--- Sjamsir Sjarif <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> Waalaikumsalamwarahmatullaahiwabarakaatuhu.
> 
> Mungkin Rangkayo Rahima kurang teliti, karena
> mungkin hanya ingin 
> mempertahankan apa  "yang saya ketahui selama ini"

Mak Ngah, mohon maaf, dugaan mak Ngah salah, kalau
kekurang telitian saya karena mungkin hanya ingin
mempertahankan "yang saya ketahui selama ini"

Saya berulang kali membaca referensi yang mak Ngah
tuliskan kemaren.

Bingung, siapa pengarangnya, karena mak Ngah
menulisnya berbaris-baris, dan tidak selamanya nama
pengarang ada didepan, atau dikalimat pertama mak
Ngah.Di Arab malah sering nama pengarang terakhir
setelah judul buku, baru kemudian tahun penulisannya.

Dan kemaren itu saya menduga banyak buku referensi
yang Mak Ngah tuliskan, makanya saya bertanya siapa
pengarang, karena bertuliskan berbaris-baris itulah
jadi saya bingung, seakan-akan ada berapa buku.Lihat
deh mak Ngah, saya copykan:

      al-Zirikly, Khayr al-Din.
> > > al A'lam qamus tarajim li ashhar al-rijal wa
> > > al-nisa' min al-'Arab wa
> > > al-musta'ribin wa al-mustashriqin. 8 vols.
> Beirut:
> > > Dar al'Ilm al Milayin,
> > > 1405/1984.
> > > Lihat di 3.240.


> ...
> Sebagai Scholar dan Guru seyogianya kita tidak
> pernah berhenti dan tetap 
> menghunjamkan kaki kapada apa "yang saya ketahui
> selama ini" saja. Itulah 
> bedanya antara seorang Pendakwah atau Pensyarah
> dengan seorang Sholar, 
> Ulama, Guru, Ustaz dan Ustazah. Banyak cerita-cerita
> yang kita "ketahui 
> selama ini" kita dapatkan  waktu kita diceritai oleh
> Pendakwah atau 
> Pensyarah yang didengar Orangtua kita atau Guru-guru
> kita waktu masih kecil 
> di masa umur Taman Kanak-kanak. Itulah yang kita
> ketahui sebagai Seorang 
> Awam, pada dasarnya tidak melebihi dari tingkat masa
> formatif awal itu.

Mak Ngah, perlu diketahui, sebagai seorang pendakwah,
saya memang tidak berani menyampaikan apa yang tidak
saya ketahui, dan akan menyampaikan apa yang saya
ketahui. Karena itu adalah sikap para ulama dahulu
yang saya contoh, karena tanggung jawab nya kelak ada
dihadapan Allah diakhirat sana, makanya memang sikap
ulama tidak berani menyampaikan apa yang tidak
diketahuinya, namun menerima apa yang disampaikan
ulama lainnya bila hal itu jauh lebih benar.

Dan sampai saat ini, saya bukan mendengar dari guru
tetapi dari referensi yang cukup valid dan mu'tamad,
bahwa Rasulullah melamar 'Aisyah umur masih kecil, ada
yang bilang enam, ada yang bilang lebih dari itu.
makanya saya bilang, bukan tahun yang jadi masalah.

Dan beliau menikahi istrinya 'Aisyah atas perintah
Allah, melalui mimpi dimana beliau melihat wajah Siti
'Aisyah didalam mimpi tersebut.Ini sumber bukan
sembarang sumber mak Ngah, sumbernya silahkan mak Ngah
mencheck sendiri di kitab Shahih Bukhari, juga kitab
sunan yang lain, bisa dilihat Bab keutamaan siti
'Aisyah, atau bab pernikahan beliau. makanya kemaren
saya katakan, itu adalah perintah Allah.

Dan seorang pensyarah, sudah bisa menjadi otomatis
seorang penerang mak Ngah. Ia mensyarahkan kesalahan,
mensyarahkan yang tidak jelas, bukankah ia juga
sebagai penerang,menjelaskan apa yang samar, atau yang
gelap?

Tetapi tetap sebagai pendakwah, tidak akan berani
menerangkan atau menjelaskan apa-apa yang tidak
diketahuinya. tetapi ia hanya menjelaskan apa yang
diketahuinya. Imam malik saja kalau ditanya orang,
kemudian ia tidak tahu, beliau menjawab : " Saya tidak
tahu".

Wassalamu'alaikum. Rahima.



                
__________________________________ 
Yahoo! Music Unlimited 
Access over 1 million songs. Try it free.
http://music.yahoo.com/unlimited/

Website http://www.rantaunet.org
_____________________________________________________
Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://rantaunet.org/palanta-setting
____________________________________________________

Kirim email ke