Penerimaan PNS Molor 
Rabu, 05-Oktober-2005
  
Seleksi penerimaan CPNS yang sedianya akan dilakukan
di minggu kedua bulan September terpaksa molor.
Presiden belum menandatangani formasi CPNS yang akan
diterima pada tahun 2005 ini. 
  
Menurut sumber kami di BKN (Badan Kepegawaian
Nasional), Menpan sudah menyerahkan berkas formasi PNS
ke presiden. Tapi presiden belum menandatanganinya,
jelas As’ad Nugroho dari Lembaga Konsumen Jakarta
(LKJ) dalam konferensi pers tentang pemaparan fakta
kebobrokan sistem rekrutmen PNS 2005, Selasa (4/10). 

Dengan belum adanya persetujuan presiden tersebut
ototmatis proses seleksi belum dilakukan. Menurut
As’ad, jumlah PNS yang akan direkrut tahun ini
sebanyak 300 ribu orang. Sebanyak 250 ribu adalah
pengangkatan daerah dan 50 ribu sisanya untuk
pengangkatan pusat. 

Dari jumlah 250 ribu orang tersebut, sebanyak 175 ribu
(70 persen) akan diperuntukkan untuk guru dan tenaga
medis, sedangkan 75 ribu (30 persen) sisanya lagi
diperuntukkan buat tenaga teknis dan fasilitatif. Dari
jumlah alokasi 175 ribu untuk guru dan tenaga medis,
sebanyak 122.500 (70 persen) diangkat dari tenaga
honorer dan 52.500 (30 persen) dijatah untuk pelamar
umum. 

Tenaga teknis dan fasilitatif yang dijatah 75 ribu
orang sebanyak 90 persen (67.500) diperuntukkan untuk
tenaga teknis dan 7.500 (10 persen) untuk tenaga
fasilitatif. Untuk tenaga teknis dari 67.500 orang itu
sebanyak 39.150 orang diambil dari rekrutmen honorer
sedangkan 28.350 untuk pelamar umum. 

Muatan Politis 

Seleksi penerimaan PNS tahun 2005 ini juga dinilai
sarat dengan muatan politis. Kita melihat nuansa
nepotisme sangat kental. Kita menduga ada kepentingan
politik. Kalau zaman orde baru, birokrasi adalah mesin
politik untuk memenangkan Golkar. Kita menduga saat
ini ada juga hal semacam itu, jelas As’ad lagi. 

Alasannya, setiap tahun jumlah PNS yang pensiun hanya
sekitar 100 ribu, sementara yang akan direkrut untuk
tahun ini mencapai 300 ribu. Artinya, ada kelebihan
200 ribu. Padahal, sudah diketahui bahwa saat ini
instansi-instansi pemerintah sudah kegemukan jumlah
PNS. 

Bisa jadi ini merupakan politik balas budi agar pada
Pemilu nanti orang-orang yang direkrut itu memilih
calon-calon tertentu. Satu orang PNS itu mampu membawa
lima sampai 10 anggota keluarganya dalam pemilu,
tambahnya. 

Lembaga Konsumen Jakarta (LKJ) yang bekerja sama
dengan LSM setempat untuk mengawasi jalnnya proses
seleksi yang jujur dan transparan. Langkah pengawasan
ini merupakan salah satu strategi advokasi LKJ untuk
menciptakan sistem seleksi PNS yang adil bagi seluruh
lapisan masyarakat. 

Bentuk advokasi lainnya adalah melakukan lobi-lobi di
tingkat pusat seperti di kementerian PAN dan DPR
dengan memperkenalkan konsep yang mereka susun 
Sumber : Bpost 

salam
Ephi

--- Muhammad Hanif <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> Assalamu'alaikum wr.wb
> 
> Dusanak nan ambo hormati kalo mau cari informasi
> mengenai Penerimaan PNS dari mana yach mungkin ado
> nan tau ? Atas informasinyo ambo ucapkan
> terimakasih.
> 
> Wassalam
> 
> MH
> ===========
> Website http://www.rantaunet.org
>
_____________________________________________________
> Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda,
> silahkan ke: 
> http://rantaunet.org/palanta-setting
> ____________________________________________________
> 


Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com 

Website http://www.rantaunet.org
_____________________________________________________
Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://rantaunet.org/palanta-setting
____________________________________________________

Kirim email ke