Da Hendara dan dunsanak sadonyo,
Bagi saya,
Point ketika saya kembali bangga jadi orang Minang dan
mengenal Minang baik secara adat dan literatur
sejarahnya, sebagai sebuah ras Minang sudah mengalami
sabuah fase sejarah yang panjang seperti sebuah curva
yang pernah berada pada posisi puncak dan trus decline
kebawah sampai titik terendah (sampai titik dimana
orang Minang menutupi jadi dirinya).
Berkaca dari itu semua, bukan lah hal yang mudah
membuatnya kembali berada diposisi puncak, namun
demikian semua proses yang dilakukan oleh masyarakat
Minang baik individu ataupun kelompok adalah sebuah
proses pematangan kondisi kembali untuk bisa membangun
keunggulannya.
Keadaan atau upaya ini bisa terjadi dimana saja,
didunia maya, diorganisasi kemasyarakatan,
dilingkungan keluarga, dikampus dan disemua tempat
Jadi mari kita nikmati proses ini dan menjadi bagian
didalamnya, seandainya belum berhasil insya allah
(Allah tidak pernah melihat hasil tapi selalu melihat
usaha dari setiap umatnya).
"Seandainya kamu mengetahui kiamat akan datang esok
dan hari ini ingin menanam gandum maka tanamlah"
So buat generasi muda jangan pernah lelah dalam
mengembalikan kejayaan itu.
Ronal Chandra
(jika kita tidak sempat menikmati kejayaan itu biarlah
generasi berikutnya)
Note : Bundo Air dalam antrian memperoleh izin terbang
(AOC)
--- hdmessa <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> mak Ridwan, yo dunsanak sadonyo,
>
> dari hota awak di dunia maya iko, memang banyak
> timbul ide2 nan
> brilian , tapi indak terus berlanjut , ambo cubo
> menganalisa , ba'a
> kok sampai seperti itu jadinyo , salah satunya
> mungkin ialah bahwa
> dalam kultur minang bila suatu komunitas (nagari)
> akan membuat suatu
> hajat yg besar , dilakukan di balai pertemuan adat
> dg dihadiri semua
> pihak dan perdebatan yg panjang , bukan lah di lapau
> , lapau hanyalah
> tempat bertukar wawasan belaka , tak bisa dari lapau
> diwujudkan
> sesuatu kegiatan yg direncanakan dg seksama. Bisa
> dikata awak mahota
> di Rantaunet iko, adolah di lapau juo , namonyo sajo
> palanta maya ,
> tampek duduak di lapau atau lapau maya , sehingga
> memang tak bisa
> kita berharap banyak , lanjutan usaha besar dari
> hota di lapau ,
>
> hal lain yg perlu difahami juga, dunia internet
> berbeda dg dunia
> nyata , orang hanya memasukkan sebagian diri nya di
> dunia maya, tak
> bisa sepenuh hati, beda dg pertemuan di dunia nyata.
> Bisa membawa sesuatu perbincangan rencana di dunia
> maya, ke dunia
> nyata , diperlukan effort yg besar pula dan belum
> tentu berhasil.
>
> mungkin hanya dunia maya orang ahli IT yg benar2
> bisa mewujud jadi
> aktivitas nyata yg fenomenal, spt pengembangan
> software open source
> Linux yg bergulir di dunia maya oleh para expert IT.
>
> begitu kira2 analisa secara sosiologi dunia maya
> nya
>
> secara analisa sosiologi budaya , saya punya
> pendapat sementara bahwa
> orang minang lebih adalah type single fighter (
> berjuang secara
> individu ) daripada berjalan bersama dalam suatu
> kelompok ( group ) ,
> ia akan berhasil dan gigih bila berjuang secara
> individu, tapi akan
> penuh dg pertengkaran atau tidak bisa maju, bila
> bergerak bersama2
> dalam kelompok. mudah2 an pendapat ambo iko salah ,
> tapi bantuak itu
> lah realita nan awak caliak.
>
> bahkan beberapa orang dunsanak awak, sampai pula
> pada kesimpulan
> sementara ( yang ekstrim) , untuk tak begitu
> berharap banyak lagi
> pada sesama orang Minang ( tapi ambo kiro , indak
> paralu seperti itu
> bana )
>
> berikut kiro2 uraian secara sosiologi budaya nyo ttg
> hal tsb ;
>
> Dalam kultur minang, struktur sosial nya bisa
> terlihat pada
> karakteristik sebuah "nagari" , yg bisa dianggap sbg
> microsystem
> kultur minang. Sebuah nagari berdiri dg
> kelengkapannya berupa : balai
> adat, lapang nan bapaneh
> ( lapang besar tempat upacara adat ) , tampek
> pamandian ( biasanya
> dekat sumber air ) , surau , lapau, kuburan, pasar
> dan beberapa
> kelengkapan tambahan lain nya. Tempat pemukiman (
> rumah2 gadang ) ada
> pula lokasinya , yg tak biasanya berdampingan dg
> daerah pesawahan /
> perladangan.
> Kalau kita analisa secara sosialogi , terlihat
> betapa telah tersusun
> dg rapih , sistematika sebuah nagari tsb.
>
> Tempat utk bertukar pikiran bersama adalah di balai
> adat atau di
> lapau, di balai adat / atau di ruang tengah rumah
> gadang, dibahas
> bersama masalah2 adat, kekerabatan , politis dan
> masalah sosial lain
> nya. Kalau di lapau adalah tempat berdiskusi bebas
> dg tema lepas ,
> juga adalah tempat para perantau yg pulang bercerita
> banyak ttg kisah
> di rantau, dari lapau lah, banyak orang muda minang
> menyimak kisah2
> dan wawasan2 ttg hal2 baru .
> tempat lain utk ngobrol bersama adalah di surau.
> para kaum ibu2 dan anak gadis, ngobrol bersama
> sambil mencuci di
> tempat pemandian/ cucian bersama di dekat sumber
> air. kalau di
> pasar , orang berjualan masing2 ( individual )
> tempat terakhir orang minang masih bersama adalah di
> pekuburan, tapi
> di beberapa nagari, kuburan berlokasi di dekat
> pemukiman , di tanah
> kaum adat sendiri ( suku nya sendiri ), jadi masing2
> juga, tak
> dikumpulkan di satu tempat.
>
> Dilihat dari analogi struktur sosial budaya tsb,
> terlihat bahwa dalam
> beberapa hal orang minang bisa bersama, tapi dalam
> hal lain ia
> cenderung untuk bergerak sendiri2 ( individualis )
>
> Mereka bisa bersama ketika membuat keputusan adat,
> politis atau
> mahota bebas, berdiskusi, mendengar carito rantau
> atau mendengar
> carito kaba di lapau.
> mereka akan bersama pula ketika membuat kegiatan
> bersama di nagari
> mereka, spt perayaan adat , baralek, membuat
> bangunan baru atau
> kegiatan lain yg menyangkut hajat hidup orang banyak
> di nagari tsb ,
> spt membuat saluran pengairan ke sawah2 mereka.
>
> kalau lapau adolah tampek mahota lapeh, menambah
> wawasan2 baru,
> mambaok carito baru rantau , atau bahkan jadi arena
> gadang hota, utk
> menunjukkan bahwa diri nya hebat , yah memang begitu
> lah kultur lapau
> jangan berharap terlalu banyak terhadap hota di
> lapau ( termasuk di
> lapau maya )
>
> Namun dalam urusan ekonomi /bisnis atau kegiatan
> lain di rantau ,
> dalam sejarahnya jarang terdengar orang minang
> melakukan nya secara
> bersama2 , tak pernah kita dengar orang minang
> membuat kongsi bisnis
> bersama , sebagaimana halnya orang cina membuat
> kongsi dagang atau
> spt para pedagang kain di solo / surabaya di awal
> abad 20 membuat
> kongsi usaha, semacam Syarikat Dagang Islam yg kelak
> menjadi
> organisasi massa, Syarikat Islam
>
> Dalam urusan2 ekonomi dan kegiatan di rantau, orang
> minang cenderung
> untuk berusaha sendiri , mereka menjadi single
> fighter yg tangguh dan
> ulet. paling2 ia akan saling bantu dalam keluarga,
> misal seorang
> mamak yg berdagang akan mengajak kemenakanya
> membantu nya, yg kelak
> diharapkan bisa berdagang sendiri.
>
> kisah si malin kundang juga menceritakan ttg orang
> minang yg sukses
> di rantau secara individu bukan berkelompok.
>
> Kita bisa melihat sendiri betapa banyak kegagalan
> terjadi pada usaha2
> bersama yg dirintis oleh orang minang selama ini,
> karena memang
> begitulah karakter sosial orang minang, sudah
> kodratnya kata orang
> betawi.
>
> Dulu para saudagar Bukittinggi pernah pula membuat
> kongsi yg antara
> lain melahirkan Bank Nasional th 1930 , namun itupun
> tak bertahan
> lama. ( sebagai bandingan perkumpulan pedagang di
> Bandung awal abad
> 20 membuat HS1906 , Himpunan Saudara, yg saat ini
> tetap berdiri
> menjadi Bank HS1906 )
>
> begitu pula kita lihat sejarah th 60-an ketika
> terjadi perang PRRI ,
> gebu minang di jaman orba , sampai juga gagasan2
> besar dan usaha
> bersama yg pernah kita gagas lewat lapau maya milis
> Rantaunet ini ,
> seperti Minang Incorporated yg di gagas mak
> Barijambek, ( menantu
> bung Hatta , keponakan Dahlan Jambek yg memimpin
> PRRI dulu ), ide
>
=== message truncated ===
__________________________________
Yahoo! FareChase: Search multiple travel sites in one click.
http://farechase.yahoo.com
Website http://www.rantaunet.org
_____________________________________________________
Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke:
http://rantaunet.org/palanta-setting
____________________________________________________