BUKITTINGGI -- Dalam usianya yang ke-95 Madrasah Thawalib Parabek Bukittinggi 
telah menujukkan eksistensinya sebagai sekolah tertua di Sumatra Barat dengan 
menelorkan lulusan siap bersaing dengan lulusan sekolah sekolah lain di 
Indonesia. Buktinya untuk tahun ini sekolah tersebut kembali berhasil 
menyalurkan sebayak 10 orang lulusannya untuk melanjutkan pendidikan di 
Universitas Al Azhar, Mesir tanpa melalui tes terlebih dahulu. 

Dengan keberhasilan itu sejak lima tahun belakangan para lulusan Madrasah 
Parabek itu telah menyalurkan lebih kurang 30 orang melanjudkan pendidikan di 
universitas kenamaan tersebut. Dari para lulusan itu ada juga yang berhasil 
keluar sebagai lulusan terbaik di universitas itu dengan peringkat cumlaude. 

Kepala Sekolah Madrasah Thawalib Parabek Drs. Deswandi yang ditemui Singgalang 
seusai melepas keberangkatan sepuluh orang lulusan Parabek yang akan 
melanjutkan pendidikan di Al Azhar itu menjelaskan, dengan diberangkatkanya 10 
lulusan yang melanjutkan pendidikan di Al Azhar Mesir itu berarti dalam lima 
tahun belakangan telah tercatat lebih kurang 30 orang yang telah diterima 
belajar di universitas tersebut. 

Dijelaskanya, pengiriman para lulusan Parabek ke Mesir itu sudah dimulai sejak 
tahun 1960. Namun dalam lima tahun belakangan hampir tiap tahunya lulusan 
Parabek tidak pernah absen mengirim para lulusanya. 

Bahkan dari alumni Parabek yang melanjutkan pendidikan di Al Azhar, ternyata 
mereka tidak kalah bersaing dengan para alumni dari sekolah-sekolah lain di 
Indonesia ataupun di luar negeri. Buktinya tidak sedikit pula para alumni 
Parabek yang mendapat peringkat terbaik di universitas tersebut. 

Dengan keberhasilan itu, pihak Universitas Al Azhar dua tahun lalu memberikan 
penghargaan kepada Madrasah Thawalib Parabek sebagai sekolah yang diakui 
kurikulumnya di Mesir. Karena kurikulum Madrasah tersebut banyak mepunyai 
kesamaan dengan kurikulum di sekolah agama Mesir. 

Atas pengakuan tersebut pihak Universitas Al Azhar sejak dua tahun lalu telah 
mengirim salah seorang dosennya untuk diperbantukan mengajar bahasa Arab dan 
Fiqh di Parabek dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan dan pengusaan bahasa 
Arab dan pengusaan Fiqh di madrasah tersebut. 

Menyakut metode pengajaran di Parabek menurut Deswandi pihaknya menerapkan 
pendidikan dengan penggunaan bahasa Arab dan bahasa Inggris. Pengunaan kedua 
bahasa itu juga dilaksanakan dalam percakapan di ruang belajar maupun di 
perkarangan sekolah sehingga para santri di Parabek terbiasa berbahasa Arab dan 
bahasa Inggris. 

"Dengan pola dan sistem pengajaran itu setiap lulusan Parabek dapat bersaing 
dengan para lulusan sekolah lain terutama untuk melanjutkan pendidikan di 
sekolah favorit baik di dalam maupun di luar negeri," tegas Deswandi didampingi 
salah seorang tenaga pengajar yang didatangkan dari Mesir. 

Hal yang sama juga dikemukakan oleh H.Khatib Muzakhir, salah seorang guru 
senior yang telah mengajar 45 tahun di sekolah tersebut. Menurut Khatib 
Muzakhir sejak dahulu sekolah tersebut menerapkan sistem pendidikan dengan 
berbahasa Arab dan berbahasa Inggris, bahkan untuk kelas satu pendidikan bahasa 
Arab diberikan 12 jam per-minggu, kemudian untuk bahasa Inggris dimulai pada 
kelas duan dengan prosentasi 12 jam per-minggu. Sedangkan pada kelas tiga 
seluruh santri sudah harus menguasai kedua bahasa itu sekaligus menerapkannya 
dalam percakapan sehari-hari baik dalam ruangan belajar maupun di luar jam 
belajar. 

Di samping itu para santri selain diberikan pendidikan agama dan umum juga 
diberi motivasi untuk menguasai penghafalan Alquran dengan mengadakan berbagai 
perlombaan serta pemberian beasantri bagi yang berprestasi.

Ditambahkan Deswandi, untuk mendukung proses belajar mengajar di Madrasah 
Thawalib Parabek, telah tersedia berbagai fasilitas belajar seperti labor 
bahasa yang dilengkapi dengan audio visual system dan beberapa program yang 
menunjang kegiatan pengembagan bahasa Arab dan Inggris secara aktif. Labor 
komputer yang dilengkapi dengan shoftware-shoftware hadis, tafsir serta labor 
fisika. 

Kemudian Madrsah tersebut juga sudah tersedia fasilitas purpustakaan yang 
dilengkapi dengan berbagai koleksi buku dan kitab kuning, asrama dan ruangan 
UKS. Selain itu untuk menambah keterampilan para santri di Madrasah Thawalib 
juga disediakan kegiatan ekstra kurikuler dengan mengadakan pelatihan 
keterampilan silat, menjahit dan keterampilan lainnya. 

Dengan sistem dan pola yang telah dilaksanakan selama ini menurut Deswandi 
sekolah itu telah berhasil menelorkan para lulusannya sebayak lebih kurang 16 
ribu orang. "Jumlah tersebut baru yang telah terdaftar, karena pada awal 
berdirinya sekolah itu sebagian lulusanya ada yang tidak terdata," tegas 
Deswandi. 

- Asrial.G  (hariangsinggalang)

Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com 
Website http://www.rantaunet.org
_____________________________________________________
Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://rantaunet.org/palanta-setting
____________________________________________________

Kirim email ke