----- Original Message ----- From: "Syafrinal Syarien" <[EMAIL PROTECTED]>
Kembali ke masalah sayap lalat. Barangkali hadits tersebut memang sahih. Tapi harus diingat bahwa kita hidup 1400 tahun lebih setelah Nabi. Banyak perubahan genetika dan sifat-sifat alam yang terjadi dalam kurun waktu cukup lama itu. Barangkali lalat yang dimaksud tidak seperti lalat jaman kita sekarang yang menjijikkan dan membawa banyak kuman penyakit. Barangkali juga yang dimaksud dalam hadits tersebut bukan lalat, tapi binatang lain yang menyerupai lalat dan sekarang telah punah. Saya sendiri takkan mau meminum air bercampur sayap lalat yang menjijikkan itu, walaupun ulama semua sepakat mengatakan hadits tersebut sahih. Tapi tolong jangan tuding saya sebagai orang yang mengingkari sunnah. Wallahualam... Assalaamu'alaikum W W. Pak Syafrinal nan terhormat dan sanak di palanta nan dijungjuang tinggi. Maaf terlebih dahulu karena kita sedang berpuasa dan mau memasuki hari yang fitri. InsyaAllah diberinya berkah. Sering kita sebagai umat Islam yang kadang terrangsang untuk berfikir dan berlogika (ini pengalaman pribadi lho) mendapat sesuatu yang kadang sangat menyakitkan kalau tidak menjengkelkan. Padahal masalah telah maleo atau pindah objek, mendapat kata sanggahan yang berupa kartu truff dari para para penceramah, bukan hanya di milist ini saja. Misalnya dengan: 1. Pemikiran orientalis, kalau kita memakai alasan menurut pendapat saya, atau menurut logika saya. Pada hal logika tersebut juga berdasarkan pengalaman agamais yang terserap berpuluh tahun. Yang kadang memang tidak dapat mengemukakan sumber syar'inya, karena tidak pernah berpendidikan agama secara formal. 2. Agama tidak boleh berlogika, itukan logika anda. Apa memang beragama itu harus dengan kata nrimo saja dan menelan sesuatu keharusan dan kewajiban sebagaimana adanya menurut pendapat sang guru? Jeleknya lagi kebenaran itu kadang berbeda dari satu ahli dengan ahli yang lain. Karena penafsiran yang berbeda. Biasanya kita memang terpaksa terpaku dengan satu pendapat saja, apa lagi kita berada dilingkungan mayoritas yang berpendapat seperti itu. 3. Pengerti essensi seolah tidak boleh digunakan kalau telah tertulis katanya dalam suatu hadis atau al Qur'an. Pada hal disitu masih mungkin ada perbedaan arti kata. Apa lagi kalau telah melalui masa yang tidak sebentar dan perantara yang banyak (sbg contoh arti dari "al-alaq" yang diangkat mak Syafrinal). Dan ada kemungkinan memang situsinya sudah berbeda, malah budaya telah berbeda. Saya berpendapat yang perlu adalah bagaimana berperilaku sebagai seorang muslim, bukan sebaliknya, karena ayat mengatakan demikian maka harus mengikutinya, sebab ayat tersebut bisa saja terjemahannya berbeda dari yang satu dengan yang lainnya, apalagi dengan budaya yang sudah banyak berbeda. Kan tidak mungkin kita hidup persis seperti budaya semasa Rasulullah. 4. Tidak boleh banyak bertanya, kalau ayat begitu maka harus ikut saja. Saya pernah mempertanyakan tentang berdoa yang di jaharkan dan pakai mig lagi, sehingga menurut saya sangat menganggu orang yang shalatnya agak terlambat tiba di Masjid tersebut. Sang penceramah, malah mentruff dengan alasan logika menterjemahankan hadisnya. Kemudian kenapa datang terlambat. Sekali lagi saya mohon maaf, bukan karena saya merasa tidak senang dengan seseorang, tapi ini memang pengalaman berintegrasi dalam menjalani beragama di lingkungan yang sering harus berubah. Karena saya sering bersikap lebih baik diam, dari pada merembetkan ke masalah lain, yang sebenarnya mungkin jauh dari objektif semula. Apalagi di milist ini yang sering melebar dan malah tanpa disadari telah masuk saja kekancah lain, tanpa penuntasan dari masalah pertama yang kadang adalah utama. Sering bertanya sendiri, apa dengan berfikir atau berpendapat memang termasuk kesuatu group, dimana group tersebut tidak disenangi (saat ini????). Wassalaamu'alaikum W W. Darul Makmur Website http://www.rantaunet.org _____________________________________________________ Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting ____________________________________________________

