Tahun 1996, jadi baru 9 tahun umuanyo????????Ndak salah ko? Ambo ingin batanyo: Buliahkah padusi yang sadang haid membaco Al Quran jo pai ka masajik ( sekedar mandanga ceramah sajo, bukan shalat).
APakah iyo babeda : Al Quran yang sadonyo babaso Arab jo Al Quran yang ado terjemahan baso Indonesianyo?????? Katonyo , kalau Al Quran yang ado terjemahan buliah dipacik jo padusi yang sadang haid, sabaliknyo kalau Al Quran sadonyo pakai baso Arab indak buliah dipacik jo padusi sadang haid. Tolong penjelasannyo. Tks. A.E.RIYADI (EDI) 46 TAHUN ----- Original Message ----- From: "Rahima" <[EMAIL PROTECTED]> To: <[email protected]> Sent: Thursday, October 20, 2005 8:37 PM Subject: Re: [EMAIL PROTECTED] Kpd Umi Rahima > > Waalaikumsalamwarahmatullaahiwabarakaatu. > > Karena di japri juga banyak yang ingin mengenal saya > lebih dekat. Okaylah saya kasih biodata saya, juga > bagaimana saya di Mesir. > > Perkenalkan nama saya Rahima, ayah saya Sarmadi Yusuf > Suku Sikumbang(Ibu berasal dari Bukittinggi, namun > ayah dari Kalteng dan saya lahir serta besar di P. > Siantar pada 27 Maret 1996. > > Sekolah Sd-SMP di Siantar, melanjutkan sekolah di > Diniyyah Puteri Padang Panjang tammat tahun 89.( Di > Diniyyah ketika itu untuk tingkatan SLTA nya empat > tahun, setahun khusus belajar agama saja, tiga tahun > selebihnya saya masuk SMA sekaligus Agama, jadi umum > dan agama dalam satu hari, ngak punya waktu untuk > main-main ketika itu apalagi yang namanya pacaran, > cuek dengan lelaki. > > Diselingi itu, tatkala sudah kelas III KMI, (Kuliyah > Muallimat El Islamiyyah),setiap pagi, sehabis shalat > tahaddjud menantikan subuh saya menghafal AlQuran, > ketika istirahat saya ke kantin sebentar bersama > teman-teman, jajan, setelah itu sebelum masuk saya > menghafal AlQuran lagi, begitupun disaat guru tidak > ada, atau tidak hadir, waktu saya saya pergunakan buat > menghafal AlQuran, juga selalu aktif di organisasi > pramuka dan organisasi HMI, juga dakwah lainnya di > lingkungan Sumbar kala itu, sehingga sampai ketika > tammat selama 1 tahun itu, alhamdulillah saya sudah > menghafal 10 juz, dan inilah penyebabnya saya dikirim > oleh sekolah atas biaya gubernur Sumatera Barat, ke > mesir untuk melanjutkan study di Al Azhar University. > > Tiga bulan saya di Mesir, tepatnya di kota Cairo, saya > ngak tahan dengan lingkungan yang serba bebas, lelaki > perempuan campur baur, kecuali di kampus memang > berpisah antara lelaki dan perempuan tempatnya sangat > berjauhan, namun di organisasi kita bisa bertemu dan > bercampur baur, saya belum terbiasa untuk itu, galau, > serasa berdosa selalu berkumpul dengan lelaki, > walaupun ditempat ramai, akhirnya saya putuskan ingin > kembali ke Indonesia, atau pindah ke Riyadh, karena > disana lingkungannya lebih aman. > > Namun Allah menentukan lain, tidak selamanya apa yang > kita inginkan itu yang tercapai, tetapi bisa jadi yang > tidak kita suka itu yang terbaik buat kita. > > Saya mengenal seorang lelaki yang cukup perhatian > dengan kegalauan saya ini, lelaki itulah yang akhirnya > menjadi suami saya sekarang. saya berterusterang > padanya, ingin pulang saja atau pindah ke Riyadh. > Beliau tatkala itu, ternyata menyimpan simpatik pada > saya, yang kata beliau kelihatan perempuan alim, baik > dan pintar, tetapi saya tidak tahu itu, kecuali > setelah berapa bulan ada salah seorang yang telah > berkeluarga menyampaikan pada saya bahwa beliau ini > punya "hati", atau simpatik pada saya. > > Ngak berpanjang, akhirnya kita saling terbuka dan > mengingat janji untuk suatu saat kelak, kalau Allah > menjodohkan kita akan menjadi pasangan suami > istri(menikah, namun setelah selesai kuliyah beliau > ini, karena tentu beliau sudah tingkat dua atau tiga, > saya lupa, saya yang baru datang, tetapi umur kami > beda 9 tahun, karena beliau juga sudah sarjana muda > dari IAIN Padang). > > Ngak berbohong, saya juga punya rasa simpatik > dengannya, karena dibanding lelaki lain, selain beliau > ini ketua organisasi saat itu, beliau alim sekali, > kalau ketika berbicara dengan wanita, apalagi dengan > saya sebagai anggotanya, tak pernah memandang wajah > saya, selalu berpaling, bicaranya sopan, lembut, dan > teratur, disamping pintar, siapa sih yang tidak senang > lelaki semacam itu yah..?, wajar kalau ada perasaan > simpatik. > > Kita janji, namun tidak pernah makan berdua direstoran > ataupun makan ramai-ramai direstoran bersama teman > lainnya, ngak pernah sebagaimana orang berpacaran, > jalan berdekatan, bergandengan tangan apalagi lebih > jauh dari itu, sulit untuk berjalan berdua, kecuali > kalau ada urusan darurat yang terpaksa beliau harus > mengantarkan saya, untuk mendaftar di sekolah > tahfidzulQuran, karena setelah itu selain di Al Azhar > saya juga ingin sekolah hafal Quran melanjutkan > hafalan saya kemaren yang baru 10 juz itu, atau urusan > pasfor, itupun beliau berjalan jauh didepan saya > dibelakang, persis kaya nabi Musa dengan perempuan > yang kelak menjadi istrinya juga.Begitulah masa > perkenalan kami selam lebih kurang 4 tahun, ngak > seperti kebanyakan orang berpacaran, hanya janji yang > terikrar. > > Apakah selain beliau tidak ada lelaki lain yang > menginginkan saya? Banyak ketika itu, karena perempuan > di kairo jumlahnya sangat sedikit 1:7, atau 10, saya > ngak tahu persis, tetapi sangat sedikit sekali > perempuannya. > > Lantas apakah beliau tidak ada perempuan selain saya > ketika itu? Ada, bahkan banyak yang ingin > menjadikannya ipar, menantu, dst..apalagi disaat > beliau pulang kampung ke Indonesia banyak yang datang > melamarnya(lelaki dilamar, karena maklum dari luar > negeri, alim lagi, wajar banyak yang datang). > > Lantas kenapa saya tidak mau dengan lelaki lain, > begitupun sebaliknya beliau dengan wanita lain tidak > mau. Banyak alasannya ngak perlu disebutkan, yang > jelas, sudah jodoh kami begitu. > > Secara umum, kalau saja ada buah jeruk yang ranum, > matang, manis dan bagus disuguhkan kepada kita, juga > ada jeruk yang asem, belum matang, apalagi kalau busuk > , manakah yang kita pilih? Tentu yang ranum tadikan? > Begitupula, bila kita telah memiliki seekor sapi yang > bagus, apakah kita mau digantikan dengan seekor > kambinn apalagi kambingnya sakit? Tentu kita lebih > mempertahankan apa yang telah baik dan telah kita > miliki itukan? Makanya sebelum memiliki ada baiknya > dipilih sebaik-baiknya, agar tidak menyesal dikemudian > hari dan tidak menggantikannya dengan yang lainnya. > > Begitulah pada akhirnya saya jadi tetap di Kairo, > belajar dan belajar lagi, sampai setelah beliau > tammat, terpaksa menunggu saya setahun lagi, kemudian > tepat di tingkat III, kami menikah di Indonesia dan > kembali lagi melanjutkan kuliyah saya di Al Azhar yang > tinggal setahun lagi dapat LC(s1) nya. > > Allah berkehendak lain, niat setelah tammat akan > pulang, namun beliau diterima bekerja sebagai lokal > staff di Kedutaan Republik Indonesia Kairo, dan > sayapun melanjutkan kuliyah S2 ( Magister, sampai > sekarang masih dalam proses), namun sebelumnya setelah > punya anak satu saya istirahat berapa lama tidak > kuliyah, hanya dirumah ngurusi anak. > > Tahun 1996 saya melanjutkan kuliyah di Al Azhar lagi, > mengambil S2, dengan masa kuliyah 2 tahun, setelah itu > baru menulis. > > Tatkala sedang menulis baru satu tahun, ada test PNS > di Kairo diadakan oleh Depag Pusat Jakarta, saya iseng > ikut, cuman ingin tahu gimana ujian PNS itu, ngak > serius ikutan. Eh..lulus. > > Mulanya saya ngak mau ambil PNS itu, karena saya masih > sedang menulis , biasa tergantung dengannya, sangat > manja, apa-apa selalu tanya/minta ke suami, dst. > > Suami menyarankan saya untuk ambil saja. Patuh pada > suami saya ikuti, sebagaimana patuhnya saya pada > beliau tatkala meminta saya untuk melanjutkan kuliyah > S2 di Al Azhar saja, sementara saya ketika itu maunya > di Jakarta, atau di Damascus, atau di Marocco, beliau > inginkan saya di Al Azhar dengan berbagai > pertimbangan, walaupun S2 di Al Azhar sangatlah > lamanya, itu pertimbangan saya dulu. > > Masa kuliyah saja dua tahun belum lagi menulisnya, > dimana kuliyah saya khusus untuk perempuan jurusan > hadits judul tulisan sudah ditentukan sebagai peneliti > 450 hadits dari manuscrip yang belum di teliti oleh > ulama sebelumnya, dan saya tahu, ini memakan waktu > yang cukup lama, tetapi, apa boleh buat, kepatuhan > pada suami lebih mendominasi pikiran saya, dan itulah > yang saya ikuti sampai saat ini, kalau A kata suami, > yah A lah, sepanjang tidak menyalahi koridor agama apa > salahnya saya pikir, tokh hidup didunia ini apalah > yang dicari. > > Adapun bagaimana kehidupan di Mesir, lingkungannya, > penduduknya, tempat bersejarahnya baik sejarah Fir'aum > dan sejarah Islam, yang katanya Mesir adalah tanah > para nabi, tanah seribu menara(karena banyak > mesjidnya, tanah dimana berkumpul watak Fir'aun juga > ada, watak para nabi, beserta kecantikan dan > kegantengan manusianya, karena kita tahu nabi Yusuf > betapa elok wajahnya, Mesirpun sangat banyak menyimpan > lelaki/wanita yang tampan dan cantik-cantik, wajah > putih mulus, alis tebal,bulu mata lentik,bola mata > indah dan sebagainya tentang Mesir, rasanya sudah > banyak saya ceritakan sebelum-sebelum ini. > > Satu kebiasaan di Mesir, sangat tidak suka kalau > perempuannya berbulu. Semua kulitnya benar-benar > mulus, putih tanpa bulu. Kalau bulunya tumbuh maka > akan di kikis dengan suatu alat yang bisa dibuat > sendiri, bisa dibeli, semacam manisan yang lengket > itu. Dimasak dulu, kemudian ditempelkan ketubuh yang > ada bulunya, sakit luar biasa, tetapi tumbuh bulu > setelah itu cukup lama, tidak pakai pencukur(kalau > lelaki baru biasanya pakai alat pencukur), jadi kulit > mereka memang halus dan bersih, tidak kebanyakan > seputih kulit orang barat, atau Eropah, putih tetapi > kemerah-merahan ada bintik-bintiknya, orang Mesir > tidak begitu, putih yah benar-benar putih mulus. > Kalaupun ada yang jelek, tetapi itu sedikit, banyak > yang cantiknya ketimbang yang jeleknya. > > Demikian sekilas tentang saya dan suami di Mesir. > > Wassalam. Rahima Sikumbang Sarmadi > > --- Basuki <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > >> Ass wr wb, >> >> Umi Rahima bisa cerita sedikit tentang pengalaman >> antum di mesir dan antum kuliah dimana serta jurusan >> apa ?? Barangkali kali bisa share ilmu akan lebih >> bermanfaat. Sekarang tinggal di Kairo atau provinsi >> lain ....?? Jazakillah, wassalamualaikum wr wb >> >> baz > > > > > > > __________________________________ > Yahoo! Mail - PC Magazine Editors' Choice 2005 > http://mail.yahoo.com > > Website http://www.rantaunet.org > _____________________________________________________ > Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: > http://rantaunet.org/palanta-setting > ____________________________________________________ Website http://www.rantaunet.org _____________________________________________________ Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting ____________________________________________________

