Assalamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh,
Bayangan ambo adolah silungkang, baru sadar nagarinyo babeda.
Wassalam, syb.
Melihat dari Dekat Usaha Tenun Songket di Pandai Sikek
* Kampung Kecil Penghasil Songket
By adminpadek
Minggu, 16-Oktober-2005, 05:34:43 109 clicks
Pandai Sikek, memang hanyalah sebuah kampung kecil di Nagari Koto baru
Kecamatan Sepuluh Koto Kabupaten tanah Datar. Namun kampung yang kecil
ini mengandung pesona yang memukau yaitu songket. Siapa yang tak kenal
dengan kain songket? Kain songket - kain khas bumi Minangkabau, mampu
memukau mata yang memandangnya.
Selain warna benangnya yang memukau, tenunannya pun sangat rumit serta
diperlukan keahlian yang tinggi untuk membuat kain songket. Beruntunglah
keahlian membuat kain songket ini tak hilang begitu saja. Masih ada
orang Minang yang mewariskan kepandaian ini. Namun keahlian ini perlu
dilestarikan agar tak lenyap dimakan sang waktu.
Lokasi kampung itu tak sulit untuk ditemui. Bila Anda datang dari kota
Padang, lokasinya tak jauh setelah melewati Lembah Anai sebelum masuk ke
kota Bukit Tinggi - sekitar 15 menit dari Lembah Anai.
Pandai Sikek ada di sebelah kiri jalan. Jangan sampai kebablasan.
Perhatikan tanda jalan, sebab kita harus masuk sekitar satu kilometer ke
dalam. Setelah itu barulah kita mendapati sejumlah toko penjual kain
songket. Adapula yang langsung menenun di sana lengkap dengan alat
tenunannya. Tak hanya songket saja, kerajinan lain khas Minang juga
dibuat di kampung ini seperti mematung, bordir dan sulaman.
- dikuduang -
* Sejarah Tenun Pandai Sikek
Di sini juga kita menemukan kesamaan rumpun Austronesia pada kain tenun
Sumatra pada umumnya dengan seluruh kain tenun Nusantara hingga ke Sumba
dan Timor, juga dengan tenunan La Na di Thailand utara dan Laos. Rumpun
ini akan memecah nanti di lihat dari segi kahalusan motif setelah
masuknya kebudayaan India dan Cina dari utara. Akan tetapi kesamaannya
beretahan di segi peralatan tenun dan teknik bertenun.
Motif-motif tenun Pandai Sikek diyakini sebagai motif asli pada
kain-kain tenunan perempuan-perempuan Pandai Sikek pada zaman lampau,
yang namanya sebagian masih diingat oleh beberapa orang tua yang hidup
sekarang. Diantara mereka adalah: Sari Bentan, Namun, Salamah di Baruah;
Nuriah, Ipah, Pasah, Nyiah dan Jalisah di Tanjung.
Ada kira-kira sepuluh orang master tenun di Pandai Sikek pada zaman atau
generasi nama-nama diatas, kira-kira seratus tahun yang lalu. Ada juga
beberapa wanita Pandai Sikek zaman dahulu yang dikenal dengan nama
julukan yang berhubungan dengan peralatan tenun. Misalnya:
Inyiak Makau di Tanjuang, Inyiak Suri di Koto Tinggi, Inyiak Banang, dan
Inyiak Karok. (rijal Islamy)
Disamping itu, Pandai Sikek, sebagai "center of excellece" di bidang
tenun songket waktu itu, tentu wanita-wanitanya ada mengerjakan tenun
pesanan dari daerah-daerah lain seperti dari Pitalah di Batipuah, Koto
Gadang di Agam dan dari Sungayang dengan corak benang dan motif yang
spesifik dengan daerah tersebut, dan dikenal sampai sekarang sebagai
motif-motif Sungayang, motif Koto Gadang dan lain-lain. (rijal Islamy)
Website http://www.rantaunet.org
_____________________________________________________
Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke:
http://rantaunet.org/palanta-setting
____________________________________________________