Mungkin iko lah jadi kurenah urang Ina, sabab nan paralu  hasianya sajo
tanpa memperhatikan process & maintenance nyo.
Sabab kalau diliek antara kabun gatah rakyat jo milik perkebunan swasta
tampak bana bedanyo. Kabun swasta bersih terawat kalau kabun rakyat
banyak yang asa jadi sajo. Samaknyo tinggi kini lah banyak nan dicabiak
harimau dikabun nan kurang barasiah tu. Akbatnyo mereka nan di Indragiri
banyak  takuik masuak kabun untuak manakiak gatah tu.
Dimusim harago agak elok tukang las tu acok pulo barulah. (Karano pisau
takiak tu agak kencong biar keren mereka dipanggil tukang las). Sabana
dalam ditakannyo pisau tu supayo gatah banyak kalua ukatu tu, tapi
batang gatah jadi rusak.

Saat ini sudah banyak kebun getah berubah menjadi lahan sawit, karena
getah harus ditakik  tiap hari sehingga cukup menguras tenaga dibanding
sawit yang panen nya bisa  sekitar 3 x sebulan.
Dilain pihak getah bisa disimpan tidak harus langsung dijual dan tidak
butuh biaya pemupukan yang banyak, sedang sawit harus segera dijual ke
PKS  sehabis panen
Walau para  pakar mulai takut dengan side- effect pada alam sekitar
akibat adanya mono kultur sawit ini.  

-----Original Message-----
From: [EMAIL PROTECTED]
[mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of
[EMAIL PROTECTED]
Sent: Wednesday, November 16, 2005 9:48 AM
To: [email protected]
Subject: [EMAIL PROTECTED] Karet, Potensi Swl/Sjj yang Menjanjikan

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh,

Mungkin ado dunsanak yang babisnis kajai ko, bayangan ambo kajai untuak
pangabek bungkuih lado, bawang juo bisa untuak ban oto, motor dan juo
untuak bapak / ibu rumah tangga??.

Wakatu ambo kaciak dulu, ambo caliak satalah karet ditakiak, dirandam di
dalam tabek, indak tahulah untuak apo tujuannyo sabalun dijua,
bantuaknyo sarupo tahu raksasa dan baunnyo sangek mantap bana.

Wassalam, syb.


Updated, Selasa 15 November 2005 l
Karet, Potensi Swl/Sjj yang Menjanjikan 

SIJUNJUNG - Potensi perkebunan terutama perkebunan karet yang dimiliki
daerah Kabupaten Sawahlunto Sijunjung ternyata sangat menjanjikan untuk
dikembangkan sesuai dengan kondisi daerah. 

Namun sangat disayangkan, potensi ini belum termanfaatkan secara
maksimal. Padahal, sektor ini diakui sebagai mata pencarian pokok bagi
sebagian besar masyarakat setempat. 

Perkebunan karet milik masyarakat yang banyak ditemui di daerah
Sawahlunto Sijunjung ini terkesan banyak yang tidak terawat. Malahan
lebih pantas disebut sebagai hutan karet ketimbang kebun karet karena
jauh dari kesan dirawat oleh pemiliknya. 

Di areal perkebunan karet ini lebih banyak dijumpai semak belukar yang
tumbuh diantara batang karet tersebut. Padahal setiap hari getah karet
tersebut disadap oleh pemiliknya. 

Menurut Syaiful Amri, Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Sawahlunto
Sijunjung, pembinaan terhadap para petani karet ini selalu dilakukan.
Kondisi perkebunan karet seperti ini sangat disyangkan karena disaat
harga BBM naik, harga getah karet juga ikut naik hampir dua kali lipat
dari harga sebelumnya. 

Dalam pembinaan para petani karet ini, menurut Syaiful, saat dihubungi
Singgalang di ruang kerjanya belum lama ini, selain pembinaan pemberian
bibit unggul juga dilakukan agar produksi getah dari perkebunan karet
milik masyarakat ini terus meningkat. 

Kabupaten Sawahlunto Sijunjung ini merupakan komoditi besar karena
daerah ini tergolong daerah penghasil getah terbesar di kawasan Sumatra
Barat. 

Dari 313.080 Ha luas wilayah kabupaten Sawahlunto Sijunjung, sekitar
36.566 Ha merupakan perkebunan karet. Dan angka ini dibandingkan dengan
perkebunan lain, kata Syaiful, perkebunan karet merupakan lahan terluas
di sektor perkebunan yang ada di daerah ini. 

Hampir di semua kecamatan yang ada di daerah Kabupaten Sawahlunto
Sijunjung ini memiliki perkebunan karet. Namun, lanjut Syaiful, untuk
meningkatkan kesadaran masyarakat, petani karet yang ada di daerah ini
agar lebih peduli dan merawat perkebunan sebagai mata pencaharian utama
masyarakat perlu terus dilakukan. 

Untuk merangsang minat masyarakat akan sektor perkebunan karet ini,
pemerintah terus mencoba memberikan berbagai bantuan bibit karet kepada
masyarakat yang tergolong tidak mampu secara cuma-cuma. 

Hal ini dilakukan mengingat betapa besarnya potensi perkebunan karet
yang dimiliki oleh Sawahlunto Sijunjung sebagai pendongkrak ekonomi
masyarakatnya. 


Website http://www.rantaunet.org
_____________________________________________________
Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://rantaunet.org/palanta-setting
____________________________________________________





Website http://www.rantaunet.org
_____________________________________________________
Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://rantaunet.org/palanta-setting
____________________________________________________

Kirim email ke