----- Original Message ----- From: "Rahima" <[EMAIL PROTECTED]>
Assalamua'alaikumwarahmatullahiwabrakaatuhu. ==========kuduang=============== Waktu shalat tahajjud sama saja baik dibulan Ramadhan ataupun luar Ramadhan. Yaitu sesudah shalat isya, apakah sebelum ataupun sesudah tidur. Sebab arti tahajjud itu sendiri adalah shalat malam. Yang dikatakan malam tentu kita semua sudah tahu, hanya malamnya sesudah isya. Baiknya pertengahan malam, lebih baik tidur dulu. ========================== Wassalamu'alaikum. Rahima. Assalaamu'alaikum Warahmatullaahi Wabaarakatuh. Karena kami berada dilingkungan masyarakat pengikut Imam yang paling teliti sehingga mengambil syarat tertinggi dalam semua ibadah. Sehingga kami susah mengambil atau menetukan mana yang "minimum requirement" (syarat syah) dan mana "lebih baik jika". Selama ini tahunya syarat tahajud adalah "sesudah shalat 'Isya dan tidur dahulu". Rupanya keterangan diatas membuka mata bahwa, bukan kalimat sebelum ini yang menjadi "syarat syah" tapi itu adalah "lebih baik jika". Kalau boleh apa dasar dari pernyataan diatas, biar lebih mantap lagi hati ini. Karena maaf, untuk pekerja di Jakarta, waktu untuk tidur itu memang sempit sekali (waktu yang 24 jam sehari, dipakai untuk: 8-10 jam kerja dikantor, 2 x 2 - 3 jam habis dijalan 2 x 1 jam dirumah persiapan kekantor, persiapan tidur dan makan, jadi tersisa 6 jam untuk tidur, kalau ini dipotong dua lagi sudah melanggar "minimum requirement" tidur, sebab mungkin juga waktu tidur tsb masih terpotong oleh: lama baru bisa tertidur, tamu yang datang, perhatian pada tugas anak dll.). Kalau boleh nambah, kalau nggak sempat, kapan sempatnya saja. Sering dasar amaliah yang ditekankan keumat disekitar kami, dengan dasar, Nabi pernah melakukan yang demikian. Disini timbul pertanyaan, Kenapa yang "nabi pernah melakukan" itu malah jadi kegiatan rutin yang ditekankan, malah mendekati wajib. Ini perlu sekali penjelasan yang baik, sehingga menjadikan persoalan klir. Disekitar kami memang banyak amaliah yang dianggap seharusnya demikian, sehingga kalau tidak demikian tidak syah amal tersebut. Contoh nyata "kunut" di shalat subuh. Wassalaamu'alaikum Warahmatullaahi Wabaarakatuh. Darul Makmur Disaat berbahagia ini Izinkan saya dan keluarga di Jakarta Menyampaikan "selamat hari raya iedulfitri" Takabalallahu minna waminkum Minal aidhin walfaidzin Website http://www.rantaunet.org _____________________________________________________ Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting ____________________________________________________

