tidak cukup puas dengan >>> penjelasan seperti itu. >>> >>> Nabi merupakan manusia tauladan, Semua tindakannya paling patut dicontoh >>> sehingga kita, Muslim dapat meneladaninya. Bagaimaanpun, kebanyakan >>> orang >>> di Islamic Center of Toledo, termasuk saya, Tidak akan berpikir untuk >>> menunangkan saudara perempuan kita yang berumur 7 tahun dengan seorang >>> laki-laki berumur 50 tahun. Jika orang tua setuju dengan pernikahan >> seperti >>> itu, kebanyakan orang, walaupun tidak semuanya, akan memandang rendah >>> thd >>> orang tua dan suami tua tersebut. >>> >>> Tahun 1923, pencatat pernikahan di Mesir diberi intruksi untuk menolak >>> pendaftaran dan menolak mengeluarkan surat nikah bagi calon suami >>> berumur >>> dibawah 18 tahun , dan calon isteri dibawah 16 tahun. Tahun 1931, Sidang >>> dalam oraganisasi-oraganisi hukum dan syariah menetapkan untuk tidak >>> merespon pernikahan bagi pasangan dengan umur diatas (Women in Muslim >>> Family Law, John Esposito, 1982). Ini memperlihatkan bahwa walaupun di >>> negara Mesir yang mayoritas Muslim pernikahan usia anak-anak adalah >>> tidak >>> dapat diterima. >>> >>> Jadi, Saya percaya, tanpa bukti yang solidpun selain perhormatan saya >>> thd >>> Nabi, bahwa cerita pernikahan gadis brumur 7 tahun dengan Nabi berumur >>> 50 >>> tahun adalah mitos semata. Bagaimanapun perjalanan panjang saya dalam >>> menyelelidiki kebenaran atas hal ini membuktikan intuisi saya benar >> adanya. >>> Nabi memang seorang yang gentleman. Dan dia tidak menikahi gadis polos >>> berumur 7 atau 9 tahun. Umur Aisyah telah dicatat secara salah dalam >>> literatur hadist. Lebih jauh, Saya pikir bahwa cerita yang menyebutkan >>> hal >>> ini sangatlah tidak bisa dipercaya. Beberapa hadist (tradisi Nabi) yang >>> menceritakan mengenai umur Aisyah pada saat pernikahannya dengan Nabi, >>> hadist-hadist tsb sangat bermasalah. Saya akan menyajikan beberapa bukti >>> melawan khayalan yang diceritakan Hisyanm ibnu `Urwah dan untuk >>> membersihkan nama Nabi dari sebutan seorang tua yang tidak bertanggung >>> jawab yang menikahi gadis polos berumur 7 tahun. >>> >>> >>> >>> BUKTI #1: PENGUJIAN THD SUMBER >>> >>> Sebagaian besar riwayat yang menceritakan hal ini yang tercetak di >>> hadist >>> yang semuanya diriwayatkan hanya oleh Hisham ibn `Urwah, yang mencatat >> atas >>> otoritas dari Bapaknya,Yang mana seharusnya minimal 2 atau 3 orang harus >>> mencatat hadist serupa juga. Adalah aneh bahwa tak ada seorangpun yang >>> di >>> Medinah, dimana Hisham ibn `Urwah tinggal, sampai usia 71 tahun baru >>> menceritakan hal ini, disamping kenyataan adanya banyak murid-murid di >>> Medinah termasuk yang kesohor Malik ibn Anas, tidak menceritakan hal >>> ini. >>> Asal dari riwayat ini adalah dari orang-orang Iraq, dimana Hisham >>> tinggal >>> disana dan pindah dari Medinah ke Iraq pada usia tua. >>> >>> Tehzibu'l-Tehzib, salah satu buku yang cukup terkenal yang berisi >>> catatan >>> para periwayat hadist, menurut Yaqub ibn Shaibah mencatat : " Hisham >> sangat >>> bisa dipercaya, riwayatnya dapat diterima, kecuali apa-apa yang dia >>> ceritakan setelah pindah ke Iraq " (Tehzi'bu'l-tehzi'b, Ibn Hajar Al- >>> `asqala'ni, Dar Ihya al-turath al-Islami, 15th century. Vol 11, p.50). >>> >>> Dalam pernyataan lebih lanjut bahwa Malik ibn Anas menolak riwayat >>> Hisham >>> yang dicatat dari orang-orang Iraq: " Saya pernah dikasih tahu bahwa >>> Malik >>> menolak riwayat Hisham yang dicatat dari orang-orang Iraq" (Tehzi'b >>> u'l-tehzi'b, IbnHajar Al- `asqala'ni, Dar Ihya al-turath al-Islami, >> Vol.11, >>> p. 50). >>> >>> Mizanu'l-ai`tidal, buku lain yang berisi uraian riwayat hidup pada >>> periwayat hadist Nabi saw mencatat: "Ketika masa tua, ingatan Hisham >>> mengalami kemunduran yang mencolok" (Mizanu'l-ai`tidal, Al-Zahbi, >>> Al-Maktabatu'l-athriyyah, Sheikhupura, Pakistan, Vol. 4, p. 301). >>> >>> KESIMPULAN: berdasarkan referensi ini, Ingatan Hisham sangatlah jelek >>> dan >>> riwayatnya setelah pindha ke Iraq sangat tidak bisa dipercaya, sehingga >>> riwayatnya mengenai umur pernikahan Aisyah adalah tidak kredibel. >>> >>> KRONOLOGI: Adalah vital untuk mencatat dan mengingat tanggal penting >>> dalam >>> sejarah Islam: >>> >>> pra-610 M: Jahiliya (pra-Islamic era) sebelum turun wahyu >>> 610 M: turun wahyu pertama AbuBakr menerima Islam >>> 613 M: Nabi Muhammad mulai mengajar ke Masyarakat >>> 615 M: Hijrah ke Abyssinia. >>> 616 M: Umar bin al Khattab menerima Islam. >>> 620 M: dikatakan Nabi meminang Aisyah >>> 622 M: Hijrah ke Yathrib, kemudian dinamai Medina >>> 623/624 M: dikatakan Nabi saw berumah tangga dengan Aisyah >>> >>> BUKTI #2: MEMINANG >>> >>> Menurut Tabari (juga menurut Hisham ibn `Urwah, Ibn Hunbal and Ibn Sad), >>> Aisyah dipinang pada usia 7 tahun dan mulai berumah tangga pada usia 9 >>> tahun. >>> >>> Tetapi, di bagian lain, Al-Tabari mengatakan: "Semua anak Abu Bakr (4 >>> orang) dilahirkan pada masa jahiliyah dari 2 isterinya " (Tarikhu'l-umam >>> wa'l-mamlu'k, Al-Tabari (died 922), Vol. 4,p. 50, Arabic, Dara'l-fikr, >>> Beirut, 1979). >>> >>> Jika Aisyah dipinang 620M (Aisyah umur 7 tahun) dan berumah tangga tahun >>> 623/624 M (usia 9 tahun), ini mengindikasikan bahwa Aisyah dilahirkan >>> pada >>> 613 M. Sehingga berdasarkan tulisan Al- Tabari, Aisyah seharusnya >>> dilahirkan pada 613M, Yaitu 3 tahun sesudah masa jahiliyah usai (610 M). >>> Tabari juga menyatakan bahwa Aisyah dilahirkan pada saat jahiliyah. Jika >>> Aisyah dilahirkan pada era Jahiliyah, seharusnya minimal Aisyah berumur >>> 14 >>> tahun ketika dinikah. Tetapi intinya Tabari mengalami kontradiksi dalam >>> periwayatannya. >>> >>> KESIMPULAN: Al-Tabari tak reliable mengenai umur Aisyah ketika menikah. >>> >>> >>> BUKTI # 3: Umur Aisyah jika dihubungkan dengan umur Fatimah >>> >>> Menurut Ibn Hajar, "Fatima dilahirkan ketika Ka`bah dibangun kembali, >>> ketika Nabi saw berusia 35 tahun... Fatimah 5 tahun lebih tua dari >>> Aisyah >> " >>> (Al-isabah fi tamyizi'l-sahabah, Ibn Hajar al-Asqalani, Vol. 4, p. 377, >>> Maktabatu'l-Riyadh al-haditha, al-Riyadh,1978). >>> >>> Jika Statement Ibn Hajar adalah factual, berarti Aisyah dilahirkan >>> ketika >>> Nabi berusia 40 tahun. Jika Aisyah dinikahi Nabi pada saat usia Nabi 52 >>> tahun, maka usia Aisyah ketika menikah adalah 12 tahun. >>> >>> KESIMPULAN: Ibn Hajar, Tabari, Ibn Hisham, dan Ibn Humbal kontradiksi >>> satu >>> sama lain. Tetapi tampak nyata bahwa riwayat Aisyah menikah usia 7 tahun >>> adalah mitos tak berdasar. >>> >>> >>> BUKTI #4: Umur Aisyah dihitung dari umur Asma' >>> >>> Menurut Abda'l-Rahman ibn abi zanna'd: "Asma lebih tua 10 tahun >>> dibanding >>> Aisyah (Siyar A`la'ma'l-nubala', Al-Zahabi, Vol. 2, p. 289, Arabic, >>> Mu'assasatu'l-risalah, Beirut, 1992). >>> >>> Menurut Ibn Kathir: "Asma lebih tua 10 tahun dari adiknya [Aisyah]" >>> (Al-Bidayah wa'l-nihayah, Ibn Kathir, Vol. 8, p. 371,Dar al-fikr >> al-`arabi, >>> Al-jizah, 1933). >>> >>> Menurut Ibn Kathir: "Asma melihat pembunuhan anaknya pada tahun 73 H, >>> dan >> 5 >>> hari kemudian Asma meninggal. Menurut iwayat lainya, dia meninggal 10 >>> atau >>> 20 hari kemudian, atau bebrapa hari lebih dari 20 hari, atau 100 hari >>> kemudian. Riwayat yang paling kuat adalah 100 hari kemudian. Pada waktu >>> Asma Meninggal, dia berusia 100 tahun" (Al-Bidayah wa'l-nihayah, Ibn >>> Kathir, Vol. 8, p. 372, Dar al-fikr al-`arabi, Al- jizah, 1933) >>> >>> Menurut Ibn Hajar Al-Asqalani: "Asma hidup sampai 100 tahun dan >>> meninggal >>> pada 73 or 74 H." (Taqribu'l-tehzib, Ibn Hajar Al-Asqalani,p. 654, >> Arabic, >>> Bab fi'l-nisa', al-harfu'l-alif, Lucknow). >>> >>> Menurut sebagaian besar ahli sejarah, Asma, Saudara tertua dari Aisyah >>> berselisuh usia 10 tahun. Jika Asma wafat pada usia 100 tahun dia tahun >>> 73 >>> H, Asma seharusnya berusia 27 atau 28 tahun ketika hijrah (622M). >>> >>> Jika Asma berusia 27 atau 28 tahun ketika hijrah (ketika Aisyah berumah >>> tangga), Aisyah seharusnya berusia 17 atau 18 tahun. Jadi, Aisyah, >>> berusia >>> 17 atau 18 tahun ketika hijrah pada taun dimana Aisyah berumah tangga. >>> >>> Berdasarkan Hajar, Ibn Katir, and Abda'l-Rahman ibn abi zanna'd, usia >>> Aisyah ketika beliau berumah tangga dengan Rasulullah adalah 19 atau 20 >>> tahun. >>> >>> Dalam bukti # 3, Ibn Hajar memperkirakan usia Aisyah 12 tahun dan dalam >>> bukti #4 Ibn Hajar mengkontradiksi dirinya sendiri dengan pernyataannya >>> usia Aisyah 17 atau 18 tahun. Jadi mana usia yang benar ? 12 atau 18..? >>> >>> kesimpulan: Ibn Hajar tidak valid dalam periwayatan usia Aisyah. >>> >>> BUKTI #5: Perang BADAR dan UHUD >>> >>> Sebuah riwayat mengenai partisipasi Aisyah dalam perang Badr dijabarkan >>> dalam hadist Muslim, (Kitabu'l-jihad wa'l-siyar, Bab >> karahiyati'l-isti`anah >>> fi'l-ghazwi bikafir). Aisyah, ketika menceritakan salah satu moment >> penting >>> dalam perjalanan selama perang Badar, mengatakan: "ketika kita mencapai >>> Shajarah". Dari pernyataan ini tampak jelas, Aisyah merupakan anggota >>> perjalanan menuju Badar. Sebuah riwayat mengenai pastisipasi Aisyah >>> dalam >>> Uhud tercatat dalam Bukhari (Kitabu'l-jihad wa'l-siyar, Bab >>> Ghazwi'l-nisa' >>> wa qitalihinnama`a'lrijal): "Anas mencatat bahwa pada hari Uhud, >>> Orang-orang tidak dapat berdiri dekat Rasulullah. [pada hari itu,] Saya >>> melihat Aisyah dan Umm-i-Sulaim dari jauh, Mereka menyingsingkan sedikit >>> pakaian-nya [untuk mencegah halangan gerak dalam perjalanan tsb]." >>> Lagi-lagi, hal ini menunjukkan bahwa Aisyah ikut berada dalam perang >>> Uhud >>> and Badr. >>> >>> Diriwayatkan oleh Bukhari (Kitabu'l-maghazi, Bab Ghazwati'l-khandaq wa >>> hiya'l-ahza'b): "Ibn `Umar menyatakan bahwa Rasulullah tidak mengijinkan >>> dirinya berpastisispasi dalam Uhud, pada ketika itu, Ibnu Umar berusia >>> 14 >>> tahun. Tetapi ketika perang Khandaq, ketika berusia 15 tahun, Nabi >>> mengijinkan Ibnu Umar ikut dalam perang tsb." >>> >>> Berdasarkan riwayat diatas, (a) anak-anak berusia dibawah 15 years akan >>> dipulangkan dan tidak diperbolehkan ikut dalam perangm, dan (b) Aisyah >> ikut >>> dalam perang badar dan Uhud >>> >>> KESIMPULAN: Aisyah ikut dalam perang Badar dan Uhud jelas >>> mengindikasikan >>> bahwa beliau tidak berusia 9 tahun ketika itu, tetapi minimal berusia 15 >>> tahun. Disamping itu, wanita-wanita yang ikut menemani para pria dalam >>> perang sudah seharusnya berfungsi untuk membantu, bukan untuk menambah >>> beban bagi mereka. Ini merupakan bukti lain dari kontradiksi usia >>> pernikahan Aisyah. >>> >>> BUKTI #6: Surat al-Qamar (Bulan) >>> >>> Menurut beberapa riwayat, Aisyah dilahirkan pada tahun ke delapan >>> sebelum >>> hijriyah. Tetapi menurut sumber lain dalam Bukhari, Aisyah tercatat >>> mengatakan hal ini: "Saya seorang gadis muda(jariyah dalam bahasa arab)" >>> ketika Surah Al-Qamar diturunkan(Sahih Bukhari, kitabu'l-tafsir, Bab >>> Qaulihi Bal al-sa`atu Maw`iduhum wa'l-sa`atu adha' wa amarr). >>> >>> Surat 54 dari Quran diturunkan pada tahun ke delapan sebelum >>> hijriyah(The >>> Bounteous Koran, M.M. Khatib, 1985), menunjukkan bahwa surat tsb >> diturunkan >>> pada tahun 614 M. jika Aisyah memulai berumahtangga dengan Rasulullah >>> pada >>> usia 9 di tahun 623 M or 624 M, Aisyah masih bayi yang baru lahir >>> (sibyah >>> in Arabic) pada saat Surah Al-Qamar diturunkan. Menurut riwayat diatas, >>> secara aktual tampak bahwa Aisyah adalah gadis muda, bukan bayi yang >>> baru >>> lahir ketika pewahyuan Al-Qamar. Jariyah berarti gadis muda yang masih >> suka >>> bermain (Lane's Arabic English Lexicon). Jadi, Aisyah, telah menjadi >>> jariyah bukan sibyah (bayi), jadi telah berusia 6-13 tahun pada saat >>> turunnya surah Al-Qamar, dan oleh karean itu sudah pasti berusia 14-21 >>> tahun ketika dinikah Nabi. >>> >>> Kesimpulan: riwayat ini juga mengkontra riwayat pernikahan Aisyah yang >>> berusia 9 tahun. >>> >>> BUKTI #7: Terminologi bahasa Arab >>> >>> Menurut riwayat dari Ahmad ibn Hanbal, sesudah meninggalnya isteri >>> pertama >>> Rasulullah, Khadijah, Khaulah datang kepada Nabi dan menasehati Nabi >>> untuk >>> menikah lagi, Nabi bertanya kepada nya ttg pilihan yang ada di pikiran >>> Khaulah. Khaulah berkata: "Anda dapat menikahi seorang gadis (bikr) atau >>> seorang wanita yang pernah menikah (thayyib)". Ketika Nabi bertanya ttg >>> identitas gadis tsb (bikr), Khaulah menyebutkan nama Aisyah. >>> >>> Bagi orang yang paham bahasa Arab akan segera melihat bahwa kata bikr >> dalam >>> bahasa Arab tidak digunakan untuk gadis belia berusia 9 tahun. Kata yang >>> tepat untuk gadis belia yangmasih suka bermain-main adalah, seperti >>> dinyatakan dimuka, adalah jariyah. Bikr disisi lain, digunakan untuk >>> seorang wanita yang belum menikah serta belum punya pertautan pengalaman >>> dengan pernikahan, sebagaiaman kita pahami dalam bahasa Inggris >>> "virgin". >>> Oleh karean itu, tampak jelas bahwa gadis belia 9 tahun bukanlah >>> "wanita" >>> (bikr) (Musnad Ahmad ibn Hanbal, Vol. 6, p. .210,Arabic, Dar Ihya >> al-turath >>> al-`arabi, Beirut). >>> >>> Kesimpulan: Arti literal dari kata, bikr (gadis), dalam hadist diatas >>> adalah "wanita dewasa yang belum punya pengalaman sexual dalam >>> pernikahan." Oleh karean itu, Aisyah adalah seorang wanita dewasa pada >>> waktu menikahnya. >>> >>> BUKTI #8. Text Qur'an >>> >>> Seluruh muslim setuju bahwa Quran adalah buku petunjuk. Jadi, kita perlu >>> mencari petunjuk dari Qur'an untuk membersihkan kabut kebingungan yang >>> diciptakan oleh para periwayat pada periode klasik Islam mengenai usia >>> Aisyah dan pernikahannya. Apakah Quran mengijinkan atau melarang >> pernikahan >>> dari gadis belia berusia 7 tahun? >>> >>> Tak ada ayat yang secara eksplisit mengijinkan pernikahan seperti itu. >>> Ada >>> sebuah ayat , yang bagaimanapun, yang menuntun muslim dalam mendidik dan >>> memperlakukan anak yatim. Petunjuk Qur'an mengenai perlakuan anak Yatim >>> juga valid doaplikasikan ada anak kita sendiri sendiri. Ayat tsb >> mengatakan >>> : Dan janganlah kamu serahkan kepada orang-orang yang belum sempurna >>> akalnya, harta (mereka yang ada dalam kekuasaanmu) yang dijadikan Allah >>> sebagai pokok kehidupan. Berilah mereka belanja dan pakaian (dari hasil >>> harta itu) dan ucapkanlah kepada mereka kata-kata yang baik. (Qs. 4:5) >>> Dan >>> ujilah anak yatim itu sampai mereka cukup umur untuk kawin. Kemudian >>> jika >>> menurut pendapatmu mereka telah cerdas (pandai memelihara harta), maka >>> serahkanlah kepada mereka harta-hartanya. ?? (Qs. 4:6) >>> >>> Dalam hal seorang anak yang ditingal orang tuanya, Seorang muslim >>> diperintahkan untuk (a) memberi makan mereka, (b) memberi pakaian, (c) >>> mendidik mereka, dan (d) menguji mereka thd kedewasaan "sampai usia >>> menikah" sebelum mempercayakan mereka dalam pengelolaan keuangan. >>> >>> Disini, ayat Qur'an menyatakan ttg butuhnya bukti yang teliti terhadap >>> tingkat kedewasaan intelektual dan fisik melalui hasil test yang >>> objektif >>> sebelum memasuki usia nikah dan untuk mempercayakan pengelolaan >> harta-harta >>> kepada mereka. >>> >>> Dalam ayat yang sangat jelas diatas, tidak ada seorangpun dari muslim >>> yang >>> bertanggungjawab akan melakukan pengalihan pengelolaan keuangan pada >>> seorang gadis belia berusia 7 tahun. Jika kita tidak bisa mempercayai >> gadis >>> belia berusia 7 tahun dalam pengelolaan keuangan, Gadis tsb secara tidak >>> memenuhi syarat secara intelektual maupun fisik untuk menikah. Ibn >>> Hambal >>> (Musnad Ahmad ibn Hambal, vol.6, p. 33 and 99) menyatakan bahwa Aisyah >> yang >>> berusia 9 tahun lebih tertarik untuk bermain dengan mainannya daripada >>> mengambi tugas sebagai isteri. Oleh karean itu sangatlah sulit untuk >>> mempercayai, bahwa AbuBakar,seorang tokoh muslim, akan menunangkan >>> anaknya >>> yang masih belia berusia 7 taun dengan Nabi yang berusia 50 tahun.. Sama >>> sulitnya untuk membayangkan bahwa Nabi menikahi seorang gadis belia >> berusia >>> 7 tahun. >>> >>> Sebuah tugas penting lain dalam menjaga anak adalah mendidiknya. Marilah >>> kita memunculkan sebuah pertanyaan," berapa banyak di antara kita yang >>> percaya bahwa kita dapat mendidik anak kita dengan hasil memuaskan >>> sebelum >>> mereka mencapai usia 7 atau 9 tahun?" Jawabannya adalah Nol besar. >>> Logika >>> kita berkata, adalah tidak mungkin tugas mendidik anak kita dengan >>> memuaskan sebelum mereka mencapai usia 7 tahun, lalu bagaimana mana >> mungkin >>> kita percaya bahwa Aisyah telah dididik secara sempurna pada usia 7 >>> tahun >>> seperti diklaim sebagai usia pernikahannya? >>> >>> AbuBakr merupakan seorang yang jauh lebih bijaksana dari kita semua, >>> Jadi >>> dia akan merasa dalam hatinya bahwa Aisyah masih seorang anak-anak yang >>> belum secara sempurna sebagaimana dinyatakan Qur'an. Abu Bakar tidak >>> akan >>> menikahkan Aisyah kepada seorangpun. Jika sebuah proposal pernikahan >>> dari >>> gadis belia dan belum terdidik secara memuaskan datang kepada Nabi, >>> Beliau >>> akan menolak dengan tegas karean itu menentang hukum-hukum Quran. >>> >>> Kesimpulan: Pernikahan Aisyah pada usia 7 tahun akan menentang hukum >>> kedewasaan yang dinyatakan Quran. Oleh karean itu, Cerita pernikahan >> Aisyah >>> gadis belia berusia 7 tahun adalah mitos semata. >>> >>> BUKTI #9: Ijin dalam pernikahan >>> >>> Seorang wanita harus ditanya dan diminta persetujuan agar pernikahan >>> yang >>> dia lakukan menjadi syah (Mishakat al Masabiah, translation by James >>> Robson, Vol. I, p. 665). Secara Islami, persetujuan yang kredible dari >>> seorang wanita merupakan syarat dasar bagi kesyahan sebuah pernikahan. >>> >>> Dengan mengembangkan kondisi logis ini, persetujuan yang diberikan oleh >>> gadis belum dewasa berusia 7 tahun tidak dapat diautorisasi sebagai >>> validitas sebuah pernikahan. >>> >>> Adalah tidak terbayangkan bahwa AbuBakr, seorang laki-laki yang cerdas, >>> akan berpikir dan mananggapi secara keras ttg persetujuan pernikahan >>> gadis >>> 7 tahun (anaknya sendiri) dengan seorang laki-laki berusia 50 tahun. >>> >>> Serupa dengan ini, Nabi tidak mungkin menerima persetujuan dari seorang >>> gadis yang menurut hadith dari Muslim, masih suka bermain-main dengan >>> bonekanya ketika berumah tangga dengan Rasulullah. >>> >>> kesimpulan: Rasulullah tidak menikahi gadis berusia 7 tahun karena akan >>> tidak memenuhi syarat dasar sebuah pernikahan islami ttg klausa >>> persetujuan dari pihak isteri. Oleh karean itu, hanya ada satu >>> kemungkinan >>> Nabi menikahi Aisyah seorang wanita yang dewasa secara intelektual >>> maupun >>> fisik. >>> >>> SUMMARY: >>> >>> Tidak ada tradisi Arab untuk menikahkan anak perempuan atau laki-laki >>> yang >>> berusia 9 tahun, Demikian juga tidak ada pernikahan Rasulullah saw dan >>> Aisyah ketika berusia 9 tahun. Orang-orang arab tidak pernha keberatan >>> dengan pernikahan seperti ini, karean ini tak pernah terjadi sebagaimana >>> isi beberapa riwayat. >>> >>> Jelas nyata, riwayat pernikahan Aisyah pada usia 9 tahun oleh Hisham ibn >>> `Urwah tidak bisa dianggap sebagai kebenaran, dan kontradisksi dengan >>> riwayat-riwayat lain. Lebih jauh, tidak ada alasan yang nyata untuk >>> menerima riwayat Hisham ibn `Urwah sebagai kebenaran ketika para pakar >>> lain, termasuk Malik ibn Anas, melihat riwayat Hisham ibn `Urwah selama >>> di >>> Iraq adalah tidak reliable. Pernyataan dari Tabari, Bukhari dan Muslim >>> menunjukkan mereka kontradiksi satu sama lain mengenai usia menikah bagi >>> Aisyah. Lebih jauh, beberapa pakar periwayat mengalami internal >> kontradiksi >>> dengan riwayat-riwayatnya sendiri. Jadi, riwayat usia Aisyah 9 tahun >> ketika >>> menikah adalah tidak reliable karean adanya kontradiksi yang nyata pada >>> catatan klasik dari pakar sejarah Islam. >>> >>> Oleh karean itu, tidak ada alasan absolut untuk menerima dan mempercayai >>> usia Aisyah 9 tahun ketika menikah sebagai sebuah kebenaran disebabkan >>> cukup banyak latar belakang untuk menolak riwayat tsb dan lebih layak >>> disebut sebagai mitos semata. Lebih jauh, Qur'an menolak pernikahan >>> gadis >>> dan lelaki yang belum dewasa sebagaimana tidak layak membebankan kepada >>> mereka tanggung jawab-tanggung jawab. >>> >>> Diterjemahkan oleh : >>> [EMAIL PROTECTED] >>> > > ----- Original Message ----- From: "Sjamsir Sjarif" <[EMAIL PROTECTED]> To: "Lapau" <[email protected]> Sent: Saturday, October 15, 2005 5:18 AM Subject: [EMAIL PROTECTED] Keperawanan saat ini; Sajak Saisuak > Assalamu alaikum warahmatulahi wabarakatu, > > Walaupun kalimat-kalimat Rangkayo Rahima panjang-panjang agak sulik dicerna > namun dapek juo diambiak inti aratinyo. Sasudah mancaliak dan > mambandiang-bandiangkan postiang di Lapau ko, Nyit Sungut tacangang-cangang > pulo batanyo surang. > > 3. Dari Postiang Angku Lembang babarapo bulan nan lalu Nyit Sungut baru > tahu pulo nan bahaso Nabi Muhammad SAW manikahi Siti Aisyah wakatu Siti > masih baumua sambilan tahun. Jadi manuruik istilah awak masih paja ketek, > masih dalam buaian. Website http://www.rantaunet.org _____________________________________________________ Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting ____________________________________________________

